Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

19 Kecamatan di Bojonegoro Masih Dilanda Kekeringan

- Reporter

Rabu, 23 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa sebanyak 57 desa yang tersebar di 19 kecamatan di wilayah tersebut masih mengalami kekeringan, sehingga masyarakat diimbau untuk memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan.

“Masih ada 57 desa pada 19 kecamatan di Bojonegoro mengalami kekeringan, memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan primer,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu.

Dikatakan Ani, pada September tercatat 107 desa mengalami kekeringan ekstrem, seperti di Kecamatan Sumberejo, Kepohbaru, Kedungadem dan daerah selatan Bojonegoro yang lain. Namun sementara ini tidak ada lagi desa yang mengalami kekeringan ekstrim.

Ani menyebutkan 57 desa yang mengalami kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Ngasem sebanyak sembilan desa, Malo dua desa, Kepohbaru empat desa, Trucuk satu desa, Tambakrejo empat desa, Kasiman satu desa, Sugihwaras enam desa dan Kecamatan Kapas satu desa.

Selain itu, di Kecamatan Bubulan satu desa, Kedewan tiga desa, Ngambon empat desa, Sukosewu empat desa, Purwosari tiga desa, Ngraho satu desa, Kedungadem dua desa, Temayang satu desa, Kanor dua desa, Sumberejo tujuh desa dan Kecamatan Balen satu desa.

“Setidaknya distribusi air bersih yang sudah dilakukan sekitar 1.800 tangki sejak Juni untuk daerah yang membutuhkan air bersih,” jelas Ani.

Ia menambahkan, beberapa hari lalu di sejumlah wilayah sempat diguyur hujan, namun sumur warga masih belum terisi air dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Pemanfaatan air bersih diutamakan kebutuhan rumah tangga, dibandingkan untuk lahan pertanian.

“Hujan disertai angin kencang dan petir juga perlu diwaspadai masyarakat Bojonegoro, karena tercatat sembilan kecamatan terdampak bencana angin kencang selama dua hari kemarin,” pungkasnya.

Editor : Maya Kusuma

Berita Terkait

Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh
Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek
Kapolres Tuban Baru Tahu Ada Tiga Korban, Kasus Perundungan Siswa Naik Penyidikan
Kunker DPRD Tuban ke Kwan Sing Bio: Kuasa Hukum Siapkan Laporan ke BK Dewan
Giant Sea Wall Pantura Jawa: Benteng Penahan Abrasi atau Ancaman Baru bagi Pesisir?
Elf Rombongan Takziah Masuk Sawah di Kenduruan Tuban, 1 Penumpang Tewas
Kenalan di TikTok Berujung Petaka, Honda PCX Dibawa Kabur Pria Bermodus Duda
Empat Pemuda Ditetapkan Tersangka Kasus Pengeroyokan di Kenduruan Tuban

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 18:33 WIB

Limbah Cucian Pasir Picu Pendangkalan Sungai di Jenu, Petani dan Nelayan Tuban Mengeluh

Rabu, 29 April 2026 - 17:46 WIB

Solar di Tuban Mulai Langka, Pertamina Patra Niaga: Akan Kami Cek

Rabu, 29 April 2026 - 17:14 WIB

Kapolres Tuban Baru Tahu Ada Tiga Korban, Kasus Perundungan Siswa Naik Penyidikan

Rabu, 29 April 2026 - 05:40 WIB

Kunker DPRD Tuban ke Kwan Sing Bio: Kuasa Hukum Siapkan Laporan ke BK Dewan

Selasa, 28 April 2026 - 21:09 WIB

Giant Sea Wall Pantura Jawa: Benteng Penahan Abrasi atau Ancaman Baru bagi Pesisir?

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id