Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Tinjau Lokasi Puting Beliung di Pasuruan: Pastikan Sistem Tanggap Bencana

- Reporter

Selasa, 21 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Gubernur Jatim adhy Karyono,(Ist).

Pj Gubernur Jatim adhy Karyono,(Ist).

PASURUAN, JATIM – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, melakukan peninjauan ke lokasi terdampak puting beliung di wilayah pesisir Pasuruan, Senin (20/1/2025). Dalam kunjungannya, Adhy memastikan kondisi bangunan yang rusak serta memantau efektivitas sistem tanggap bencana yang dijalankan pemerintah.

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono Tinjau Lokasi Terdampak

Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono bersama jajaran pejabat terkait meninjau kerusakan bangunan di kawasan Pelabuhan Perikanan Lekok, Desa Jatirejo, Kecamatan Lekok. Ia mengungkapkan, sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan aset Pemkab Pasuruan yang disewakan kepada nelayan. Meski mengalami kerusakan ringan, Adhy menekankan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

“Sebagian besar ini adalah bangunan sewa, bukan milik pribadi. Kerusakannya juga tidak terlalu parah. Hal yang paling penting adalah warga dalam keadaan selamat,” ujar Adhy.

Selain melakukan tinjauan, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono menyerahkan bantuan darurat kepada warga terdampak di Desa Jatirejo dan sekitarnya. Ia menegaskan pentingnya kesiapan sistem tanggap bencana yang responsif.

“Sistem tanggap darurat harus selalu siap dan aktif. Tidak perlu menunggu, semua pihak harus tahu langkah yang harus dilakukan saat bencana terjadi,” tambahnya.

Imbau Warga Tetap Waspada di Puncak Musim Hujan

Pj Bupati Pasuruan, Nurkholis, memastikan tidak ada korban jiwa dalam bencana yang terjadi pada Minggu (19/1/2025) sore. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama di puncak musim hujan yang meningkatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti puting beliung.

Baca juga: Penyesuaian Harga LPG 3 Kg di Jawa Timur: HET Naik Jadi Rp 18.000 per Tabung

“Warga harus memahami tindakan cepat saat cuaca buruk, termasuk menjauh dari lokasi puting beliung dan segera mengevakuasi keluarga ke tempat aman,” tegas Nurkholis.(Pur/Din)

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee