Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

PMII Desak Audit Dugaan Distribusi Fiktif Pupuk Subsidi di Tuban

- Reporter

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, saat memberikan keterangan terkait polemik distribusi pupuk subsidi,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, saat memberikan keterangan terkait polemik distribusi pupuk subsidi,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Polemik distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Tuban kembali mencuat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban mendatangi gedung DPRD, Selasa (26/08/2025). Mereka menyoroti dugaan adanya distribusi pupuk fiktif yang dinilai merugikan petani.
Audiensi berlangsung di ruang Komisi III DPRD Tuban dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Tulus Setyo Utomo. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Diskopumdag Tuban Gunadi, Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto, perwakilan Pupuk Indonesia, serta sejumlah kader PMII.

PMII Bawa Rekomendasi Dugaan Pelanggaran

Dalam forum itu, Ketua Cabang PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan surat rekomendasi yang berisi dugaan pelanggaran distribusi pupuk. Temuan itu menyebutkan adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh kios maupun distributor.
“Surat rekomendasi sudah kami sampaikan. Isinya memuat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kios maupun distributor,” jelas Wafa.
PMII menegaskan bahwa audit menyeluruh perlu segera dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan. Bahkan, mahasiswa menuntut adanya sanksi tegas bagi pihak yang terbukti bersalah.
“Kalau terbukti, seharusnya ada sanksi tegas. Kami berharap diputuskan segera,” tambahnya.

Pemkab Sebut Hanya Masalah Administrasi

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, menepis tudingan adanya praktik mafia pupuk. Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih pada pelanggaran administratif, bukan kejahatan terstruktur.
“Masalahnya ada di mekanisme persetujuan kios. Kios belum mau tanda tangan karena data yang diterima berbeda dengan berita acara,” terangnya.
Eko juga menyebutkan, Kejaksaan Negeri Tuban sudah dilibatkan untuk melakukan pengawasan setelah kasus ini ramai di publik.

DPRD Janji Kawal Kasus Hingga Tuntas

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus pupuk ini hingga tuntas. DPRD bahkan siap merekomendasikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau ada kuota pupuk tidak sesuai, kami akan rekomendasikan secara tegas ke Pupuk Indonesia maupun Satgas Pupuk Tuban,” tegas Tulus.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk, mulai dari proses produksi hingga penyerapannya di tingkat petani.
“Kalau ada temuan harga di atas HET, kami juga akan rekomendasikan tindakan tegas kepada pihak Pupuk Indonesia,” pungkasnya.

Pupuk Subsidi dan Dampaknya Bagi Petani

Pupuk subsidi merupakan salah satu kebutuhan vital bagi petani di Tuban. Dengan harga yang lebih terjangkau, petani diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian mereka. Namun, ketika distribusi pupuk terganggu, dampaknya langsung dirasakan di lapangan.
Kelangkaan pupuk bisa membuat biaya produksi naik karena petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga lebih mahal. Selain itu, produktivitas pertanian berisiko menurun, yang pada gilirannya dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan ekonomi daerah.(Aj)

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi

Sebagai acuan, berikut daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi di Kabupaten Tuban:
• Urea: Rp2.250/kg
• NPK: Rp2.300/kg
• Organik: Rp800/kg

Editor : Kief

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
Viral Langgar TKA, SMKN 1 Tuban : Itu Hanya Flayer Ucapan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu