Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Rumah Tua dan Instalasi Listrik Lama, Kebakaran Jadi Alarm Sunyi di Permukiman Desa

- Reporter

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya , (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya , (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kebakaran yang melalap rumah seorang lansia berusia 80 tahun di Dusun Banyuurip, Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Rabu pagi (24/12/2025), bukan sekadar musibah biasa. Peristiwa ini menjadi alarm sunyi bagi warga desa tentang bahaya instalasi listrik lama di rumah-rumah tua yang masih banyak ditemui di wilayah pedesaan.
Rumah milik Bejo (80), yang sebagian besar berbahan kayu, dilalap api saat dalam kondisi kosong. Kebakaran tersebut menimbulkan kerugian materiil cukup besar dan nyaris mengancam permukiman di sekitarnya.

Api Muncul Saat Rumah Kosong

Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 09.10 WIB. Kepulan asap tebal terlihat keluar dari bagian belakang rumah korban dan menarik perhatian warga sekitar.
Kapolsek Senori, IPTU Sudjarwo, menjelaskan bahwa salah satu saksi, Iman Feriza (38), awalnya mencurigai asap yang muncul dari rumah tersebut. Setelah dicek, rumah diketahui dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang keluar.
“Rumah dalam keadaan kosong. Saksi kemudian berteriak meminta bantuan warga sekitar,” ungkap IPTU Sudjarwo.

Warga Berupaya Padamkan Api Secara Manual

Menyadari bahaya yang mengancam permukiman sekitar, warga setempat langsung berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Upaya cepat tersebut dilakukan sembari melaporkan kejadian ke Polsek Senori.
Langkah warga dinilai krusial untuk mencegah api merembet ke rumah lain, mengingat jarak antarrumah di kawasan tersebut cukup berdekatan dan sebagian besar bangunan masih berbahan kayu.
Petugas kepolisian dan perangkat desa turut membantu proses pemadaman sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.

Kerugian Capai Rp40 Juta, Dugaan Korsleting Listrik

IPTU Sudjarwo memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kondisi bangunan rumah mengalami kerusakan cukup parah.
“Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp40 juta. Untuk penyebab pasti masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada korsleting listrik,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban, Siswanto, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.00 WIB. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.30 WIB.
“Api pokok berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.30 WIB, kemudian dilanjutkan proses pembasahan hingga pukul 11.05 WIB,” jelas Siswanto.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Tuban mengerahkan satu armada dari Pos Singgahan. Proses pemadaman juga mendapat dukungan satu unit armada dari Damkar Bojonegoro serta satu unit bantuan dari Pertamina Cepu.

Rumah Tua dan Instalasi Lama Jadi Ancaman Tersembunyi

Berdasarkan data petugas, luas area yang terbakar mencapai sekitar 15 x 15 meter, dengan luas bangunan sekitar 15 x 30 meter. Dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik.
Peristiwa ini menyoroti kondisi rumah-rumah tua di pedesaan yang umumnya masih menggunakan instalasi listrik lama serta material bangunan yang mudah terbakar. Tanpa perawatan dan pengecekan berkala, kondisi tersebut berpotensi menjadi sumber kebakaran yang membahayakan penghuni maupun lingkungan sekitar.
Kejadian di Banyuurip menjadi peringatan bagi masyarakat dan pemerintah desa agar lebih memperhatikan keamanan instalasi listrik, khususnya di rumah warga lanjut usia, guna mencegah musibah serupa terulang di kemudian hari. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek
Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian
Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi
Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan
Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan
Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:31 WIB

Harga Beton Diprediksi Naik 20 Persen , Kontraktor Hitung Ulang Anggaran Proyek

Selasa, 16 Juni 2026 - 19:13 WIB

Puluhan Hektare Jagung Terancam Gagal Panen, UPTD Kerek Siapkan Langkah Pengendalian

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id