Polisi Periksa Intensif 3 Saksi Terkait Kematian Wanita di Jalan Ngaglik II, Surabaya

- Reporter

Senin, 18 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situasi di depan rumah L, korban dugaan pembunuhan di Jalan Ngaglik II, Surabaya, (Ist).

Situasi di depan rumah L, korban dugaan pembunuhan di Jalan Ngaglik II, Surabaya, (Ist).

SURABAYA – Unit Reskrim Polsek Genteng terus melakukan pemeriksaan intensif terhadap tiga saksi terkait kematian seorang wanita berinisial L yang ditemukan tewas di depan kamar mandi sebuah rumah di Jalan Ngaglik II, Surabaya, pada Minggu (17/11/2024) malam.

Salah satu saksi yang diperiksa adalah AN (55), adik dari Stanley. Stanley mengungkapkan bahwa AN dikenal sebagai pribadi tertutup dan sudah berkeluarga.

“Adik saya sudah menikah. Saya juga tidak pernah bertanya siapa korban, takut nanti dianggap ikut campur,” ujarnya, Senin (18/11/2024).

Kekhawatiran Kesehatan AN

Stanley mengaku khawatir dengan kondisi AN, terutama karena adiknya memiliki riwayat penyakit yang mengharuskan konsumsi obat secara rutin. Namun, rumah yang menjadi lokasi kejadian telah disegel polisi, sehingga ia tidak dapat mengambil obat tersebut.

“Saya khawatir karena dia harus minum obat. Obatnya ada di ruang makan, tapi rumahnya sudah disegel polisi,” ungkap Stanley.

Ia juga menambahkan bahwa AN pernah menjalani pemeriksaan di RS Soewandhie terkait riwayat kesehatannya. “Dia sering diam dan kurang fokus saat diajak bicara. Mungkin beban kerja sebagai marketing juga memengaruhinya,” tambahnya.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kapolsek Genteng, Kompol Bayu Halim, menyatakan bahwa ketiga saksi, termasuk AN, masih berstatus saksi. Penyelidikan dilakukan menggunakan pendekatan Scientific Crime Investigation (SCI).

“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban. Yang jelas, korban adalah tamu di rumah tersebut,” jelas Bayu, Senin (18/11/2024).

Pemeriksaan terus berlanjut untuk mengungkap motif dan kronologi di balik kejadian tragis ini.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee