TNI Angkatan Udara Gelar Latihan Tempur “Angkasa Yudha 2024” di Lumajang

- Reporter

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI Angkatan Udara (AU) memulai latihan tempur tahunan bertajuk Angkasa Yudha 2024 di wilayah Lumajang, Jawa Timur.(Ist)

TNI Angkatan Udara (AU) memulai latihan tempur tahunan bertajuk Angkasa Yudha 2024 di wilayah Lumajang, Jawa Timur.(Ist)

LUMAJANG, JATIM – TNI Angkatan Udara (AU) memulai latihan tempur tahunan bertajuk Angkasa Yudha 2024 di wilayah Lumajang, Jawa Timur, pada Rabu (3/12/2024). Kegiatan ini diadakan sebagai upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan operasional sekaligus memperkuat pertahanan udara nasional.

Latihan berskala besar ini melibatkan lebih dari 500 personel TNI AU, termasuk pilot, teknisi, dan pasukan pendukung lainnya. Beragam alutsista modern juga dikerahkan, seperti jet tempur F-16 Fighting Falcon, Sukhoi Su-27/30, radar canggih, serta sistem pertahanan udara berbasis darat.

Latihan Angkasa Yudha 2024 melibatkan simulasi medan perang yang mencakup serangan udara, manuver pertahanan, hingga operasi bantuan logistik. Beberapa skenario yang dilaksanakan antara lain pengamanan wilayah udara strategis, penghancuran target musuh, dan operasi evakuasi di zona konflik.

Komandan TNI AU, Marsekal Fadjar Prasetyo, menyatakan bahwa latihan ini merupakan bagian dari program rutin yang bertujuan untuk mengasah profesionalisme prajurit dalam menghadapi berbagai ancaman. “Latihan ini menjadi bukti kesiapan kita dalam menjaga kedaulatan udara Republik Indonesia. Selain menguji kemampuan alutsista, ini juga menjadi ajang koordinasi dan kolaborasi antar unit,” jelasnya.

Marsekal Fadjar juga menekankan pentingnya Angkasa Yudha dalam mengantisipasi tantangan geopolitik di kawasan. “Sebagai negara kepulauan terbesar, ruang udara kita sangat vital. Melalui latihan ini, kami memastikan bahwa setiap potensi ancaman dapat ditangani dengan respons cepat dan efektif.”

Latihan ini memanfaatkan teknologi modern, termasuk simulasi berbasis komputer untuk memodelkan skenario pertempuran. Sistem radar yang ditingkatkan juga diuji untuk memastikan keandalan dalam mendeteksi ancaman di wilayah udara Indonesia.

Selain itu, drone canggih dan pesawat nirawak turut dikerahkan untuk pengintaian dan pemantauan situasi selama latihan berlangsung. Teknologi ini menjadi elemen penting dalam strategi perang modern, yang menuntut akurasi tinggi dan pengumpulan data secara real-time.

Latihan besar-besaran ini juga mendapat perhatian dari masyarakat Lumajang. Beberapa warga menyambut baik kehadiran latihan ini, yang dianggap memberikan rasa aman sekaligus membuka kesempatan edukasi tentang pentingnya pertahanan nasional.

“Melihat pesawat-pesawat tempur ini beraksi adalah pengalaman yang luar biasa. Kami juga bangga karena Lumajang menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini,” ujar Agus Santoso, seorang warga setempat.

Namun, beberapa warga juga sempat mengeluhkan suara bising dari pesawat yang melintas, terutama di area permukiman. TNI AU menyatakan telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk meminimalisasi dampak pada masyarakat sekitar.

Kegiatan ini tidak hanya melibatkan TNI AU, tetapi juga didukung oleh instansi lain seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pertahanan. Mereka berperan dalam simulasi penanganan darurat dan logistik.

Selain itu, latihan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari militer negara sahabat sebagai pengamat. Kehadiran mereka mencerminkan pentingnya kerja sama regional dalam menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

Latihan Angkasa Yudha 2024 tidak hanya menjadi ajang peningkatan kemampuan militer, tetapi juga mempertegas komitmen TNI AU dalam menjaga kedaulatan Indonesia. Dengan teknologi modern dan koordinasi lintas lembaga, latihan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan pertahanan udara yang tangguh.

“Semoga kegiatan ini memberikan dampak positif, baik bagi prajurit TNI maupun masyarakat luas. Kesiapan yang ditingkatkan akan menjadi bekal kita menghadapi masa depan yang penuh tantangan,” tutup Marsekal Fadjar.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah
Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak
Kirana Wedding Tuban Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp400 Juta
Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial
PRPP Edukasi Pemuda Desa di Tuban, Dorong Bijak Bermedia Sosial Tangkal Hoaks
Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular
Terlacak GPS Mobil Rental, Terduga Penipuan Puluhan Korban di Situbondo Ditangkap di Hotel
Haul Ponpes Langitan 2026: Lalu Lintas Ramai Lancar, Polisi Antisipasi Lonjakan Arus Kepulangan Jemaah

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:45 WIB

Kejari Tuban Benarkan Staf yang Diperiksa Terkait Polemik Rp600 Juta Sedang Umrah

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:58 WIB

Jadwal Tender April Terlewati, Revitalisasi Taman Kapur Rp16,6 Miliar Belum Bergerak

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:10 WIB

Polresta Tuban Perkuat Sinergi dengan Media Lewat PIRAMIDA, Siapkan Kolaborasi Sosial

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:46 WIB

PRPP Edukasi Pemuda Desa di Tuban, Dorong Bijak Bermedia Sosial Tangkal Hoaks

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:06 WIB

Solusi Bangun Indonesia Raih Lestari Awards 2026, Nathabumi Dinilai Perkuat Ekonomi Sirkular

Berita Terbaru