Tuban — Hujan deras yang turun lebih dari satu jam pada Senin (08/12/2025) sore mendadak berubah menjadi kepanikan massal. Di wilayah Kecamatan Semanding, suara gemuruh disusul hembusan angin berputar membuat warga keluar rumah sambil menyelamatkan barang-barang penting. Dalam hitungan menit, atap rumah beterbangan, pohon tumbang menutup jalan, dan puluhan rumah mengalami kerusakan.
Bencana puting beliung yang terjadi pukul 15.00 WIB ini dinilai sebagai salah satu kejadian paling luas yang menimpa wilayah Semanding sepanjang tahun ini.
Warga Sempat Panik: “Atap Rumah Terangkat Seperti Kertas”
Sejumlah warga mengaku angin datang mendadak setelah hujan intensitas tinggi. Suara angin kencang membuat warga berhamburan keluar rumah.
BPBD Tuban mencatat tujuh desa dan satu kelurahan terdampak. Kepala Pelaksana BPBD Tuban, Sudarmaji, menyebut angin berputar mengenai beberapa titik secara bersamaan.
“Angin puting beliung muncul setelah hujan dengan intensitas tinggi. Dampaknya cukup luas, terutama di Kecamatan Semanding,” jelasnya, Selasa (09/12/2025).
BPBD menegaskan bahwa data masih sementara dan akan diperbarui setelah verifikasi lapangan.
Tegalagung Paling Parah: 44 Rumah Rusak, Pohon Besar Tumbang
Dari seluruh wilayah terdampak, Desa Tegalagung menjadi titik kerusakan terbesar, dengan 44 rumah mengalami kerusakan dan satu pohon besar tumbang.
Berikut persebaran kerusakan sementara:
• Tegalagung: 44 rumah rusak, 1 pohon tumbang
• Penambangan: 20 rumah rusak, 13 titik pohon tumbang
• Prunggahan Kulon: 11 rumah rusak, 1 rumah tertimpa pohon
• Prunggahan Wetan: 1 warung rusak, 3 titik pohon tumbang
• Semanding: 1 rumah terdampak
• Bektiharjo: 1 titik pohon tumbang
• Gedongombo: 1 pohon tumbang menutup akses jalan
Puluhan rumah yang rusak rata-rata mengalami kerusakan pada atap, genteng melorot, emper rumah roboh, hingga rangka kayu yang patah.
Sekolah dan Musala Ikut Rusak: Aktivitas Warga Terganggu
Bencana ini juga menghantam fasilitas umum. Sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bangunan kelas di SMA Negeri 2 Tuban, sementara sebuah musala di Dusun Cungkup, Desa Penambangan juga mengalami kerusakan.
Aktivitas warga sempat lumpuh karena beberapa akses jalan tertutup pohon tumbang. Suasana pascaperistiwa dipenuhi warga yang gotong-royong membersihkan material sambil menunggu bantuan lebih lanjut.
Tidak Ada Korban Jiwa, TRC BPBD Gerak Cepat di Lapangan
Meski kerusakan cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
“Alhamdulillah, tidak ada laporan korban,” tegas Sudarmaji.
Tim Reaksi Cepat (TRC) langsung diterjunkan untuk:
• mengidentifikasi kerusakan,
• membersihkan pohon tumbang,
• membuka akses jalan,
• dan berkoordinasi dengan perangkat desa serta relawan.
BPBD Siapkan Laporan Final, Pemulihan Mulai Diprioritaskan
BPBD merekomendasikan pendataan lanjutan dan kerja bakti di titik yang masih tertutup material. Laporan akhir akan disiapkan setelah seluruh data diverifikasi.
Pemerintah daerah diharapkan segera menyesuaikan langkah pemulihan, terutama bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat. (Az)
Editor : Kief












