Sopir Truk Meninggal Dunia Dalam Kabin Saat Parkir di Tuban, Diduga Karena Kelelahan

- Reporter

Kamis, 24 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Truk terparkir di pinggir jalan raya saat sopir ditemukan meninggal dalam kabin,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Truk terparkir di pinggir jalan raya saat sopir ditemukan meninggal dalam kabin,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Seorang sopir truk bernama Matnawawi (52), warga Desa Karangwinongan, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, ditemukan meninggal dunia di dalam kabin truk Hino miliknya pada Kamis pagi (24/04/25). Truk tersebut diketahui terparkir di tepi jalan, tepatnya di depan Kantor Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar dan menjadi perhatian publik, terutama di kalangan para sopir truk lintas daerah.

Kronologi Perjalanan dan Kejadian

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres Tuban, AKP Dimas Robin Alexsander, almarhum berangkat dari Kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Ia mengemudikan truk Hino berukuran besar dengan muatan logistik menuju daerah di sekitar Bojonegoro dan Tuban.

Matnawawi tidak sendiri. Ia berangkat bersama rekan sesama sopir truk, Subai, yang juga membawa truk lain. Sesampainya di Kecamatan Widang, sekitar pukul 04.00 WIB, mereka memutuskan untuk berhenti sejenak di depan kantor kecamatan guna beristirahat. Kondisi jalan yang sepi dan suasana dini hari yang tenang membuat tempat tersebut dianggap aman untuk parkir sementara.

“Setelah memarkirkan kendaraan masing-masing, keduanya sempat berbincang ringan di luar truk. Selanjutnya mereka masuk ke dalam kabin masing-masing untuk tidur dan beristirahat,” jelas AKP Dimas.

Ditemukan Tak Bernyawa oleh Rekannya

Sekitar pukul 07.00 WIB, Subai bangun lebih dahulu dan berniat membangunkan Matnawawi untuk sarapan serta bersiap melanjutkan perjalanan. Namun, ia terkejut saat mendapati kabin rekan kerjanya dalam keadaan tertutup dan tidak ada respons dari dalam.

Setelah membuka pintu kabin, Subai mendapati tubuh Matnawawi dalam posisi tertidur namun tak bergerak sama sekali. Wajahnya terlihat pucat dan tubuhnya dingin. Dalam kepanikan, ia segera mencari bantuan warga sekitar dan menghubungi Puskesmas Widang yang kebetulan lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian.

Petugas medis yang tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal dan menyatakan bahwa Matnawawi telah meninggal dunia.

Tidak Ditemukan Tanda Kekerasan

Pihak kepolisian dari Polsek Widang segera datang ke lokasi setelah menerima laporan. Tim Inafis Polres Tuban juga turut diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Tuban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Berdasarkan hasil autopsi awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun luka mencurigakan pada tubuh korban.

“Kematian korban diduga karena faktor kelelahan dan kondisi tubuh yang drop akibat perjalanan malam. Tidak ada unsur kriminalitas yang ditemukan sejauh ini,” terang AKP Dimas.

Baca juga: Tersengat Listrik Saat Potong Pohon Mangga, Pria di Tuban Meninggal di Tempat

Baca juga: Pria 51 Tahun Ditemukan Meninggal di Persawahan Desa Tasikharjo, Tuban

Peristiwa yang Menjadi Pengingat Bagi Sopir Lainnya

Peringatan serius bagi para sopir truk dan pengemudi jarak jauh lainnya untuk lebih memperhatikan kesehatan fisik dan kondisi tubuh saat mengemudi. Terlalu memaksakan diri mengemudi dalam kondisi lelah, mengantuk, atau tanpa istirahat yang cukup dapat berisiko tinggi terhadap keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam dunia transportasi logistik, jadwal ketat sering kali memaksa sopir untuk mengemudi sepanjang malam. Sayangnya, hal ini juga meningkatkan risiko kecelakaan atau bahkan kematian mendadak akibat kelelahan ekstrim, seperti yang dialami Matnawawi.

Para pengusaha ekspedisi diharapkan dapat lebih peduli dengan kesejahteraan sopir, dengan memberikan waktu istirahat yang cukup dan fasilitas pendukung kesehatan selama perjalanan.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee