Salwa, Perenang Cilik Asal Tuban Juara Jawa Timur, Kini Siap Berlaga di Tingkat Nasional

- Reporter

Jumat, 3 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Salwa Kaysa Adnafika (tengah) berfoto bersama pelatih, keluarga, dan tim usai meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang renang putri tingkat Provinsi Jawa Timur di GOR Delta Sidoarjo. Prestasi tersebut mengantarkan siswi UPT SDN Tasikmadu 1 Tuban itu menjadi wakil Jawa Timur pada O2SN tingkat nasional, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Tidak ada yang menyangka, keputusan sederhana sepasang orang tua memasukkan putrinya ke klub renang agar tidak lagi takut air justru menjadi awal lahirnya seorang atlet berprestasi.
Adalah Salwa Kaysa Adnafika (11), siswi kelas IV UPT SDN Tasikmadu 1 Kabupaten Tuban, yang berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih Juara I Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang renang putri tingkat Provinsi Jawa Timur. Prestasi tersebut mengantarkannya menjadi wakil Jawa Timur pada O2SN tingkat nasional.
Gelar juara itu diraih Salwa dalam ajang O2SN SD yang digelar di Kolam Renang GOR Delta Sidoarjo, Selasa (30/6/2026). Atlet binaan Megalodon Aquatic Club Tuban (MACT) tersebut berhasil mengungguli para perenang terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Dari Takut Air Menjadi Juara Jawa Timur

Di balik medali emas yang kini diraihnya, tersimpan kisah perjuangan yang sederhana namun menginspirasi.
Sang ayah, Rusmiyadi, mengenang bahwa dirinya bersama sang istri, Yani, tidak pernah membayangkan putrinya akan menjadi atlet.
“Kami memasukkan Salwa ke klub renang hanya supaya dia tidak takut air. Sama sekali tidak terpikir suatu hari bisa menjadi juara provinsi, apalagi mewakili Jawa Timur ke tingkat nasional,” kenangnya.
Seiring waktu, bakat Salwa mulai terlihat. Latihan yang awalnya hanya bertujuan mengenalkan air berubah menjadi rutinitas yang dijalani dengan disiplin tinggi.

Disiplin Latihan Berbuah Prestasi

Di usianya yang masih 11 tahun, Salwa mampu membagi waktu antara sekolah, belajar, latihan, menjaga pola makan, hingga beristirahat dengan cukup.
Kerja keras itu akhirnya membuahkan hasil. Saat namanya diumumkan sebagai juara O2SN Jawa Timur, ia mengaku sempat tidak percaya.
“Saya senang sekali. Tidak menyangka bisa juara satu dan mendapat kesempatan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional,” ujarnya.
Bagi Salwa, lawan terberat bukan hanya peserta dari daerah lain, melainkan dirinya sendiri. Ia terus berusaha memecahkan catatan waktu terbaik (personal best) yang menjadi target latihan bersama pelatih.
Target tersebut akhirnya berhasil dilampaui dan mengantarkannya menjadi perenang terbaik tingkat SD se-Jawa Timur.

Dukungan Keluarga Menjadi Kekuatan

Di balik pencapaiannya, Salwa mengaku mendapat semangat dari banyak orang.
Mulai dari kedua orang tua, para pelatih, guru, teman-teman, hingga hewan peliharaan kesayangannya.
“Orang tua, kakak-kakak pelatih, guru, teman-teman, bahkan kucing dan ikan cupang saya juga jadi penyemangat,” ucapnya sambil tersenyum.
Kini, mimpi Salwa semakin besar. Ia ingin terus berprestasi hingga mampu tampil di ajang internasional, termasuk ASEAN School Games. Sosok perenang dunia asal Amerika Serikat, Katie Ledecky, menjadi inspirasinya untuk terus berkembang.

Orang Tua: Prestasi Lahir dari Proses Panjang

Rusmiyadi mengakui perjalanan menuju prestasi tersebut tidaklah mudah. Ia harus membagi waktu antara pekerjaan dengan mendampingi putrinya berlatih maupun mengikuti berbagai kejuaraan.
Namun, seluruh pengorbanan itu terasa sepadan ketika melihat Salwa mampu mengharumkan nama Tuban dan Jawa Timur.
“Dukungan orang tua sangat penting. Anak akan merasa lebih percaya diri kalau tahu selalu ada yang mendukung di belakangnya,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para pelatih Megalodon Aquatic Club Tuban, pihak sekolah, guru, keluarga besar, serta masyarakat yang terus memberikan doa dan dukungan.
“Prestasi ini bukan hanya hasil kerja keras Salwa, tetapi juga hasil dukungan banyak pihak yang selalu percaya dan mendampinginya,” imbuhnya.

Siap Membawa Nama Jawa Timur di Tingkat Nasional

Perjalanan Salwa menjadi bukti bahwa prestasi besar sering kali berawal dari langkah yang sederhana. Keinginan orang tua agar anaknya tidak lagi takut air kini telah mengantarkan seorang gadis kecil asal Tuban menjadi juara Jawa Timur dan bersiap membawa nama provinsi di ajang O2SN tingkat nasional.
Keluarga berharap Salwa tetap rendah hati, terus berlatih, dan suatu hari nanti mampu mengibarkan Merah Putih di panggung internasional. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa ketika bakat anak dikenali sejak dini dan didukung secara konsisten, mimpi yang semula terasa jauh dapat perlahan menjadi kenyataan. (Az)

Berita Terkait

Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara
Penurunan Kualitas Gedung Baru Puskesmas Merakurak Perlu Uji Teknis, DPRD Tuban Siap Turun
Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan
Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak
Kasus Dugaan Penjualan TKD Talangkembar:  Inspektorat Tuban Masih Hitung Kerugian Negara
Kejari Tuban Akui Kajari dan Kasi Pidum Jalani Pemeriksaan Disiplin
Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 20:47 WIB

Salwa, Perenang Cilik Asal Tuban Juara Jawa Timur, Kini Siap Berlaga di Tingkat Nasional

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:37 WIB

Puluhan Jabatan Strategis di Pemkab Tuban Masih Kosong, Bupati Lindra Buka Suara

Kamis, 2 Juli 2026 - 23:25 WIB

Penurunan Kualitas Gedung Baru Puskesmas Merakurak Perlu Uji Teknis, DPRD Tuban Siap Turun

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:13 WIB

Warga Soko Tuban Ditemukan Meninggal di Rumah, Polisi Ungkap Hasil Pemeriksaan

Kamis, 2 Juli 2026 - 19:02 WIB

Ironi Gedung PN Tuban Rp13,5 Miliar, Belum Dipakai Tapi Sudah Mulai Rusak

Berita Terbaru

Exit mobile version