SITUBONDO — Polres Situbondo memastikan bahan bakar minyak (BBM) yang dijual di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayahnya murni dan tidak tercampur air. Kepastian itu diperoleh setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) melakukan inspeksi mendadak di beberapa SPBU.
Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang menduga adanya BBM tercampur air hingga menyebabkan mesin kendaraan mati setelah pengisian.
“Kami melakukan sidak di beberapa SPBU, salah satunya di Jalan Basuki Rahmat, Kecamatan Panji. Hasilnya, seluruh BBM yang kami periksa dipastikan murni tanpa campuran air,” ujar Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, Rabu (5/11/2025).
Agung menegaskan, inspeksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab kepolisian untuk memastikan kualitas dan keamanan BBM yang beredar di masyarakat.
“Alhamdulillah, dari hasil pengecekan di beberapa SPBU, semuanya dalam kondisi baik. Tidak ditemukan BBM yang tercampur air,” katanya.
Sementara itu, Pengawas SPBU Panji, Heriyanto, menuturkan bahwa pihaknya menerapkan prosedur ketat untuk menjaga kualitas bahan bakar. Setiap lima jam sekali, petugas rutin memeriksa kondisi BBM di tangki timbun menggunakan dipstick dan pasta air guna mendeteksi kemungkinan adanya kandungan air.
“Kami juga melakukan uji pada dispenser menggunakan gelas ukur. Hasilnya, BBM kami terbukti murni,” jelasnya.
Heriyanto menambahkan, secara teknis, bensin dan solar memiliki sifat tidak dapat bercampur dengan air. Jika pun air masuk ke dalam tangki, maka zat tersebut akan mengendap di dasar karena memiliki massa jenis lebih tinggi.
“Dengan demikian, pasokan BBM di SPBU kami aman dan berkualitas,” ujarnya menegaskan.
Dengan hasil sidak ini, masyarakat Situbondo diimbau tidak perlu khawatir terhadap kualitas BBM yang dijual di SPBU wilayah setempat. Pemerintah dan aparat penegak hukum memastikan pengawasan mutu terus dilakukan secara berkala untuk menjaga kepercayaan konsumen. (Fia).
Editor : Kief












