Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

- Reporter

Jumat, 1 Mei 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Terlihat warga saat menikmati suasana dan pertunjukan UMKM pada momen Kirab Kimsin di Klenteng Kwan Sing Bio, (Assayid/Liputansatu.id).

Tuban – Meski izin keramaian dari pihak kepolisian belum turun, rangkaian kegiatan kirab kimsin di Kelenteng Kwan Sing Bio tetap berlangsung. Ribuan warga dan umat memadati salah satu kelenteng terbesar di Asia Tenggara tersebut pada Jumat (01/05/2026).
Sejak pukul 08.00 WIB, suasana di lokasi sudah ramai. Ratusan pedagang mulai menata lapak, sementara pengunjung berdatangan untuk mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan pentas musik di area belakang kelenteng sekitar pukul 09.00 WIB.

Agenda Digelar untuk Uji Antusiasme Usai Vakum Panjang

Inisiator kegiatan, Go Tjong Ping, menyebut agenda ini bertujuan menghidupkan kembali aktivitas kelenteng setelah sempat vakum cukup lama.
“Acara ini bukan peringatan hari apa-apa. Selama 14 tahun ini sempat ada konflik, jadi sekarang tujuannya untuk mengetes antusias masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi indikator awal untuk melihat potensi kebangkitan event budaya di kawasan tersebut.

Kirab Kimsin Terancam Batal, Peserta Menyusut Drastis

Meski kegiatan tetap berjalan, rencana utama berupa kirab kimsin masih belum mendapatkan izin. Dampaknya, jumlah kimsin yang hadir menurun drastis.
Dari rencana awal ratusan peserta dari berbagai daerah, kini hanya sekitar 15 kimsin yang dipastikan ikut.
“Untuk kirab rencana dilakukan Minggu (3/5/2026) nanti apabila memungkinkan. Tapi saat ini saya belum bisa memastikan bisa terlaksana,” jelasnya.

Perizinan Dinilai Tidak Sinkron

Go Tjong Ping mengaku kebingungan dengan kondisi perizinan yang dinilai tidak sejalan antar pihak.
“Sebagai warga Tuban saya bingung, yang satu mengizinkan tapi yang lain melarang,” keluh pria yang akrab disapa Pak Ping tersebut.
Ia menambahkan, jika izin kirab di jalan nasional maupun kabupaten tidak keluar, maka seluruh kegiatan akan dipusatkan di dalam area kelenteng.

Antusiasme Tinggi, Tapi Ada Kekhawatiran

Di tengah polemik tersebut, minat masyarakat tetap tinggi. Warga lokal hingga pengunjung dari luar daerah terus memadati area kelenteng sepanjang hari.
Namun, sebagian pengunjung mengaku masih menyimpan kekhawatiran terkait potensi gesekan, mengingat adanya insiden yang pernah terjadi di masa lalu.

Dampak Ekonomi Jadi Pertimbangan

Selain aspek budaya, kegiatan ini juga dinilai memiliki dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi.
Go Tjong Ping berharap kirab tetap bisa digelar agar kepercayaan masyarakat tidak menurun dan aktivitas ekonomi tetap bergerak.
“Kalau ini batal, kepercayaan masyarakat bisa turun dan UMKM terdampak. Tapi kalau berjalan lancar, ke depan pasti akan membawa dampak positif,” pungkasnya. (Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal
Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh
Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek
Kapolres Tuban Baru Tahu Ada Tiga Korban, Kasus Perundungan Siswa Naik Penyidikan

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version