Tuban – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Surabaya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap Unit Donor Darah (UDD) PMI Tuban, Rabu (21/5/2026). Kegiatan tersebut dilakukan guna memastikan standarisasi pengelolaan donor darah sekaligus mendorong peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Monitoring ini merupakan bagian dari pembinaan rutin PMI Wilayah V Surabaya yang meliputi wilayah Tuban, Bojonegoro, Lamongan, Gresik hingga seluruh Madura.
Dalam agenda tersebut, PMI Kota Surabaya melakukan peninjauan langsung terhadap pengelolaan donor darah, sistem pelayanan hingga evaluasi mutu internal di PMI Tuban.
Pastikan Pengolahan Darah Sesuai Standar
Ketua Harian PMI Kota Surabaya, Taufiq Rohman Hidayat mengatakan, kedatangannya ke Tuban merupakan bentuk monitoring dan pembinaan agar proses pengolahan darah tetap berjalan sesuai standar yang ditetapkan.
“Sehingga hasil produknya berkualitas dan tidak berbahaya bagi pasien,” ujarnya kepada awak media.
Selain pengelolaan darah, evaluasi juga dilakukan terhadap sistem keuangan di masing-masing Unit Donor Darah (UDD). Menurutnya, kondisi PMI Tuban saat ini dinilai cukup baik bahkan menunjukkan perkembangan positif.
“Dipegang pak dokter ini Tuban surplus meski sebelumnya minus,” ungkapnya.
Dinilai Mandiri Meski Tanpa Hibah Pemkab
Taufiq menilai PMI Tuban menunjukkan kemandirian di tengah belum adanya hibah dari Pemerintah Kabupaten Tuban. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri karena sejumlah daerah lain justru mendapatkan dukungan hibah pemerintah daerah.
“Meski tidak ada hibah dari Pemkab ini suatu prestasi, seperti di daerah Bangkalan itu ada hibahnya, bahkan di Bojonegoro itu lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Bidang Pengawasan Mutu UDD PMI Tuban, dr. Bambang Prio Utomo menyampaikan kondisi PMI Tuban saat ini dalam keadaan baik dan terus mengikuti arahan dari PMI wilayah maupun pusat.
“Kami tinggal mengikuti arahan dari wilayah,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan mutu pelayanan donor darah dilakukan secara rutin baik melalui pengawasan mutu internal maupun eksternal.
“Jadi kita lakukan rutin di wilayah dan pusat,” imbuhnya.
Harap Ada Dukungan Hibah Pemerintah
Meski sejauh ini PMI Tuban mengaku mampu menjalankan operasional secara mandiri, termasuk pembayaran honor karyawan, pihaknya tetap berharap adanya dukungan hibah dari pemerintah daerah.
“Ya sedikit-sedikit ada lah, masak gak ada sama sekali,” ujarnya sambil tersenyum.
Di sisi lain, tingkat partisipasi masyarakat Tuban dalam kegiatan donor darah disebut cukup tinggi. Antusiasme warga terlihat baik dalam kegiatan donor darah di kantor PMI maupun saat kegiatan jemput bola di luar kantor.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor penting yang mendukung stabilitas pelayanan donor darah di Kabupaten Tuban. (Az)












