Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

- Reporter

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memberikas vaksin terhadap sapi yang terpapar PMK di Situbondo,jumat (03/01/2025),(Ist).

Petugas memberikas vaksin terhadap sapi yang terpapar PMK di Situbondo,jumat (03/01/2025),(Ist).

SITUBONDO, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Situbondo menjadi perhatian serius. Hingga Jumat (3/1/2025), tercatat puluhan sapi ternak terpapar penyakit tersebut.

Namun, masyarakat diminta untuk tidak panik. Pemerintah melalui petugas kesehatan hewan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan vaksinasi guna memutus rantai penyebaran PMK.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan (Disnakan) Situbondo, Sulistiyani, mengungkapkan bahwa 82 ekor sapi menunjukkan gejala yang mengarah pada PMK. Kasus ini tersebar di beberapa wilayah di Situbondo.

“Kami menerima laporan secara keseluruhan bahwa ada 82 sapi yang diduga terjangkit PMK. Saat ini, kami masih mendata lokasi spesifik dari kasus-kasus tersebut,” jelas Sulistiyani.

Lebih lanjut, Sulis—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Tim kesehatan hewan telah melakukan langkah penanganan, termasuk pengecekan langsung ke lapangan serta pemberian vaksin untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Sabtu lalu, kami turun ke Desa Pokaan setelah mendapatkan laporan banyak sapi yang sakit. Kami memastikan apakah penyebabnya adalah PMK, sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan,” ungkapnya.

Baca juga: Tanggul Jebol di Situbondo Akibatkan Kemacetan Jalur Pantura

Ia juga menambahkan bahwa vaksinasi untuk ternak sapi dilakukan secara bertahap sebagai langkah preventif. Selain itu, Sulis mengimbau para peternak untuk lebih aktif memantau kesehatan hewan ternak mereka.

“Kami meminta peternak segera melapor ke puskeswan atau dinas terkait jika ada ternak yang sakit. Jangan menunggu kondisi memburuk, karena hal itu bisa memperlambat penanganan,” tutupnya.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Tahap Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Pencurian Patung Dewa Klenteng Kwan Sing Bio
Rp50 Juta untuk Jadi Sopir Tangki di Tuban? DPRD Minta Pertamina Jelaskan
Anggaran Capai Rp 13 Miliar, Gedung Baru PN Tuban Tak Kunjung Difungsikan
RDP DPRD Situbondo Bongkar Polemik Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005
Warga Geruduk Balai Desa Menyunyur, Protes Jalan Rusak Akibat Truk Urukan KDMP Tuban
Sekolah Akui Lalai, Kasus Perundungan di SMP Tuban Coreng Predikat Kabupaten Layak Anak
Kasus Perundungan Siswa SMP di Tuban, Muncul Korban Baru
Festival Alam Lestari RPS Tuban Jadi Aksi Nyata Jaga Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 19:40 WIB

Tahap Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Pencurian Patung Dewa Klenteng Kwan Sing Bio

Selasa, 21 April 2026 - 19:08 WIB

Rp50 Juta untuk Jadi Sopir Tangki di Tuban? DPRD Minta Pertamina Jelaskan

Senin, 20 April 2026 - 21:16 WIB

Anggaran Capai Rp 13 Miliar, Gedung Baru PN Tuban Tak Kunjung Difungsikan

Senin, 20 April 2026 - 19:59 WIB

RDP DPRD Situbondo Bongkar Polemik Rekrutmen Relawan SPPG Besuki 005

Senin, 20 April 2026 - 11:44 WIB

Sekolah Akui Lalai, Kasus Perundungan di SMP Tuban Coreng Predikat Kabupaten Layak Anak

Berita Terbaru

Lokasi kecelakaan di Jalan Merakurak Kerek Tuban tepatnya di Desa Sumberarum menewaskan pekerja PT Semen Indonesia Group,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Tragis! Pekerja PT Semen Indonesia Tewas Tertabrak Pickup

Selasa, 21 Apr 2026 - 19:34 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id