Promo

Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

- Reporter

Jumat, 3 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas memberikas vaksin terhadap sapi yang terpapar PMK di Situbondo,jumat (03/01/2025),(Ist).

Petugas memberikas vaksin terhadap sapi yang terpapar PMK di Situbondo,jumat (03/01/2025),(Ist).

SITUBONDO, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Situbondo menjadi perhatian serius. Hingga Jumat (3/1/2025), tercatat puluhan sapi ternak terpapar penyakit tersebut.

Namun, masyarakat diminta untuk tidak panik. Pemerintah melalui petugas kesehatan hewan telah mengambil langkah cepat dengan melakukan vaksinasi guna memutus rantai penyebaran PMK.

Kabid Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan (Disnakan) Situbondo, Sulistiyani, mengungkapkan bahwa 82 ekor sapi menunjukkan gejala yang mengarah pada PMK. Kasus ini tersebar di beberapa wilayah di Situbondo.

“Kami menerima laporan secara keseluruhan bahwa ada 82 sapi yang diduga terjangkit PMK. Saat ini, kami masih mendata lokasi spesifik dari kasus-kasus tersebut,” jelas Sulistiyani.

Lebih lanjut, Sulis—sapaan akrabnya—menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Tim kesehatan hewan telah melakukan langkah penanganan, termasuk pengecekan langsung ke lapangan serta pemberian vaksin untuk mencegah penularan lebih lanjut.

“Sabtu lalu, kami turun ke Desa Pokaan setelah mendapatkan laporan banyak sapi yang sakit. Kami memastikan apakah penyebabnya adalah PMK, sekaligus melakukan penyemprotan disinfektan,” ungkapnya.

Baca juga: Tanggul Jebol di Situbondo Akibatkan Kemacetan Jalur Pantura

Ia juga menambahkan bahwa vaksinasi untuk ternak sapi dilakukan secara bertahap sebagai langkah preventif. Selain itu, Sulis mengimbau para peternak untuk lebih aktif memantau kesehatan hewan ternak mereka.

“Kami meminta peternak segera melapor ke puskeswan atau dinas terkait jika ada ternak yang sakit. Jangan menunggu kondisi memburuk, karena hal itu bisa memperlambat penanganan,” tutupnya.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee