Service AC Berujung Petaka, Teknisi Alami Patah Tulang dan Gangguan Pendengaran

- Reporter

Selasa, 14 Juli 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Bangunan tempat ibadah di Tulungagung yang menjadi lokasi ledakan AC saat diperbaiki hingga menyebabkan teknisi mengalami patah tulang dan gangguan pendengaran, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tulungagung – Sebuah kecelakaan kerja yang menimpa teknisi pendingin ruangan (AC) di Kabupaten Tulungagung menyisakan dampak serius. Seorang teknisi bernama Suyadi mengalami patah tulang lengan kiri, robek gendang telinga, hingga kerugian materiil jutaan rupiah setelah terjadi ledakan saat proses perbaikan AC di salah satu tempat ibadah yang menjadi ikon di daerah tersebut pada April 2026.
Hingga kini, Suyadi mengaku belum dapat kembali bekerja sebagai teknisi AC karena masih menjalani pemulihan pascaoperasi dan mengalami gangguan pendengaran akibat insiden tersebut.

Ledakan Terjadi Saat Proses Perbaikan Berlangsung

Berdasarkan penuturan Suyadi, saat kejadian ia bersama seorang rekannya sedang melakukan pemeriksaan kebocoran pada unit AC di kamar ustadz menggunakan tekanan gas nitrogen sekitar 500 psi.
Saat proses perbaikan berlangsung, penutup indoor AC masih dalam keadaan terbuka, sementara tangga kerja masih terpasang tepat di bawah unit. Menurutnya, pekerjaan belum selesai ketika unit AC diduga tiba-tiba dinyalakan.
“Posisi penutup AC masih terbuka dan kami masih bekerja. Tiba-tiba AC dinyalakan, lalu langsung meledak,” ujar Suyadi.
Ledakan tersebut mengakibatkan Suyadi terjatuh dan mengalami patah tulang lengan kiri serta robek gendang telinga yang menyebabkan kemampuan pendengarannya menurun. Rekannya juga mengalami luka bakar kategori sedang serta robek gendang telinga akibat kerasnya ledakan.

Selain mengalami luka fisik, Suyadi mengaku harus menanggung kerugian materiil karena sejumlah peralatan kerjanya rusak akibat ledakan.
Peralatan yang rusak meliputi tangga teleskopik, pipa AC sepanjang enam meter, freon, manometer (manifold gauge), hingga regulator nitrogen. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp5 juta.

Mengaku Belum Ditemui Pihak yang Diduga Menyalakan AC

Usai kejadian, Suyadi memperoleh penanganan medis yang difasilitasi oleh salah seorang jamaah masjid.
Namun demikian, ia mengaku kecewa karena hingga saat ini belum ada pihak yang diduga menyalakan AC ketika proses perbaikan berlangsung yang datang secara langsung untuk menemui ataupun menanyakan kondisi kesehatannya.
Akibat cedera yang dialaminya, Suyadi menyebut aktivitasnya sebagai teknisi AC praktis terhenti. Selain masih menjalani masa pemulihan setelah operasi tulang, ia juga mengaku masih mengalami gangguan pendengaran yang memengaruhi pekerjaannya.

Pihak Keamanan Sampaikan Versi Berbeda

Di sisi lain, dalam peristiwa tersebut sempat berkembang anggapan bahwa petugas keamanan tempat ibadah tidak memberikan informasi mengenai adanya pekerjaan perbaikan AC.
Namun berdasarkan keterangan pihak keamanan, sebelum teknisi memasuki ruangan mereka mengaku telah mengonfirmasi kondisi tersebut kepada pihak yang menempati ruangan. Bahkan, teknisi disebut sempat menunggu kunci ruangan yang saat itu dibawa oleh pengguna ruangan.
Keterangan tersebut menjadi salah satu bagian dari kronologi yang masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari seluruh pihak yang terkait.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola tempat ibadah maupun pihak yang disebut berada di dalam ruangan saat insiden terjadi mengenai kronologi lengkap maupun tindak lanjut atas kecelakaan kerja tersebut. (Az)

Berita Terkait

Plh Kajari Tuban Akui Ada Indikasi Dugaan Suap Kasus Tambang Ilegal, Empat Pejabat Ditarik Kejati
Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Bancar Tuban Ludes Terbakar
Gelombang Pasang Terjang Situbondo, 7 Rumah Warga Rusak Parah hingga Roboh Dihantam Abrasi
Kapolda Resmikan Polresta Tuban, Tapi Mengapa Wartawan Tak Bisa Meliput?
Era Baru Penegakan Hukum di Tuban Dimulai, Kapolda Resmikan Polresta Tuban
Waskita Karya Bungkam, DPRD Tuban Ungkap Proyek Sekolah Rakyat Belum Siap Ditempati
Diduga Tarik Biaya Seragam Rp1,45 Juta, Pemprov Jatim Ancam Sanksi Tegas Sekolah di Tuban
Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:39 WIB

Plh Kajari Tuban Akui Ada Indikasi Dugaan Suap Kasus Tambang Ilegal, Empat Pejabat Ditarik Kejati

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:27 WIB

Lupa Padamkan Tungku, Rumah Warga Bancar Tuban Ludes Terbakar

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:04 WIB

Gelombang Pasang Terjang Situbondo, 7 Rumah Warga Rusak Parah hingga Roboh Dihantam Abrasi

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:55 WIB

Kapolda Resmikan Polresta Tuban, Tapi Mengapa Wartawan Tak Bisa Meliput?

Selasa, 14 Juli 2026 - 21:54 WIB

Waskita Karya Bungkam, DPRD Tuban Ungkap Proyek Sekolah Rakyat Belum Siap Ditempati

Berita Terbaru

Exit mobile version