Tuban — Perpindahan kader antarpartai kembali mewarnai dinamika politik lokal Jawa Timur. Mukaffi Makki, yang dikenal sebagai Gus Kaffi, resmi bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan langsung mendapat peran strategis dalam struktur pemenangan daerah pemilihan.
Langkah ini tidak sekadar perpindahan politik personal, tetapi juga mencerminkan pergeseran konfigurasi kekuatan di tingkat lokal, khususnya di kawasan Pantura Jawa Timur.
Gus Kaffi, yang berlatar belakang pesantren dan tumbuh di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU), kini dipercaya sebagai Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Dapil untuk DPR RI Dapil IX dan DPRD Jawa Timur Dapil XII, yang meliputi Tuban dan Bojonegoro.
Faktor Internal Partai Lama
Keputusan tersebut diambil setelah ia mengundurkan diri dari Partai Bulan Bintang (PBB) pada 10 April 2026. Ia mengaitkan langkahnya dengan dinamika internal yang terjadi di tingkat pusat partai lamanya.
“Dinamika di DPP tentu berdampak sampai ke daerah. Itu menjadi salah satu pertimbangan saya untuk berlabuh ke PPP,” ujar Gus Kaffi saat ditemui di sela Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PPP Tuban, Rabu (15/4/2026).
Meski tidak merinci lebih jauh, pernyataan tersebut mengindikasikan adanya faktor struktural yang turut memengaruhi keputusan politiknya.
Target Elektoral dan Konsolidasi Basis
Di PPP, Gus Kaffi tidak hanya menjadi kader, tetapi langsung diberi mandat untuk memperkuat pemenangan di dapil strategis. Ia menargetkan peningkatan perolehan kursi legislatif, terutama di wilayah Tuban dan Bojonegoro yang selama ini menjadi kantong suara potensial.
“Seluruh potensi akan kami gerakkan, baik internal partai maupun jejaring organisasi,” ujarnya.
Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk maju sebagai calon legislatif pada kontestasi mendatang, seiring dorongan dari berbagai pihak.
Modal Jaringan Organisasi
Secara organisatoris, Gus Kaffi memiliki jejaring yang luas di tingkat lokal. Ia tercatat menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Tuban, Ketua Kadin Tuban, Ketua Gapeknas Tuban, serta Ketua IKABU Tuban.
Posisi tersebut menjadi modal politik yang dapat memperkuat konsolidasi basis pemilih, terutama di kalangan pemuda, pelaku usaha, dan komunitas alumni pesantren.
Namun, efektivitas konversi jejaring organisasi menjadi suara elektoral tetap bergantung pada kerja-kerja politik di lapangan.
Strategi PPP di Pantura
Ketua DPW PPP Jawa Timur, Arif Winarko, menyambut masuknya Gus Kaffi sebagai bagian dari strategi memperkuat mesin partai di wilayah Pantura.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh yang memiliki komitmen untuk berjuang bersama PPP,” ujarnya.
Ia menilai latar belakang Nahdliyin yang dimiliki Gus Kaffi dapat menjadi faktor penguat dalam mendekati basis pemilih tradisional PPP.
Ujian Konsistensi dan Elektabilitas
Meski demikian, perpindahan partai menjelang kontestasi politik kerap memunculkan pertanyaan publik terkait konsistensi ideologis dan orientasi politik kader.
Bagi PPP, masuknya figur baru dapat menjadi energi tambahan. Namun, di sisi lain, hal ini juga menjadi ujian apakah strategi rekrutmen tokoh mampu berbanding lurus dengan peningkatan elektabilitas.
Sementara bagi Gus Kaffi, peran barunya bukan hanya soal posisi struktural, tetapi juga kemampuan membuktikan pengaruh politiknya di tingkat pemilih.
Di tengah kompetisi yang semakin ketat, kerja-kerja pemenangan di lapangan akan menjadi penentu apakah langkah politik ini berbuah hasil atau sekadar perpindahan biasa dalam dinamika elite lokal.
Editor : Mukhyidin Khifdhi












