BANYUWANGI – Setelah dua hari pencarian intensif, tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad Alfan (12) di Sungai Watukebo, Banyuwangi, pada Jumat (14/2/2025). Bocah asal Dusun RT 09 RW 02 Pinggirpapas itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar pukul 09.45 WIB, berjarak 1,43 km dari lokasi awal kejadian.
Kasi Operasi Kantor SAR Kelas A Surabaya, Didit Arie Ristandy, mengungkapkan bahwa keberhasilan pencarian ini merupakan hasil koordinasi yang baik antara berbagai unsur SAR yang terlibat. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka.
Penyisiran Sungai dan Penggunaan Teknologi Aqua Eye
Dalam operasi pencarian ini, dua tim Search and Rescue Unit (SRU) dikerahkan untuk menyisir aliran Sungai Watukebo serta memantau dari berbagai titik strategis. Karena kondisi sungai yang dangkal, pencarian dilakukan tanpa menggunakan perahu karet. Sebagai gantinya, tim SAR memanfaatkan alat Aqua Eye, teknologi ultrasonik canggih yang mampu mendeteksi keberadaan objek di dalam air.
Menurut Didit, penggunaan Aqua Eye sangat membantu dalam proses pencarian korban. Alat ini bekerja dengan mengirimkan gelombang suara ke dalam air untuk mendeteksi bentuk dan keberadaan objek, sehingga dapat mengidentifikasi kemungkinan lokasi tubuh korban yang tenggelam.
Kronologi Kejadian: Terpeleset Saat Memancing
Insiden nahas ini terjadi pada Kamis (13/2/2025), ketika korban sedang memancing bersama temannya di sekitar Sungai Watukebo. Diduga, Alfan terpeleset dan jatuh ke dalam sungai. Arus yang deras membuatnya hanyut sebelum sempat diselamatkan.
Begitu mengetahui kejadian ini, warga sekitar segera melaporkan ke pihak berwenang. Tim SAR gabungan langsung bergerak cepat melakukan pencarian hingga akhirnya menemukan korban dua hari setelah insiden terjadi.
Dalam upaya pencarian dan evakuasi ini, berbagai unsur SAR terlibat, termasuk:
Pos SAR Banyuwangi
BPBD Kabupaten Banyuwangi
Satpolairud Banyuwangi
Pos TNI AL Banyuwangi
Polsek Wongsorejo
Koramil Wongsorejo
Warga sekitar dan unsur potensi SAR lainnya
Koordinasi yang solid antara tim gabungan ini menjadi kunci utama dalam proses pencarian dan evakuasi korban.
Evakuasi Berjalan Lancar, Jenazah Diserahkan ke Keluarga
Setelah korban ditemukan, tim SAR gabungan segera mengevakuasi jenazah dari lokasi penemuan. Proses evakuasi berjalan lancar meskipun medan cukup sulit. Selanjutnya, jenazah Alfan langsung dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Didit Arie Ristandy berharap kejadian ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama saat musim hujan di mana arus sungai bisa menjadi lebih deras dan berbahaya.
Tim SAR gabungan telah bekerja keras dalam operasi pencarian ini, dengan dukungan teknologi Aqua Eye serta koordinasi yang solid dari berbagai instansi.
Kepada masyarakat, diimbau untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, terutama saat beraktivitas di daerah yang memiliki risiko tinggi seperti sungai, laut, atau danau. Jika terjadi situasi darurat, segera laporkan ke pihak berwenang agar pertolongan bisa diberikan secepat mungkin.
Editor : Mukhyidin khifdhi












