JAKARTA, INDONESIA – PT Prima Energi Bawean (PEB), bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), sukses melaksanakan lifting perdana minyak mentah di Lapangan Camar, Blok Bawean, Kamis (5/12/2024). Ini menandai langkah penting bagi industri migas Indonesia dalam meningkatkan produksi energi nasional.
Target Lapangan Camar ke Depan
Produksi awal dari Lapangan Camar mencapai 400 barel minyak per hari (BOPD) dengan total lifting mencapai 95.000 barel. Minyak ini diangkut menggunakan tanker Maersk Cayman dari Temporary Storage Tanker (TST) Fastron di wilayah perairan Laut Jawa Timur, sekitar 90 km dari Surabaya.
Lapangan Camar kembali beroperasi pada Februari 2024 setelah tiga tahun vakum. Sebagai operator penuh, PEB memperoleh kontrak PSC Cost Recovery melalui tender migas pada Desember 2022 dan berhasil memulai produksi dalam waktu kurang dari setahun.
Saat ini, pengembangan sedang berlangsung, termasuk pengeboran sumur baru (CW-1 dan CW-2), penggelaran pipa sepanjang 8 km, serta reaktivasi sumur lama. Produksi Lapangan Camar diproyeksikan mencapai 2.200 BOPD pada 2025, berkontribusi signifikan terhadap ketahanan energi nasional.
Dukungan SKK Migas
Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryodipuro, menekankan pentingnya pencapaian ini dalam mendukung ketahanan energi Indonesia. “Kami terus mendorong PEB untuk memaksimalkan potensi Lapangan Camar dengan memperluas eksplorasi dan meningkatkan produksi minyak mentah,” kata Hudi.
Komitmen PEB untuk Pengembangan Migas
CEO PT Prima Energi Bawean, Pieters Utomo, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan kontribusi nyata terhadap pendapatan negara dan industri migas nasional. “Kami akan terus bersinergi dengan SKK Migas dan pihak terkait untuk memastikan kelancaran operasional serta pengembangan potensi migas di Wilayah Kerja Bawean,” ungkapnya.
Standar Operasional dan Keamanan
Dengan standar operasional tinggi, keamanan, dan perlindungan lingkungan yang menjadi prioritas, lifting perdana ini diharapkan menjadi awal dari kontribusi lebih besar dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Pengembangan Lapangan Camar menjadi simbol inovasi dan kerja keras dalam mengatasi tantangan di sektor hulu migas.(Said)












