Ribuan Wisatawan Rayakan Tahun Baru 2026 dengan Festival Cahaya Laut di Pantai Pasir Putih Situbondo

- Reporter

Kamis, 1 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengunjung menerbangkan lampion saat perayaan Festival Cahaya Laut dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Pengunjung menerbangkan lampion saat perayaan Festival Cahaya Laut dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026 di kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Ribuan pengunjung memadati kawasan wisata Pantai Pasir Putih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, untuk merayakan malam pergantian Tahun Baru 2026 dengan cara yang berbeda. Tepat pukul 00.00 WIB, ratusan lampion diterbangkan ke udara, menciptakan pemandangan spektakuler dengan cahaya lampion yang berpadu dengan debur ombak laut.
Perayaan tersebut dikemas dalam tajuk “Festival Cahaya Laut”, sebuah event perdana yang langsung menyedot perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah.

1.539 Pengunjung Hadiri Event Perdana Festival Lampion

Berdasarkan data panitia, sebanyak 1.539 pengunjung tercatat mengikuti Festival Cahaya Laut. Peserta tidak hanya berasal dari Situbondo, tetapi juga datang dari berbagai daerah seperti Jember, Bondowoso, hingga Banyuwangi, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap konsep perayaan malam tahun baru yang unik.
Kawasan Pantai Pasir Putih pun tampak penuh sesak sejak sore hari, dengan pengunjung menunggu momen puncak pelepasan lampion menjelang tengah malam.

Camat Bungatan: Festival Cahaya Laut Pertama di Situbondo

Camat Bungatan, Yogie Kripsian Syah, mengatakan bahwa Festival Cahaya Laut merupakan event pertama yang digelar di Situbondo dengan konsep pelepasan lampion massal di kawasan pantai.
“Ini merupakan event baru di Situbondo karena sebelumnya belum pernah ada pesta lampion. Dengan tema Festival Cahaya Laut, kami ingin menghadirkan suasana malam tahun baru yang berbeda sekaligus menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap Pantai Pasir Putih,” ujar Yogie, Kamis (01/01/2026).
Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi upaya mendorong pengembangan sektor pariwisata lokal, khususnya destinasi unggulan Pantai Pasir Putih.

Mengusung Nilai Sosial, Sebagian Hasil Lampion Didonasikan

Selain sebagai hiburan, Festival Cahaya Laut juga mengandung nilai kemanusiaan. Yogie menjelaskan, sebagian dana hasil penjualan lampion akan didonasikan kepada korban banjir di Pulau Sumatera.
“Pengunjung tidak hanya menikmati malam tahun baru dengan penuh kebahagiaan, tetapi juga ikut berdonasi untuk kemanusiaan,” ungkapnya.
Konsep wisata berbasis hiburan dan sosial ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.

Pengunjung Rela Menginap Demi Momen Spesial

Salah satu pengunjung asal Jember, Sadam Putra (23), mengaku sengaja datang bersama keluarganya setelah mengetahui informasi festival melalui media sosial.
“Awalnya lihat di media sosial dan langsung tertarik karena ingin merasakan malam tahun baru yang berbeda. Ternyata menerbangkan lampion di pinggir pantai itu seru sekali. Kami bahkan rela menginap di sini,” katanya.
Ia menilai momen menerbangkan lampion bersama keluarga menjadi pengalaman yang sangat berkesan dalam menyambut tahun baru.

Diharapkan Jadi Agenda Tahunan Pariwisata Situbondo

Dengan antusiasme pengunjung yang tinggi, Festival Cahaya Laut
diharapkan dapat menjadi agenda tahunan sekaligus ikon baru pariwisata Situbondo, khususnya di kawasan Pantai Pasir Putih.
Pemerintah kecamatan dan pihak terkait pun berencana melakukan evaluasi agar event serupa dapat digelar lebih besar dan lebih tertata pada tahun-tahun mendatang. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir
Rutan Situbondo Awali 2026 dengan Renovasi Kamar Hunian WBP
Warga Montong Tuban Keluhkan Demam dan Nyeri Sendi Mirip Gejala Chikungunya
Wisata Kambang Putih Tuban Park, Ikon yang Terlupa di Tengah Gencarnya Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Kamis, 8 Januari 2026 - 11:44 WIB

Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:01 WIB

Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:51 WIB

Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee