Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

19 Kecamatan di Bojonegoro Masih Dilanda Kekeringan

- Reporter

Rabu, 23 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa sebanyak 57 desa yang tersebar di 19 kecamatan di wilayah tersebut masih mengalami kekeringan, sehingga masyarakat diimbau untuk memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan.

“Masih ada 57 desa pada 19 kecamatan di Bojonegoro mengalami kekeringan, memanfaatkan air bersih sesuai kebutuhan primer,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bojonegoro, Laela Noer Aeny di Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu.

Dikatakan Ani, pada September tercatat 107 desa mengalami kekeringan ekstrem, seperti di Kecamatan Sumberejo, Kepohbaru, Kedungadem dan daerah selatan Bojonegoro yang lain. Namun sementara ini tidak ada lagi desa yang mengalami kekeringan ekstrim.

Ani menyebutkan 57 desa yang mengalami kekeringan tersebut tersebar di Kecamatan Ngasem sebanyak sembilan desa, Malo dua desa, Kepohbaru empat desa, Trucuk satu desa, Tambakrejo empat desa, Kasiman satu desa, Sugihwaras enam desa dan Kecamatan Kapas satu desa.

Selain itu, di Kecamatan Bubulan satu desa, Kedewan tiga desa, Ngambon empat desa, Sukosewu empat desa, Purwosari tiga desa, Ngraho satu desa, Kedungadem dua desa, Temayang satu desa, Kanor dua desa, Sumberejo tujuh desa dan Kecamatan Balen satu desa.

“Setidaknya distribusi air bersih yang sudah dilakukan sekitar 1.800 tangki sejak Juni untuk daerah yang membutuhkan air bersih,” jelas Ani.

Ia menambahkan, beberapa hari lalu di sejumlah wilayah sempat diguyur hujan, namun sumur warga masih belum terisi air dan belum bisa dimanfaatkan masyarakat. Pemanfaatan air bersih diutamakan kebutuhan rumah tangga, dibandingkan untuk lahan pertanian.

“Hujan disertai angin kencang dan petir juga perlu diwaspadai masyarakat Bojonegoro, karena tercatat sembilan kecamatan terdampak bencana angin kencang selama dua hari kemarin,” pungkasnya.

Editor : Maya Kusuma

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
Viral Langgar TKA, SMKN 1 Tuban : Itu Hanya Flayer Ucapan

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu