Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Peringatan Hari Otda ke-30, Situbondo Tegaskan Komitmen Dukung Asta Cita

- Reporter

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Situbondo dipimpin Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan penekanan pada sinergi pusat dan daerah, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Upacara Hari Otonomi Daerah ke-30 di Situbondo dipimpin Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo dengan penekanan pada sinergi pusat dan daerah, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 di Kabupaten Situbondo menjadi momentum reflektif sekaligus strategis bagi pemerintah daerah dalam meneguhkan arah pembangunan di tengah dinamika kebijakan nasional.
Upacara yang digelar di Halaman Belakang Kantor Pemkab Situbondo, Senin (27/04/2026), dipimpin langsung oleh Yusuf Rio Wahyu Prayogo.

Dalam sambutannya, Bupati Rio menegaskan bahwa sistem otonomi daerah di Indonesia sejak awal dirancang berbasis desentralisasi, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004.
Menurutnya, regulasi tersebut memberikan ruang luas bagi daerah untuk mengelola kewenangan secara mandiri, termasuk dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serta pengambilan kebijakan strategis di tingkat lokal.

Kewenangan Berkurang, Tantangan Bertambah

Meski demikian, ia mengakui bahwa dalam satu dekade terakhir, khususnya sejak 2010, terdapat kecenderungan penguatan peran pemerintah pusat yang berdampak pada berkurangnya sebagian kewenangan daerah.
Namun, kondisi itu tidak serta-merta melemahkan kemandirian daerah.
“Berkurangnya kewenangan bukan berarti daerah menjadi tidak mandiri. Justru ini menjadi tantangan bagi kita untuk tetap adaptif dan produktif,” ujarnya di hadapan peserta upacara.

Dalam pidatonya, Bupati Rio juga menyinggung fenomena global, di mana sejumlah negara dengan sistem pemerintahan yang cenderung sentralistik mampu menunjukkan kemajuan signifikan.
Ia menyebut China, Iran, dan Rusia sebagai contoh, sembari menegaskan bahwa Indonesia tetap berpegang pada prinsip otonomi daerah yang dinamis dan berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Selaras dengan Arah Nasional dan Asta Cita

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen pemerintah daerah untuk tetap selaras dengan arah kebijakan nasional, khususnya dalam mendukung visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, termasuk agenda besar Asta Cita.
Menurutnya, berbagai program strategis nasional seperti ketahanan pangan dan pembangunan infrastruktur telah dan terus diimplementasikan di daerah, termasuk di Situbondo.

Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci

Bupati Rio menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah merupakan kunci utama dalam mempercepat pembangunan.
“Ketika berbicara atas nama negara, kita harus berada di barisan terdepan untuk mendukung. Bahkan jika itu berarti kita harus mengorbankan sebagian kepentingan daerah,” tegasnya.
Ia juga mencontohkan kesiapan daerah dalam mendukung proyek-proyek strategis nasional, termasuk rencana pembangunan fasilitas seperti bandara sipil maupun militer yang dinilai sebagai bagian dari kepentingan negara yang lebih luas.

Momentum Refleksi dan Komitmen Bersama

Menutup sambutannya, Bupati Rio mengajak seluruh jajaran pemerintah dan masyarakat untuk menjadikan peringatan Hari Otonomi Daerah sebagai titik refleksi dalam memperkuat rasa cinta terhadap bangsa dan negara.
“Dengan semangat otonomi daerah, mari kita melangkah bersama. Lima tahun ke depan harus menjadi bukti bahwa kita mampu menghadirkan kemajuan yang nyata, dengan tetap mengedepankan kepentingan negara di atas segalanya,” pungkasnya. (Fia)

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id