Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

PMII Desak Audit Dugaan Distribusi Fiktif Pupuk Subsidi di Tuban

- Reporter

Selasa, 26 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, saat memberikan keterangan terkait polemik distribusi pupuk subsidi,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, saat memberikan keterangan terkait polemik distribusi pupuk subsidi,(Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Polemik distribusi pupuk subsidi di Kabupaten Tuban kembali mencuat. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tuban mendatangi gedung DPRD, Selasa (26/08/2025). Mereka menyoroti dugaan adanya distribusi pupuk fiktif yang dinilai merugikan petani.
Audiensi berlangsung di ruang Komisi III DPRD Tuban dan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Tulus Setyo Utomo. Pertemuan tersebut juga dihadiri Kepala Diskopumdag Tuban Gunadi, Kepala DKP2P Tuban Eko Julianto, perwakilan Pupuk Indonesia, serta sejumlah kader PMII.

PMII Bawa Rekomendasi Dugaan Pelanggaran

Dalam forum itu, Ketua Cabang PMII Tuban, Ahmad Wafa Amrillah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan surat rekomendasi yang berisi dugaan pelanggaran distribusi pupuk. Temuan itu menyebutkan adanya indikasi penyimpangan yang dilakukan oleh kios maupun distributor.
“Surat rekomendasi sudah kami sampaikan. Isinya memuat adanya pelanggaran yang dilakukan oleh kios maupun distributor,” jelas Wafa.
PMII menegaskan bahwa audit menyeluruh perlu segera dilakukan untuk memastikan distribusi pupuk berjalan sesuai aturan. Bahkan, mahasiswa menuntut adanya sanksi tegas bagi pihak yang terbukti bersalah.
“Kalau terbukti, seharusnya ada sanksi tegas. Kami berharap diputuskan segera,” tambahnya.

Pemkab Sebut Hanya Masalah Administrasi

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala DKP2P Tuban, Eko Julianto, menepis tudingan adanya praktik mafia pupuk. Menurutnya, persoalan yang terjadi lebih pada pelanggaran administratif, bukan kejahatan terstruktur.
“Masalahnya ada di mekanisme persetujuan kios. Kios belum mau tanda tangan karena data yang diterima berbeda dengan berita acara,” terangnya.
Eko juga menyebutkan, Kejaksaan Negeri Tuban sudah dilibatkan untuk melakukan pengawasan setelah kasus ini ramai di publik.

DPRD Janji Kawal Kasus Hingga Tuntas

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Tuban, Tulus Setyo Utomo, menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal kasus pupuk ini hingga tuntas. DPRD bahkan siap merekomendasikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“Kalau ada kuota pupuk tidak sesuai, kami akan rekomendasikan secara tegas ke Pupuk Indonesia maupun Satgas Pupuk Tuban,” tegas Tulus.
Politisi PDI Perjuangan itu menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi pupuk, mulai dari proses produksi hingga penyerapannya di tingkat petani.
“Kalau ada temuan harga di atas HET, kami juga akan rekomendasikan tindakan tegas kepada pihak Pupuk Indonesia,” pungkasnya.

Pupuk Subsidi dan Dampaknya Bagi Petani

Pupuk subsidi merupakan salah satu kebutuhan vital bagi petani di Tuban. Dengan harga yang lebih terjangkau, petani diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan pertanian mereka. Namun, ketika distribusi pupuk terganggu, dampaknya langsung dirasakan di lapangan.
Kelangkaan pupuk bisa membuat biaya produksi naik karena petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi dengan harga lebih mahal. Selain itu, produktivitas pertanian berisiko menurun, yang pada gilirannya dapat berpengaruh terhadap ketahanan pangan dan ekonomi daerah.(Aj)

Harga Eceran Tertinggi (HET) Pupuk Subsidi

Sebagai acuan, berikut daftar Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi di Kabupaten Tuban:
• Urea: Rp2.250/kg
• NPK: Rp2.300/kg
• Organik: Rp800/kg

Editor : Kief

Berita Terkait

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu
DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu
Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:02 WIB

Heboh di Pasar Wage Grabagan Tuban, Warga Tangkap Wanita Pengedar Uang Palsu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Berita Terbaru

Aktivitas cucian pasir kuarsa di Kecamatan Jenu Tuban yang dinilai mencemari sungi yang ada  di lingkungan sekitar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

DPRD Tuban Desak Penindakan Tegas Limbah Pasir Kuarsa di Jenu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 04:33 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id