Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

“Ini Bukan Lucu-lucuan!” NasDem Tuban Protes Keras Cover Tempo

- Reporter

Kamis, 16 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan kader Partai NasDem Tuban menggelar aksi damai di halaman kantor DPD sebagai bentuk protes terhadap sampul Majalah Tempo yang menampilkan karikatur Surya Paloh dan dinilai mencederai marwah partai, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Ratusan kader Partai NasDem Tuban menggelar aksi damai di halaman kantor DPD sebagai bentuk protes terhadap sampul Majalah Tempo yang menampilkan karikatur Surya Paloh dan dinilai mencederai marwah partai, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Ratusan kader dan simpatisan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrasi (NasDem) Tuban menggelar aksi damai di halaman kantor partai, Selasa siang (15/04/2026). Aksi ini dipicu oleh terbitnya sampul Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang menuai kontroversi di internal partai.
Sampul tersebut memuat tajuk “PT Nasdem Indonesia Raya Tbk” dengan ilustrasi karikatur Surya Paloh yang digambarkan mengenakan kemeja putih tanpa jas dan sepatu. Ilustrasi itu mengangkat isu penggabungan Partai NasDem dengan Partai Gerindra yang dikaitkan dengan Prabowo Subianto.

Respon Kader NasDem Tuban

Bagi para kader di daerah, visualisasi tersebut bukan sekadar satire politik, melainkan dianggap sebagai bentuk penyederhanaan yang berlebihan terhadap dinamika politik nasional—bahkan dinilai mencederai marwah partai.
Aksi dimulai dengan orasi dari para kader dan simpatisan yang secara bergantian menyampaikan keberatan mereka. Dalam orasi tersebut, nada protes terdengar tegas: kritik boleh saja, tetapi tidak dalam bentuk yang dianggap melecehkan simbol dan identitas partai.
Ketua DPD Partai NasDem Tuban, Prezly Di Okto, menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik. Namun, ia menilai apa yang ditampilkan dalam sampul tersebut lebih condong pada “lucu-lucuan” yang tidak mencerminkan etika dalam berpolitik.
“Kami tidak menolak dikritik, tapi kritiklah dengan cara yang baik. Ini bukan ruang untuk lucu-lucuan,” ujarnya usai aksi.

Aksi Meluas, Dari Daerah Hingga Pusat

Yang menarik, aksi di Tuban bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Gelombang protes serupa terjadi secara serentak di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa respons terhadap sampul Majalah Tempo tidak bersifat lokal, melainkan menjadi sikap kolektif kader NasDem secara nasional.
Di tingkat pusat, massa Partai NasDem bahkan turun langsung menggelar aksi di depan kantor redaksi Majalah Tempo di kawasan Palmerah Barat, Jakarta. Sementara di Jawa Timur, aksi juga digelar di depan kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Fenomena ini mencerminkan bagaimana satu produk jurnalistik dapat memicu reaksi berantai dalam tubuh partai politik, terutama ketika menyentuh simbol kepemimpinan dan arah politik yang sensitif.

Tegaskan Satu Komando

Di tengah polemik yang berkembang, Prezly juga menegaskan bahwa Partai NasDem tetap berada dalam satu garis komando yang jelas. Ia menyebut hanya ada satu kepemimpinan dalam partai, yakni di bawah Surya Paloh.
Pernyataan ini sekaligus menjadi respons terhadap narasi yang berkembang dalam ilustrasi tersebut, yang seolah menggambarkan adanya arah politik baru atau bahkan penggabungan dengan kekuatan politik lain.
Menurutnya, langkah selanjutnya tidak berhenti pada aksi simbolik semata. Pihaknya akan mendorong agar tuntutan kader dapat segera diproses dan ditindaklanjuti secara resmi. (Az)

Berita Terkait

LP2B Sumberejo Kulon Disorot, DPRD Tulungagung Minta Pengawasan Diperketat
Wakapolresta Tuban Resmi Dijabat AKBP, Windy Syafutra Gantikan Kompol Supiyan
Tanggulangi Kebakaran di GRR, PPN dan Damkar Tuban Gelar Simulasi
Gus Lilur Balik Tantang Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum Usai Disomasi
Proyek Check Dam Senilai Rp3,8 M Terancam Gagal
Reklame Karatan hingga Mangkrak Dibabat Satpol PP Tuban
Awasi Keselamatan, Damkar Tuban Awasi Laik Fungsi Usaha di Tuban
Selesai, Tunai, Tuntas: Gus Lilur Ajukan Tiga Syarat untuk Menepi dari Polemik Muktamar NU

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:13 WIB

LP2B Sumberejo Kulon Disorot, DPRD Tulungagung Minta Pengawasan Diperketat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Wakapolresta Tuban Resmi Dijabat AKBP, Windy Syafutra Gantikan Kompol Supiyan

Rabu, 30 September 2026 - 19:35 WIB

Tanggulangi Kebakaran di GRR, PPN dan Damkar Tuban Gelar Simulasi

Rabu, 30 September 2026 - 16:46 WIB

Gus Lilur Balik Tantang Gus Ipul Tempuh Jalur Hukum Usai Disomasi

Selasa, 29 September 2026 - 20:25 WIB

Reklame Karatan hingga Mangkrak Dibabat Satpol PP Tuban

Berita Terbaru

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu