Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Polresta Tuban Terkesan Tutup Mata Kasus Laka SR

- Reporter

Selasa, 22 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban. Insiden yang menimpa seorang siswa di lingkungan asrama memicu polemik setelah muncul perbedaan keterangan dari sejumlah pihak, disertai sorotan terhadap lambannya respons aparat kepolisian, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Tuban. Insiden yang menimpa seorang siswa di lingkungan asrama memicu polemik setelah muncul perbedaan keterangan dari sejumlah pihak, disertai sorotan terhadap lambannya respons aparat kepolisian, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Polresta Tuban diduga menutup mata terhadap kasus kecelakaan (Laka) dengan kurban siswa Kelas XI Sekolah Rakyat (SR) setempat. Dalam peristiwa hari Rabu (16/09/2026) pukul 16.00 itu, seorang siswa berinisial DR dirawat di RSNU Tuban.

Praktis sejak tragedi hingga Selasa (22/09/2026), jajaran Polresta Tuban belum tampak aktivitas memproses dugaan runtuhnya material bangunan pelindung jendela asrama SR itu.

Kasi Humas Polres Tuban Iptu M Iksan saat dikonfirmasi Liputansatu.id pada Jumat (18/09/2026 malam mengatakan, akan meneruskan informasi peristiwa tersebut ke unit operasional terkait.

“Sudah kami sampaikan, Mas, namun belum ada respons dari unit yang membidangi,” ujar M Iksan saat dikonfrontir ulang via sambungan telepon pada hari Sabtu (19/09/2026) malam.

Sedangkan pada Senin (21/09/2026) sore, pihak Polresta menyatakan, telah mengecek peristiwa tersebut melalui Polsek Kota Tuban. Pihak Polsek menyatakan tidak mengetahui peristiwa di komplek SR Tuban tersebut.

“Kami sudah melakukan cek ke Polsek Kota Tuban, dan hasilnya mereka tidak mengetahui kejadian itu, serta sama sekali tidak menerima laporan resmi. Namun mohon waktunya agar kami teruskan langsung ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polresta Tuban,” pungkasnya saat dikonfirmasi kembali.

Upaya penelusuran mendalam oleh Tim Liputansatu.id menemukan adanya kejanggalan dari penyebab kunci milik kurban DR. Apalagi kunci tersebut berada di atas struktur bangunan.

Dalam pernyataan awal, Kepala SR Tuban, Vera Khairun Nissa, mengatakan, kunci milik korban “terlempar” ke atas kanopi  sebelum akhirnya korban berinisiatif meraihnya sendiri secara mandiri, tanpa menggunakan tangga bantu.

Informasi tersebut langsung patah oleh keterangan Koordinator Wilayah PT Waskita Karya Tuban, Agus Saputra. Pihak kontraktor pelaksana ini justru membeberkan fakta bahwa kunci tersebut sengaja “dilempar” oleh rekan korban sesama siswa.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3MD) Kabupaten Tuban, Sugeng Purnomo, menyatakan, kunci milik siswa tersebut “jatuh dan terlempar” di bagian atas jendela.

Ia mencoba meluruskan simpang siur mengenai kondisi jatuhnya korban setelah menerima laporan resmi dari pihak manajemen SR. Mantan Camat Kerek itu menegaskan, korban sebenarnya tidak tertimpa material struktur secara utuh.

“Bukan tertimpa. Informasi yang saya dapatkan dari SR, siswa terjatuh saat hendak mengambil kunci yang jatuh dan terlempar,” kata Sugeng.

Ia tambahkan, setelahnya korban yang berniat mengambilnya itu terjatuh dan terkena rontokan pecahan cor. Serta terserempet bagian kanopi di atas jendela.

“Pihak sekolah juga menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak PT Waskita Karya,” terang Sugeng saat dikonfirmasi   Liputansatu.id.

Menurutnya, tata kelola dan pertanggungjawaban manajemen SR tidak berdiri tunggal di bawah instansinya semata. Ia melihat ada kompleksitas masalah yang harus diurai secara komprehensif. Baik dari sisi kelaikan konstruksi bangunan proyek, maupun faktor psikososial pendidikan para siswa di dalam lingkungan asrama.

“Kami kemarin sudah meminta kepada pihak SR agar segera melaporkan insiden ini ke kantor pusat,” ujarnya.

Ditegaskan pula, jika dalam penelusuran  ditemukan indikasi perundungan maupun bullying antar-siswa, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang berwenang.

Sementara itu, diperoleh informasi pihak keluarga korban saat ini diduga mendapat tekanan dan intimidasi psikologis dari oknum tertentu dari  lingkungan sekolah. Dugaan tersebut terjadi pasca viralnya pemberitaan terhadap kasus ini di media massa. (Aj)

Berita Terkait

El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban
30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu
Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja
Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik
Kekeringan Ekstrem, 28 Desa di Tuban Bergantung Droping Air
LP2B Sumberejo Kulon Disorot, DPRD Tulungagung Minta Pengawasan Diperketat
Wakapolresta Tuban Resmi Dijabat AKBP, Windy Syafutra Gantikan Kompol Supiyan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:11 WIB

El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:25 WIB

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi anak tenggelam

Peristiwa

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Okt 2026 - 18:36 WIB

Kantor Kepala Desa Purworejo (gambar : ist.)

Daerah

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Senin, 5 Okt 2026 - 18:25 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu