Hujan Lebat dan Angin Kencang Guyur Surabaya, Beberapa Titik Dilanda Banjir

- Reporter

Selasa, 24 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Eri mamantau beberapa wilayah yang terdampak banjir,(Ist).

Wali Kota Eri mamantau beberapa wilayah yang terdampak banjir,(Ist).

SURABAYA, JATIM – Hujan deras yang disertai angin kencang mengguyur Kota Surabaya sejak pukul 15.30 WIB, Selasa (24/12/2024), menyebabkan sejumlah kawasan tergenang hingga banjir. Genangan air dilaporkan terjadi di berbagai lokasi seperti Jalan Kartini, Dukuh Pakis, Dukuh Kupang Timur, Girilaya, Gayungan, Ketintang, dan Margorejo.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebutkan bahwa curah hujan yang berlangsung hampir empat jam telah memicu banjir di beberapa titik, terutama di wilayah selatan kota.

“Gayungan, Ketintang, Margorejo, dan titik-titik menuju avur Wonorejo mengalami banjir karena hujan selama lebih dari tiga jam,” ujar Eri saat dihubungi.

Titik Banjir Terparah di Surabaya Selatan

Menurut Eri, wilayah Surabaya Selatan menjadi area yang paling terdampak akibat intensitas hujan yang tinggi. Sungai-sungai di kawasan tersebut pun tidak mampu menampung debit air yang terus meningkat.

“Di Dharmawangsa dan Srikana, sungai sudah mulai meluap. Tinggi air di Wonorejo mencapai 185 cm, sudah maksimal dan tidak bisa menampung lagi,” jelasnya.

Baca juga: BMKG Memperkirakan Hujan Lebat, Pemkot Surabaya Maksimalkan Pompa Atasi Genangan

Sungai Penuh, Aliran Air Tertahan

Hujan deras juga menyebabkan sungai-sungai besar seperti Jagir dan Wonokromo penuh. Aliran air dari wilayah lain seperti Jombang dan Mojokerto turut memperparah kondisi.

“Semua aliran air menuju Surabaya, sementara sungai-sungai di sini sudah penuh. Pintu air tidak mampu lagi menampung volume air, sehingga terjadi luapan air dari sungai. Kami hanya bisa menunggu hujan reda,” tambah Eri.

Upaya Pemkot Surabaya

Pemerintah Kota Surabaya terus memantau kondisi dan berupaya memaksimalkan pengelolaan air untuk meminimalisir dampak banjir di wilayah terdampak.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki
Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel
Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban
Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas
Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi
Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius
Cegah Konvoi Saat Pengesahan PSHT, Polres Tuban Amankan 33 Orang dan 37 Kendaraan
Diwarnai Aksi Bakar Ban, Mahasiswa Tuban Desak Program MBG Dihentikan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:25 WIB

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:39 WIB

Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:30 WIB

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:44 WIB

Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:32 WIB

Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius

Berita Terbaru

Razia miras di Tuban kembali diwarnai fenomena warung yang tutup sebelum petugas datang. Satpol PP menemukan puluhan botol arak dan minuman oplosan yang diduga siap edar, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Pemerintah

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Minggu, 21 Jun 2026 - 06:47 WIB

Polres Tuban melakukan mutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dan bintara. Sejumlah jabatan strategis di Satreskrim, Satlantas hingga Intelkam berganti, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:30 WIB