Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Ogoh-Ogoh Sengkuni di Merakurak, Simbol Pesan Moral Pemuda Senori di HUT RI ke-80

- Reporter

Senin, 1 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ogoh-ogoh Sengkuni dalam acara HUT RI ke-80 di Kecamatan Merakurak, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Ogoh-ogoh Sengkuni dalam acara HUT RI ke-80 di Kecamatan Merakurak, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Kreativitas Pemuda Warnai Perayaan

Tuban – Peringatan HUT RI ke-80 di Kecamatan Merakurak tahun ini terasa berbeda dan lebih semarak. Ribuan warga memadati jalan utama, menyaksikan arak-arakan ogoh-ogoh raksasa yang digarap oleh Pemuda Penggerak Aliansi Senori Bersatu (Asatu). Sosok yang dipilih bukan tokoh biasa: Sengkuni, tokoh Mahabharata yang dikenal licik, culas, dan gemar memecah belah.
Ogoh-ogoh setinggi hampir empat meter itu memulai perjalanan dari Desa Senori, lalu diarak menuju halaman Kantor Kecamatan Merakurak. Sepanjang perjalanan, tepuk tangan, sorakan, dan decak kagum masyarakat tidak henti-hentinya terdengar.
“Ini pertama kalinya ada karya seperti ini di Merakurak. Kreatif sekali, anak-anak muda Senori memang patut diacungi jempol,” ucap Rani, seorang warga yang ikut menonton arak-arakan.

Makna di Balik Tokoh Sengkuni

Koordinator Pemuda Penggerak, Aji, mengungkapkan bahwa pemilihan Sengkuni bukan tanpa alasan. Menurutnya, sosok Sengkuni mewakili sifat buruk manusia yang kerap mengadu domba demi kepentingan pribadi.
“Kami membuat ogoh-ogoh ini secara gotong royong hanya dalam waktu seminggu. Selain untuk memeriahkan HUT RI, ogoh-ogoh ini juga menjadi simbol agar pemuda tidak mudah terprovokasi oleh sifat buruk seperti Sengkuni,” jelasnya.
Pesan itu relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Aji menekankan, perpecahan kerap muncul di tengah masyarakat, baik karena isu politik, ekonomi, maupun media sosial. “Kami ingin generasi muda selalu ingat, jangan gampang teradu domba. Persatuan lebih penting,” tambahnya.

Gotong Royong Jadi Kunci

Pembuatan ogoh-ogoh Sengkuni ini sepenuhnya dikerjakan secara mandiri oleh para pemuda Senori. Material yang digunakan sebagian berasal dari swadaya, mulai dari bambu, kertas, hingga cat dan bahan pelengkap lain.
Menurut Aji, semangat gotong royong inilah yang membuat ogoh-ogoh bisa rampung dalam waktu singkat. “Semua pemuda terlibat, ada yang bagian merancang, ada yang mengecat, ada pula yang mengurus teknis arak-arakan. Tanpa kebersamaan, ini tidak mungkin terwujud,” ungkapnya.

Antusiasme Warga Menggema

Selain warga Senori, masyarakat dari desa-desa lain di sekitar Merakurak juga ikut datang menyaksikan. Mereka menilai ogoh-ogoh bukan hanya tontonan, tetapi juga membawa nilai pendidikan.
“Luar biasa sekali. Ini bukan sekadar seni, tapi mengingatkan kita agar jangan terjebak sifat licik seperti Sengkuni. Generasi muda bisa mengambil pelajaran penting dari sini,” kata Reza, seorang penonton yang hadir sejak pagi.
Bahkan, beberapa warga berharap ogoh-ogoh seperti ini bisa menjadi agenda rutin setiap tahun. “Kalau bisa, tiap HUT RI ada karya seperti ini. Supaya anak-anak muda tetap kreatif sekaligus belajar nilai-nilai persatuan,” harap Darman, tokoh masyarakat setempat.

Seni sebagai Sarana Edukasi dan Persatuan

Fenomena hadirnya ogoh-ogoh Sengkuni di Merakurak menunjukkan bagaimana seni dan budaya bisa berfungsi lebih dari sekadar hiburan. Ia bisa menjadi sarana refleksi, edukasi, bahkan media kritik sosial.
Pemilihan Sengkuni dengan segala sifat buruknya sekaligus menjadi pengingat bahwa musuh terbesar bangsa bukan hanya dari luar, tetapi juga potensi perpecahan dari dalam. Nilai itu sejalan dengan semangat kemerdekaan yang diwariskan para pejuang: menjaga persatuan di atas segala perbedaan.

Sejarah Baru di Merakurak

Bagi Kecamatan Merakurak, kehadiran ogoh-ogoh Sengkuni dalam perayaan HUT RI ke-80 menjadi sejarah baru. Belum pernah sebelumnya ada karya seni raksasa dengan pesan moral yang begitu kuat ditampilkan di acara peringatan kemerdekaan.
“Ini momentum bersejarah. Pemuda Senori membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jembatan persaudaraan. Semoga ke depan, karya-karya seperti ini terus lahir dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar warga lainnya, yang turut hadir dalam acara tersebut. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu
Blackspot Tuban Jadi Sorotan, Polisi Pasang Blue Light untuk Tekan Kecelakaan
Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim
AGP 2026 Jadi Panggung Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi Pendidikan
100 Hari Pasca Panen Raya, Lahan Pesanggem Tuban Sulit Ditanami
Jejak Uang Suap dan Nama EDP di Pusaran Skandal Kejari Tuban
Polresta Tuban Respon Permintaan Perlindungan Hukum Advokat
Tabrak Truk Misterius di Jalan Tuban-Widang, Pemotor Asal Lamongan Tewas Terlindas

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Blackspot Tuban Jadi Sorotan, Polisi Pasang Blue Light untuk Tekan Kecelakaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:18 WIB

AGP 2026 Jadi Panggung Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi Pendidikan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:12 WIB

Jejak Uang Suap dan Nama EDP di Pusaran Skandal Kejari Tuban

Berita Terbaru

Polresta Tuban memaparkan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. Polisi mengungkap empat kasus dengan empat tersangka dan menyita total 53,649 gram sabu, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:03 WIB

Petugas kepolisian Polsek Jenu, berhasil mengamankan AYL saat berada di sebuah gazebo kawasan Pantai Cemara Tuban, Rabu (26/08/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim

Kamis, 27 Agu 2026 - 18:38 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu