Warga Kesamben Geruduk Balai Desa, Tuntut Keterbukaan LPJ HIPPA dan BUMDes

- Reporter

Kamis, 18 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puluhan warga mendatangi Balai Desa Kesamben menuntut keterbukaan pengelolaan keuangan HIPPA dan BUMDes, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Puluhan warga mendatangi Balai Desa Kesamben menuntut keterbukaan pengelolaan keuangan HIPPA dan BUMDes, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Laporan pertanggungjawaban (LPJ) Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) yang dinilai tidak transparan memicu protes warga Desa Kesamben, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban. Puluhan warga menggeruduk Balai Desa Kesamben, Kamis siang (18/12/2025), menuntut keterbukaan pengelolaan keuangan HIPPA dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Aksi tersebut berlangsung di tengah rintik hujan. Proses mediasi antara warga dan pihak desa sempat berlangsung alot dan diwarnai perdebatan panas. Meski sempat terjadi adu argumen, situasi kembali kondusif. Namun hingga sore hari, pertemuan tersebut belum menghasilkan titik temu.

Mediasi Alot, Diskusi Belum Temui Solusi

Diskusi yang berlangsung hingga menjelang senja belum merumuskan solusi konkret atas tuntutan warga. Akhirnya, pertemuan dihentikan dan disepakati akan dilanjutkan dalam forum diskusi berikutnya.
Warga mendesak agar laporan keuangan HIPPA dan BUMDes dibuka secara transparan, mengingat selama lebih dari dua tahun tidak ada kejelasan LPJ yang bisa diakses masyarakat.

Pj Kades: Difasilitasi Atas Permintaan Warga

Penjabat (Pj) Kepala Desa Kesamben, Nugroho Priyo Susilo, mengatakan bahwa pertemuan tersebut digelar atas permintaan warga yang menginginkan keterbukaan pengelolaan keuangan desa.
“Pada dasarnya saya memfasilitasi warga karena meminta keterbukaan terkait BUMDes dan HIPPA, yang lebih dari dua tahun tidak ada kejelasan,” ujar Nugroho kepada awak media usai pertemuan.
Pria yang juga menjabat sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Plumpang itu berharap persoalan tersebut dapat segera terurai dan ditemukan solusi terbaik agar tidak melebar serta berlarut-larut.

Warga Soroti Dugaan Rapat Tertutup Sejak 2022

Sementara itu, Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Bathra Munyeng Kesamben, Lissunaryo, menyampaikan bahwa pertemuan siang itu belum membuahkan hasil.
Ia mengungkapkan, akar permasalahan bermula dari dugaan rapat tertutup yang dilakukan oleh sekitar 10 orang pada tahun 2022 lalu. Menurutnya, rapat tersebut tidak diketahui secara jelas agenda maupun hasil pembahasannya oleh masyarakat luas.
“Sejak rapat itu, LPJ dan keuangan HIPPA menjadi tidak jelas. Sudah lima kali panen, atau sekitar dua setengah tahun, tidak pernah ada LPJ,” tegas pria yang akrab disapa Haji Lis.

Haji Lis berharap pemerintah desa segera menjadwalkan pertemuan lanjutan agar persoalan tersebut dapat dibahas lebih mendalam dan menghasilkan solusi konkret.
“Harapan kami ada penjadwalan ulang diskusi, supaya ke depan bisa diperoleh solusi yang jelas dan tidak menggantung seperti sekarang,” pungkasnya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Acara Sound Horeg di Tuban Digelar Tanpa Izin, Polisi Pilih Fokus Amankan Massa
Patok Batas Hilang, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Kian Rumit
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru