Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Pindah ke PPP, Gus Kaffi Siap Genjot Elektoral di Tuban dan Bojonegoro

- Reporter

Rabu, 15 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Kaffi saat ditemui di sela Muscab DPC PPP Tuban, (Foto: Aji/Liputansatu.id).

Gus Kaffi saat ditemui di sela Muscab DPC PPP Tuban, (Foto: Aji/Liputansatu.id).

Tuban — Perpindahan kader antarpartai kembali mewarnai dinamika politik lokal Jawa Timur. Mukaffi Makki, yang dikenal sebagai Gus Kaffi, resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan langsung mendapat peran strategis dalam struktur pemenangan daerah pemilihan.

Langkah ini tidak sekadar perpindahan politik personal, tetapi juga mencerminkan pergeseran konfigurasi kekuatan di tingkat lokal, khususnya di kawasan Pantura Jawa Timur.

Gus Kaffi, yang berlatar belakang pesantren dan tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Dapil untuk DPR RI Dapil IX dan DPRD Jawa Timur Dapil XII, yang meliputi Tuban dan Bojonegoro.

Faktor Internal Partai Lama

Keputusan tersebut diambil setelah ia mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang (PBB) pada 10 April 2026. Ia mengaitkan langkahnya dengan dinamika internal yang terjadi di tingkat pusat partai lamanya.

“Dinamika di DPP tentu berdampak sampai ke daerah. Itu menjadi salah satu pertimbangan saya untuk berlabuh ke PPP,” ujar Gus Kaffi saat ditemui di sela Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Tuban, Rabu (15/4/2026).

Meski tidak merinci lebih jauh, pernyataan tersebut mengindikasikan adanya faktor struktural yang turut memengaruhi keputusan politiknya.

Target Elektoral dan Konsolidasi Basis

Di PPP, Gus Kaffi tidak hanya menjadi kader, tetapi langsung diberi mandat untuk memperkuat pemenangan di dapil strategis. Ia menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif, terutama di wilayah Tuban dan Bojonegoro yang selama ini menjadi kantong suara potensial.

“Seluruh potensi akan kami gerakkan, baik internal partai maupun jejaring organisasi,” ujarnya.

Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk maju sebagai calon legislatif pada kontestasi mendatang, seiring dorongan dari berbagai pihak.

Modal Jaringan Organisasi

Secara organisatoris, Gus Kaffi memiliki jejaring yang luas di tingkat lokal. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban, Ketua Kadin Tuban, Ketua Gapeknas Tuban, serta Ketua IKABU Tuban.

Posisi tersebut menjadi modal politik yang dapat memperkuat konsolidasi basis pemilih, terutama di kalangan pemuda, pelaku usaha, dan komunitas alumni pesantren.

Namun, efektivitas konversi jejaring organisasi menjadi suara elektoral tetap bergantung pada kerja-kerja politik di lapangan.

Strategi PPP di Pantura

Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, menyambut masuknya Gus Kaffi sebagai bagian dari strategi memperkuat mesin partai di wilayah Pantura.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh yang memiliki komitmen untuk berjuang bersama PPP,” ujarnya.

Ia menilai latar belakang Nahdliyin yang dimiliki Gus Kaffi dapat menjadi faktor penguat dalam mendekati basis pemilih tradisional PPP.

Ujian Konsistensi dan Elektabilitas

Meski demikian, perpindahan partai menjelang kontestasi politik kerap memunculkan pertanyaan publik terkait konsistensi ideologis dan orientasi politik kader.

Bagi PPP, masuknya figur baru dapat menjadi energi tambahan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menjadi ujian apakah strategi rekrutmen tokoh mampu berbanding lurus dengan peningkatan elektabilitas.

Sementara bagi Gus Kaffi, peran barunya bukan hanya soal posisi struktural, tetapi juga kemampuan membuktikan pengaruh politiknya di tingkat pemilih.

Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kerja-kerja pemenangan di lapangan akan menjadi penentu apakah langkah politik ini berbuah hasil atau sekadar perpindahan biasa dalam dinamika elite lokal.

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas
Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam
Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak
SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika
19 Dapur MBG Disuspend, Pemkab Situbondo Minta Disikapi Sebagai Evaluasi
Jelang Operasi Patuh Kapuas 2026, Polres Melawi Bidik Balap Liar dan Knalpot Brong
Modus Lowongan Kerja di Pabrik Semen, Warga Tuban Rugi Rp54 Juta

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 23:55 WIB

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:48 WIB

IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:36 WIB

Meski Damai, Oknum Polisi Terduga Pemukul Badut di Tuban Tetap Diperiksa Propam

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:07 WIB

Gelombang 1,5 Meter Terjang Pesisir Tuban, Dua Kapal Nelayan Hancur Dihantam Ombak

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:33 WIB

SE Sekda Tak Digubris, Jalan Bancar–Jatirogo Masih Dipenuhi Ceceran Pasir Silika

Berita Terbaru

Petugas mengevakuasi jenazah Murtafia Rafika Devi (34), seorang bidan RSUD Besuki yang ditemukan meninggal dunia di saluran drainase Jalur Pantura Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, Situbondo, Sabtu (06/06/2026) malam, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo

Sabtu, 6 Jun 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id