Warga Jenuh Menunggu Respons Pemerintah
Tuban – Warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding, RT 3 RW 9, berbondong-bondong memperbaiki jalan berlubang di lingkungannya pada Minggu (17/08/2025). Aksi tersebut dilakukan secara swadaya lantaran keluhan mereka selama bertahun-tahun tidak pernah direspons oleh pemerintah.
Momen pembangunan jalan itu bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-80. Di saat sebagian masyarakat merayakan dengan suka cita, warga Desa Jadi justru memilih mengisinya dengan kerja keras memperbaiki jalan.
Dalam sebuah video yang viral di media sosial, terdengar teriakan warga yang menyemangati satu sama lain.
“Garap kabeh sak merono, mampu kok, ora butoh negoro iki (Digarap semua sampai sana, mampu kok, gak butuh negara ini),” ucap salah satu warga.
Unggahan video tersebut memantik reaksi warganet. Banyak komentar pedas mempertanyakan fungsi pajak yang telah dibayarkan masyarakat, jika untuk memperbaiki jalan saja masih harus dilakukan dengan swadaya.
Hasil Iuran Jimpitan Selama 6 Tahun
Ketua RT 3 RW 9, Warsito Hadi, menjelaskan kegiatan tersebut diinisiasi oleh seorang warga bernama Sumar. Melihat kondisi jalan yang rusak parah, Sumar kemudian menggerakkan warga untuk bergotong royong.
“Kami gunakan uang hasil jimpitan yang terkumpul 2 ribu rupiah per KK secara sukarela selama 6 tahun,” kata Warsito saat ditemui Liputansatu.id pada Selasa (19/08/2025).
Selain pembangunan jalan, warga juga pernah menggunakan uang jimpitan tersebut untuk memasang lampu penerangan pada tahun sebelumnya. Semua dilakukan secara mandiri karena keluhan mereka ke pihak pemerintah tidak pernah ditanggapi.
“Sudah lebih dari 10 tahun jalan ini tidak dibangun,” ungkapnya.
Pernah Lapor, Tak Kunjung Direspons
Sumar, penggagas kegiatan, menuturkan bahwa warga sebenarnya tidak tinggal diam. Mereka sudah melapor ke pihak desa hingga kanal resmi laporan di media milik Pemerintah Kabupaten Tuban. Namun, hingga kini tidak ada tindak lanjut.
“Jalanan berlubang di mana-mana, biasanya ada orang tua yang mengantar anak sekolah hampir terjatuh karena lubang itu,” ujarnya.
Pihak Desa Belum Beri Tanggapan
Sementara itu, Kepala Desa Jadi, Munir, belum memberikan keterangan resmi terkait kegiatan warganya. Saat wartawan mencoba menemuinya di kantor desa, para pegawai menyebut bahwa kepala desa sudah pulang. Upaya mendatangi rumahnya pun tidak membuahkan hasil karena Munir juga tidak ada di rumah. (Az)
Editor : Kief












