SKK Migas dan Pemda Semarang Komitmen Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

- Reporter

Kamis, 14 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SKK Migas-KKKS bersama stakeholder Pemda Semarang saat melaksanakan rapat kerja di salah satu hotel di Kota Semarang, (Ist).

SKK Migas-KKKS bersama stakeholder Pemda Semarang saat melaksanakan rapat kerja di salah satu hotel di Kota Semarang, (Ist).

SEMARANG – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) menggelar Rapat Kerja Stakeholder Daerah Klaster Barat dan Tengah 2025 di Semarang, Kamis (14/8/2025).

Mengusung tema “Kolaborasi Industri Hulu Migas Bersama Stakeholder Daerah Menuju Swasembada Energi”, forum ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat sinergi, membangun komunikasi intensif, serta mengatasi berbagai tantangan non-teknis dalam pengelolaan industri hulu migas.

Acara dihadiri Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta; Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman; Bupati Demak, dr. Hj. Eisti’anah; Wakil Bupati Grobogan, H. Sogeng Prasetyo; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah; serta kepala kantor BPN dari enam kabupaten strategis: Bojonegoro, Tuban, Gresik, Blora, Demak, dan Grobogan. Perwakilan pemerintah daerah Bojonegoro, Tuban, dan Gresik juga turut hadir.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa keberhasilan industri hulu migas tidak bisa dilepaskan dari dukungan para pemangku kepentingan daerah.

“Faktanya, keberhasilan industri ini bergantung pada kerja sama erat antara kita semua,” ujarnya.

Menurut Anggono, rapat kerja ini dirancang untuk menyatukan pola pikir dan langkah, khususnya dalam mengatasi hambatan seperti pengadaan lahan dan pelaksanaan Program Pengembangan Masyarakat (PPM).

“Forum ini bersifat dua arah. Kami ingin mendengar masukan dan gagasan yang bisa dikerjasamakan demi kepentingan masyarakat, khususnya di wilayah operasi migas,” tambahnya.

Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta, menekankan bahwa keberlanjutan industri hulu migas kini tak hanya diukur dari volume produksi, tetapi juga dari kemampuannya membangun hubungan harmonis dengan masyarakat.

“Keberhasilan kita sangat bergantung pada kemampuan mengelola risiko non-teknis, di mana dukungan pemerintah daerah dan masyarakat adalah fondasi utamanya,” ungkap Eka.

Ia menyoroti pentingnya percepatan sertifikasi tanah KKKS sebagai Barang Milik Negara (BMN) dan mengapresiasi peran BPN, khususnya di Bojonegoro. Eka juga menegaskan bahwa PPM bukan sekadar formalitas, melainkan investasi sosial yang menjadi perisai industri di lapangan.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, menyatakan kebanggaan daerahnya sebagai salah satu pusat potensi migas di Indonesia.

“Kami berkomitmen penuh mendukung kelancaran operasi hulu migas. Keberhasilan industri ini akan berdampak positif pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan diskusi panel yang menghadirkan Roy Widiartha, Kepala Kelompok Kerja Pengembangan Masyarakat SKK Migas, yang memaparkan roadmap PPM hingga 2030. Sementara itu, Purwanto Nugroho, Manager Stakeholder Relations PGN SAKA, berbagi praktik terbaik PPM yang sukses dilaksanakan di wilayah operasinya.

Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta dari pemerintah daerah dan BPN menyampaikan pertanyaan serta masukan yang langsung direspons narasumber. Hasilnya, tercipta kesepahaman bersama untuk memperkuat tata kelola industri migas yang transparan, akuntabel, dan berpihak pada masyarakat.

SKK Migas optimistis sinergi yang terjalin semakin solid pasca-rapat kerja ini. Penguatan koordinasi antara industri hulu migas, pemerintah daerah, dan BPN diharapkan mampu menciptakan iklim investasi kondusif, mengakselerasi proyek strategis, dan membawa Indonesia semakin dekat menuju target swasembada energi.

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Aktivitas Kendaraan Berat Picu Kerusakan Jalan Merakurak–Jenu, Warga Keluhkan Risiko Keselamatan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:35 WIB

Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:19 WIB

Polemik Dugaan Perselingkuhan Oknum BPD Ngadipuro, Warga Desak Mundur

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee