Warga Tasikharjo Tuntut Relokasi dan Transparansi Rekrutmen TPPI

- Reporter

Kamis, 21 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI), perusahaan petrokimia dan energi yang diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar, justru menuai kritik dari warga Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu. Pasalnya, masyarakat yang tinggal di ring 1 pabrik tersebut mengaku tersisih dalam proses rekrutmen tenaga kerja, sementara mereka harus menanggung dampak kebisingan dan bau menyengat dari operasional pabrik.
Atas dasar itu, warga menggelar audiensi dengan menghadirkan pihak perusahaan, Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaskerin) Tuban, serta Forkopimka Jenu, Kamis (21/08/2025) di Balai Desa Tasikharjo. Pertemuan dipimpin Danramil Jenu, Kapten Ali Mubdi, berlangsung tertib meski General Manager PT TPPI tidak hadir.

Relokasi dan Transparansi Rekrutmen

Kepala Desa Tasikharjo, Damuri, menyebut sedikitnya 18 rumah warga berdiri menempel langsung dengan pagar TPPI tanpa ada jarak aman. Kondisi itu membuat warga kerap terpapar bau menyengat dan kebisingan mesin pabrik.
“Puluhan tahun tidak ada tindakan konkret untuk merelokasi warga kami. Padahal sejak 2019 sudah kami ajukan, tapi belum ada respons,” ujar Damuri.
Ia juga menyinggung proses rekrutmen tenaga kerja yang dianggap tidak transparan. Warga terdampak merasa tidak diberi prioritas meskipun mereka paling dekat dengan pabrik.
“Yang benar-benar terdampak itu Tasikharjo dan Remen. Harapan kami ada perwakilan warga yang bisa diterima sebagai pekerja organik, agar kemiskinan di Tuban bisa berkurang,” imbuhnya.
Selain itu, warga juga menyoroti soal kesehatan. Menurut Damuri, pengobatan gratis yang digelar perusahaan belum cukup, karena tidak bisa mendeteksi dampak jangka panjang akibat polusi. Ia menegaskan, warga memilih jalur mediasi melalui Disnaker, Bupati, Gubernur Jatim, hingga kementerian terkait, sembari menahan diri untuk tidak melakukan aksi demo.
“Tapi kalau aspirasi terus diabaikan, warga bisa semakin kecewa,” tegasnya.

Respons Perusahaan: Masih Terkait Proyek Olivin

Menanggapi keluhan itu, perwakilan Divisi HSSC PT TPPI, Ahmad Muzaki, mengatakan relokasi warga masih berkaitan dengan proyek besar di bawah pengawasan Kilang Pertamina Internasional (KPI).
“Untuk saat ini memang belum bisa direalisasikan,” jelasnya.
Muzaki menambahkan, perusahaan sudah membangun tembok penghalang suara dan melakukan perbaikan alat saat overhaul guna mengurangi bau. Selain itu, pengukuran dampak lingkungan rutin dilakukan sesuai regulasi.
Terkait rekrutmen, ia mengakui perlunya perbaikan komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
“Aspirasi warga akan kami tindaklanjuti secara profesional,” imbuhnya.

Disnaker Siapkan Tim Kecil

Sekretaris Disnaskerin Tuban, Suwito, menegaskan pihaknya akan membentuk tim kecil sebagai jembatan komunikasi antara warga dan perusahaan.
“Pihak Pemkab mendorong agar terwujud solusi bersama,” ujarnya. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee