TUBAN- Setelah insiden ambruknya proyek senilai Rp1,9 miliar di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, kini sorotan publik kembali tertuju pada proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Dusun Ngampon, Desa Jati, Kecamatan Soko. Proyek senilai Rp2,3 miliar ini mengalami kerusakan parah setelah tidak mampu menahan derasnya aliran air.
Proyek Irigasi di Tuban Rusak, Diduga Kualitas Pengerjaan Kurang Maksimal
Berdasarkan informasi dari situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Tuban, proyek ini mencakup pemasangan beton dan L-Shape sepanjang 1.490 meter, lima bangunan sadap, satu bendung, satu pintu air, serta enam mistar ukur. Proyek tersebut dikerjakan oleh CV Santara Indotama, yang berlokasi di Dusun Ngablak, Desa Ngablak, Kecamatan Ndander, Kabupaten Bojonegoro, dengan anggaran sebesar Rp2.339.192.080.
Namun, hasil pantauan LiputanSatu.id pada Minggu (16/2/2025) menunjukkan kondisi proyek yang sangat memprihatinkan. Pembangunan irigasi yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD 2024 ini terlihat belum selesai. Terputusnya pemasangan beton L-Shape tanpa adanya bekas runtuhan mengindikasikan proyek ini mungkin belum dikerjakan sepenuhnya.
Seorang warga setempat membenarkan bahwa pengerjaan proyek ini sudah berlangsung lama, namun di beberapa titik saluran irigasi sudah mengalami kerusakan.
“Kawitan wes suwe mas, lali ulane. Wes akeh seng jungkur kyok ra tenanan oleh e mergawe”, ungkapnya dalam bahasa Jawa, yang berarti proyek ini sudah lama dimulai, tetapi banyak yang sudah runtuh dan dikerjakan dengan kurang serius.
Baca juga: Proyek Rp1,98 Miliar di Tuban Ambruk, Pemuda Pancasila Soroti Dugaan Kesalahan Perencanaan
Dinas PUPR Tuban: Proyek Selesai, Tapi Ada Kerusakan
Menanggapi kondisi proyek ini, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman (PUPR-PRKP) Kabupaten Tuban, Ichwan Sulistyo, menyatakan bahwa rehabilitasi jaringan irigasi Ngampon telah selesai sesuai kontrak. Namun, ia mengakui adanya beberapa titik yang mengalami kerusakan akibat faktor cuaca, serupa dengan ambruknya L-gutter di Desa Maibit.
“Sudah selesai, tetapi memang ada beberapa titik yang mengalami kerusakan karena faktor cuaca. Kami sudah meminta pihak pelaksana untuk segera memperbaiki karena masih dalam masa pemeliharaan,” ujar Ichwan Sulistyo pada Senin (17/2/2025).
Terkait dugaan adanya titik proyek yang terputus tanpa pemasangan beton dan L-Shape, Ichwan berjanji akan melakukan pengecekan ulang ke lapangan.
“Ya, nanti akan dicek lagi di lapangan,” tambahnya.
Hingga berita ini diterbitkan, tim LiputanSatu.id masih berupaya mendapatkan konfirmasi dari pihak pelaksana CV Santara Indotama.(Aj)
Editor : Mukhyidin khifdhi












