Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Tiga Korban Luka, Kasus Dugaan Penganiayaan di SPBU Parengan Masuk Polres Tuban

- Reporter

Senin, 9 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum pegawai Kecamatan diduga aniaya petugas SPBU Parengan, (CCTV SPBU/Liputansatu.id).

Oknum pegawai Kecamatan diduga aniaya petugas SPBU Parengan, (CCTV SPBU/Liputansatu.id).

Tuban – Keributan disertai dugaan penganiayaan terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Parengan, Kabupaten Tuban, pada Sabtu malam (07/02/2026).
Seorang oknum pegawai Kecamatan Parengan berinisial J, yang diketahui bertugas di bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) sekaligus sopir pribadi camat, diduga melakukan aksi kekerasan terhadap sejumlah karyawan SPBU.
Insiden berlangsung sekitar pukul 18.45 WIB di SPBU Jalan Cokrokusumo Parengan–Bojonegoro, tepatnya di Desa Parangbatu.

Berawal dari Antrean Pengisian BBM

Menurut keterangan saksi di lokasi, saat kejadian terdapat sepeda motor matic yang lebih dahulu mengantre di jalur pengisian BBM jenis Pertamax.
Mobil pelaku berada tepat di belakang kendaraan tersebut dengan posisi parkir yang disebut tidak sempurna.
Tanpa alasan yang jelas, pelaku tiba-tiba turun dari mobil dan menghampiri operator SPBU bernama Ferdi, yang saat itu tengah melakukan pengecekan stok BBM menggunakan deepstick manual.
Setelah Ferdi menyelesaikan pelayanan terhadap kendaraan roda dua yang lebih dulu mengantre, ia justru mendapat perlakuan kasar.
“Posisi saya sedang melayani motor yang antre, tiba-tiba rambut saya dijambak tanpa tahu sebabnya,” ujar Ferdi, Minggu (08/02/2026).

Mandor dan Operator Jadi Korban Pemukulan

Aksi tersebut disaksikan Mandor SPBU Ali Nasroh yang berupaya melerai sambil menanyakan penyebab keributan.
Namun pelaku justru memukul perut mandor sembari melontarkan ancaman bernada arogan, “kowe ra weruh sopo aku” (kamu tidak tahu siapa saya).
Pelaku bahkan disebut mencoba melayangkan pukulan kedua, tetapi berhasil dihindari korban.
Keributan semakin memanas ketika operator lain, Prasojo, datang untuk membantu melerai.
Alih-alih meredakan situasi, Prasojo justru menjadi sasaran pemukulan di bagian wajah hingga terjatuh, lalu kembali dipukul di bagian hidung hingga mengalami pendarahan.
“Selain dipukul, kaki Pak Prasojo juga diinjak. Akibatnya korban harus dirawat di rumah sakit,” ungkap mandor SPBU lainnya, Agus.
Hingga Minggu, Prasojo masih menjalani perawatan dan belum dapat kembali bekerja.

Korban Bertambah, Pelaku Tinggalkan Lokasi

Korban lain, Riswadi, yang bertugas sebagai tukang kebun SPBU, turut menjadi sasaran saat berusaha melerai.
Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku kembali melayangkan pukulan ke arah pipi kiri Riswadi hingga menyebabkan pembengkakan.
Setelah diduga melakukan kekerasan terhadap sejumlah karyawan, pelaku langsung meninggalkan lokasi menggunakan mobil tanpa menunjukkan itikad baik.

Korban Lapor Polisi, Kasus Naik ke Polres Tuban

Atas peristiwa tersebut, para korban resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polsek Parengan untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.
Camat Parengan Darmadin Noor membenarkan adanya insiden yang melibatkan staf PMD sekaligus sopir pribadinya.
Ia mengaku baru mengetahui kejadian tersebut pada Minggu pagi dan menyatakan akan menempuh jalur kekeluargaan.
“Saya baru mendapat informasi pagi ini. Kejadian di SPBU kemarin sudah saya konfirmasi kepada yang bersangkutan dan akan diselesaikan secara kekeluargaan,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tuban AKP Bobby Wirawan Wicaksono Elsam saat dikonfirmasi Liputansatu.id (09/02/2026) membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.
Pihaknya menyebut perkara baru dilimpahkan dari Polsek Parengan dan akan segera ditindaklanjuti.
“Kasusnya baru dilimpahkan kepada kami dan akan segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.
(Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Dirjen Bea Cukai Disorot di Sidang KPK, Gus Lilur Desak Prabowo Copot Djaka Budhi Utama
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?
Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai
Hampir Dua Tahun Bergulir, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Masih Tahap Pemeriksaan Saksi
Keluhan Pelanggan Menumpuk, Pertamina Bungkam Soal Pelayanan SPBU Tambakboyo
Ana Khozanah Resmi Pimpin PKB Tuban, Bidik Kemenangan Pilkada 2029

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:44 WIB

Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:34 WIB

Dirjen Bea Cukai Disorot di Sidang KPK, Gus Lilur Desak Prabowo Copot Djaka Budhi Utama

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:54 WIB

Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:48 WIB

Tiga Bulan Ditutup, Perbaikan Ring Road Tuban Belum Juga Dimulai

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id