Reses DPRD Tuban, Petani Desak Normalisasi Irigasi, Perbaikan Jalan, dan Akses Pupuk Bersubsidi

- Reporter

Senin, 17 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

anggota Komisi III DPRD Tuban, Luqmanul Hakim, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Tuban – Sejumlah persoalan infrastruktur dan kesejahteraan petani menjadi sorotan dalam agenda jaring aspirasi (reses) anggota Komisi III DPRD Tuban, Luqmanul Hakim, di Desa Padasan dan Karanglo, Kecamatan Kerek. Warga meminta pemerintah segera memberikan solusi atas persoalan klasik yang muncul setiap tahun.

Normalisasi Irigasi Mendesak Diperbaiki Jelang Musim Hujan

Memasuki musim hujan, petani Dusun Peron, Desa Padasan, mengaku khawatir terhadap derasnya arus air yang sering merusak lahan pertanian. Karyani, salah satu perwakilan petani, menyampaikan harapan agar saluran irigasi segera dinormalisasi.

“Arus air saat hujan sangat deras dan berpotensi merusak lahan. Kami berharap ada normalisasi irigasi segera,” ujarnya dalam reses, Sabtu (15/11/2025).

Selain irigasi, warga juga mengeluhkan akses jalan produksi hasil panen di area percil Pucangan yang sulit dilewati kendaraan. Jalan utama Padasan–Koro–Merakurak disebut rusak parah dan sering membahayakan pengendara.

“Jalan jelek, sering jeglong dan merusak ban motor kami. Tolong segera diperbaiki,” keluh warga.

Akses Pupuk Bersubsidi serta Bansos

Masalah pupuk bersubsidi turut mencuat dari warga Desa Karanglo. Suntari, perwakilan petani, mempertanyakan mengapa pupuk yang ingin mereka beli justru dipersulit distribusinya.

“Kita ini mau beli, bukan mau hutang. Kenapa dipersulit?” ujarnya dengan nada frustrasi.

Selain persoalan irigasi dan pupuk, warga Desa Padasan juga menyoroti Bantuan Sosial (Bansos) yang dinilai tidak tepat sasaran, sehingga memicu kecemburuan sosial di masyarakat.

DPRD Tuban Siap Kawal Aspirasi ke Lintas Komisi

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Luqmanul Hakim memastikan semua aspirasi akan ditampung dan dibahas bersama komisi lain serta dinas terkait.

“Kita akan tampung semua aspirasi masyarakat dan berkoordinasi dengan rekan komisi lain serta dinas terkait,” katanya.

Anggota DPRD Tuban dari Daerah Pemilihan (Dapil) 1 ini menegaskan fungsi DPRD sebagai wakil rakyat untuk mengawal apa yang dibutuhkan masyarakat. Namun keputusan eksekusi tetap berada pada pemerintah daerah.

“Akan kita sampaikan ke komisi lain dan dinas terkait. Masalah ada solusi atau tidak, kami serahkan ke pemerintah daerah,” jelasnya.

Luqman berharap pemerintah desa hingga kabupaten lebih aktif mendengar dan menyerap keluhan masyarakat, bukan hanya menunggu laporan masuk.

“Saya harap pemerintah harus mendengar apa yang dikeluhkan masyarakatnya. Pemerintah desa hingga kabupaten harus proaktif menyerap keluhan warga,” pungkasnya. (Aj)

Editor : Kief

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version