Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban

- Reporter

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wisata Goa Akbar Tuban yang berada berdampingan dengan area pasar tradisional, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Wisata Goa Akbar Tuban yang berada berdampingan dengan area pasar tradisional, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

PAD Wisata Tuban Naik Signifikan

Tuban – Di tengah meningkatnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor wisata di Kabupaten Tuban sepanjang tahun 2025, destinasi wisata Goa Akbar justru menjadi satu-satunya objek wisata milik daerah yang gagal memenuhi target pendapatan.
Berdasarkan data yang dihimpun Liputansatu.id, total PAD dari tiga destinasi wisata yang dikelola Pemerintah Kabupaten Tuban, yakni Pantai Boom, Goa Akbar, dan Pemandian Bektiharjo, mengalami peningkatan cukup signifikan.
Pada tahun 2024, total PAD dari ketiga destinasi tersebut hanya berada di kisaran Rp900 juta. Angka itu dinilai masih minim karena biaya operasional pengelolaan wisata per tahun mencapai sekitar Rp800 juta.
Namun memasuki tahun 2025, sektor wisata daerah mulai menunjukkan tren positif. Total PAD meningkat menjadi sekitar Rp1,141 miliar atau naik lebih dari Rp300 juta dibanding tahun sebelumnya.

Goa Akbar Jadi Satu-satunya yang Meleset

Di tengah tren positif tersebut, Goa Akbar justru mencatat rapor merah. Destinasi wisata goa yang berada di pusat Kota Tuban itu hanya mampu menyumbang PAD sebesar Rp216 juta atau gagal mencapai target Rp260 juta.
Capaian Goa Akbar berbanding terbalik dengan dua destinasi lainnya yang justru berhasil melampaui target.
Pantai Boom mencatat realisasi PAD sebesar Rp456 juta dari target Rp450 juta. Sementara Pemandian Bektiharjo juga menunjukkan performa positif dengan realisasi Rp469 juta dari target Rp440 juta.
Kondisi itu membuat Goa Akbar menjadi satu-satunya destinasi wisata daerah yang tertinggal di tengah meningkatnya performa sektor wisata Kabupaten Tuban.

Lokasi Dekat Pasar Dinilai Kurangi Kenyamanan

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, M. Emawan Putra, menilai faktor geografis menjadi penyebab utama rendahnya kunjungan wisatawan ke Goa Akbar.
Menurutnya, lokasi wisata yang berhimpitan dengan pasar tradisional membuat wisatawan merasa kurang nyaman dan kurang leluasa saat berkunjung.
“Lokasi wisata sangat memengaruhi kunjungan. Goa Akbar misalnya, lokasinya berdekatan dengan pasar. Itu penyebab wisatawan merasa kurang leluasa ketika berkunjung,” ujar Emawan saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (11/05/2026).
Ia menyebut kondisi tersebut berbeda dengan Pantai Boom yang memiliki akses lebih terbuka dan strategis karena berada di jalur Pantura. Lokasi itu dinilai lebih mudah dijangkau wisatawan maupun peziarah yang melintas di Kabupaten Tuban.

Kalah Ramai Dibanding Destinasi Lain

Selain faktor lokasi, Disbudporapar juga menyoroti pentingnya penerapan konsep Sapta Pesona dalam pengelolaan destinasi wisata.
Menurut Emawan, daya tarik wisata tidak hanya ditentukan oleh panorama atau keindahan alam semata, tetapi juga pengalaman yang dirasakan pengunjung selama berada di lokasi wisata.
“Destinasi wisata tidak hanya populer karena pemandangannya saja, tetapi juga pengalaman kuliner, keramahan warga, hingga produk khas daerah. Ini penunjang utama,” tandasnya.
Di saat sejumlah wisata desa di berbagai wilayah Tuban mampu menarik ribuan pengunjung saat akhir pekan, Goa Akbar justru masih terseok-seok mengejar target PAD di tengah hiruk-pikuk aktivitas pasar yang dinilai mengurangi kenyamanan wisatawan.
Kondisi tersebut kini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Tuban untuk melakukan pembenahan agar Goa Akbar kembali mampu bersaing sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Wali. (Az)

Berita Terkait

Lapas Tuban Gandeng TNI dan Baznas Bedah Rumah Warga Kurang Mampu
Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai
Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban
Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL
Hunting System Digelar di Sejumlah Ruas Kota Tuban, Knalpot Brong dan Balap Liar Jadi Sasaran
Diduga Ingkar Janji Pembangunan Fasum, Warga Geruduk Ahsana Property Tuban
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kejaksaan Tagih Tunggakan Pemdes Jlodro Tuban
Polemik Kwan Sing Bio Berlanjut, LBH Laporkan Advokat atas Dugaan Penistaan Tempat Ibadah

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 23:33 WIB

Lapas Tuban Gandeng TNI dan Baznas Bedah Rumah Warga Kurang Mampu

Senin, 11 Mei 2026 - 23:26 WIB

Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 19:58 WIB

Hanta virus Mulai Jadi Sorotan Nasional, Dinkes Tuban Minta Warga Jangan Abai

Senin, 11 Mei 2026 - 11:52 WIB

Diduga Serangan Jantung, Pria Asal Plumpang Meninggal Mendadak di Pasar Sapi Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 06:57 WIB

Serukan Tritura Nelayan, Gus Lilur Desak Prabowo Bentuk Satgas Berantas Penyelundupan BBL

Berita Terbaru

Wisata Goa Akbar Tuban yang berada berdampingan dengan area pasar tradisional, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Daerah

Goa Akbar Tertinggal di Tengah Moncernya Wisata Tuban

Senin, 11 Mei 2026 - 23:26 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id