SURABAYA – Indonesia Australia Business Council (IABC) East Java terus mendorong kerja sama antara Jawa Timur dan Australia di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pendidikan dan budaya.
Kolaborasi Ekonomi dan Pendidikan
Presiden IABC East Java Chapter, Caroline Gondokusumo, dalam pernyataannya di Surabaya pada Selasa (10/2), menegaskan bahwa hubungan erat antara Jawa Timur dan Australia telah terjalin selama puluhan tahun.
“Di sektor perdagangan, Jawa Timur mengekspor berbagai produk ke Australia, seperti kopi, furnitur, produk kayu, serta bahan makanan gluten-free,” ujar Caroline.
Di bidang pendidikan, pada akhir 2024, Western Sydney University (WSU) resmi membuka kampus pertamanya di Indonesia, yang berlokasi di Surabaya. Kampus ini tidak hanya menargetkan mahasiswa dari Jawa Timur atau Indonesia, tetapi juga dari kawasan Asia Tenggara.
“Mahasiswa WSU di Surabaya bisa menempuh dua tahun perkuliahan di Indonesia dan satu tahun di Sydney dengan kurikulum yang sama, sehingga lebih hemat biaya,” tambahnya.
Kepemimpinan Baru dan Strategi IABC East Java
Caroline Gondokusumo, yang merupakan alumni University of Technology Sydney, baru saja terpilih sebagai Presiden IABC East Java Chapter untuk periode 2025–2027, menggantikan Antony Harsono yang menjabat sejak 2023.
Saat ini, IABC East Java memiliki sekitar 120 anggota, mayoritas pengusaha di sektor manufaktur. Di bawah kepemimpinannya, Caroline menargetkan peningkatan jumlah anggota serta memperkuat kerja sama dengan Komisi Perdagangan dan Investasi Australia (Austrade) dan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya.
“Kami akan mengadakan business matching, networking session, serta memfasilitasi perdagangan antara pengusaha Jawa Timur dan Australia. IABC East Java siap membantu pelaku usaha yang ingin menjajaki peluang ekspor maupun impor antara kedua wilayah,” jelas Caroline.
Baca juga: Khofifah Dorong Ekspor Produk Agrikultur Jawa Timur ke Tiongkok
Dukungan Konsulat Australia dan Peluang Investasi
Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Glen Askew, menegaskan bahwa Indonesia adalah mitra strategis bagi Australia, sementara Jawa Timur memiliki peran penting dalam hubungan ekonomi kedua negara.
“Dari sisi perdagangan, Australia banyak memasok bahan baku industri ke Indonesia, termasuk untuk produksi susu. Sebaliknya, produk kayu olahan dan makanan laut dari Indonesia sangat diminati di Australia,” kata Glen.
Selain itu, pihaknya juga mendukung ekspor buah-buahan seperti manggis dan buah naga dari Jawa Timur ke Australia. Meskipun membutuhkan proses dan standar kualitas yang ketat, Konsulat Jenderal Australia siap memfasilitasi produk-produk unggulan dari Jawa Timur agar dapat menembus pasar Australia.
Baca juga: Perdana, Mendag Budi Lepas Ekspor Sepeda Elektrik dari Sidoarjo ke Amerika
Dalam hal investasi, Australia menempati peringkat ke-15 dalam daftar negara dengan penanaman modal terbesar di Jawa Timur. Sejumlah perusahaan Australia telah beroperasi di berbagai kawasan industri seperti SIER, PIER, dan beberapa tengah menjajaki investasi di JIIPE.
Dengan berbagai inisiatif ini, IABC East Java optimistis hubungan bisnis antara Jawa Timur dan Australia akan semakin erat dan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.(Said)
Editor : Mukhyidin khifdhi












