Warga Desa Jadi Tuban Gotong Royong Bangun Jalan Rusak dengan Uang Jimpitan

- Reporter

Selasa, 19 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Desa Jadi bergotong royong memperbaiki jalan yang sudah lama rusak dan belum mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Desa Jadi bergotong royong memperbaiki jalan yang sudah lama rusak dan belum mendapat perhatian dari pemerintah Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Warga Jenuh Menunggu Respons Pemerintah

Tuban – Warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, RT 3 RW 9, berbondong-bondong memperbaiki jalan berlubang di lingkungannya pada Minggu (17/08/2025). Aksi tersebut dilakukan secara swadaya lantaran keluhan mereka selama bertahun-tahun tidak pernah direspons oleh pemerintah.
Momen pembangunan jalan itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80. Di saat sebagian masyarakat merayakan dengan suka cita, warga Desa Jadi justru memilih mengisinya dengan kerja keras memperbaiki jalan.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terdengar teriakan warga yang menyemangati satu sama lain.
“Garap kabeh sak merono, mampu kok, ora butoh negoro iki (Digarap semua sampai sana, mampu kok, gak butuh negara ini),” ucap salah satu warga.
Unggahan video tersebut memantik reaksi warganet. Banyak komentar pedas mempertanyakan fungsi pajak yang telah dibayarkan masyarakat, jika untuk memperbaiki jalan saja masih harus dilakukan dengan swadaya.

Hasil Iuran Jimpitan Selama 6 Tahun

Ketua RT 3 RW 9, Warsito Hadi, menjelaskan kegiatan tersebut diinisiasi oleh seorang warga bernama Sumar. Melihat kondisi jalan yang rusak parah, Sumar kemudian menggerakkan warga untuk bergotong royong.
“Kami gunakan uang hasil jimpitan yang terkumpul 2 ribu rupiah per KK secara sukarela selama 6 tahun,” kata Warsito saat ditemui Liputansatu.id pada Selasa (19/08/2025).
Selain pembangunan jalan, warga juga pernah menggunakan uang jimpitan tersebut untuk memasang lampu penerangan pada tahun sebelumnya. Semua dilakukan secara mandiri karena keluhan mereka ke pihak pemerintah tidak pernah ditanggapi.
“Sudah lebih dari 10 tahun jalan ini tidak dibangun,” ungkapnya.

Pernah Lapor, Tak Kunjung Direspons

Sumar, penggagas kegiatan, menuturkan bahwa warga sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka sudah melapor ke pihak desa hingga kanal resmi laporan di media milik Pemerintah Kabupaten Tuban. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut.
“Jalanan berlubang di mana-mana, biasanya ada orang tua yang mengantar anak sekolah hampir terjatuh karena lubang itu,” ujarnya.

Pihak Desa Belum Beri Tanggapan

Sementara itu, Kepala Desa Jadi, Munir, belum memberikan keterangan resmi terkait kegiatan warganya. Saat wartawan mencoba menemuinya di kantor desa, para pegawai menyebut bahwa kepala desa sudah pulang. Upaya mendatangi rumahnya pun tidak membuahkan hasil karena Munir juga tidak ada di rumah. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Sesosok Mayat Mr X Ditemukan Mengapung di Sungai Sampean Lama Situbondo

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:45 WIB

Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:06 WIB

Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee