Prof Brian Yuliarto Kembangkan Biosensor untuk Diagnosis Penyakit di Indonesia

- Reporter

Rabu, 19 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Brian Yuliarto, (Ist).

Prof Brian Yuliarto, (Ist).

Jakarta, (19/02/2025) – Prof Brian Yuliarto, guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), terus mengembangkan teknologi biosensor untuk kebutuhan medis di Indonesia. Bersama timnya, ia berhasil menciptakan sensor untuk mendeteksi gas berbahaya, polutan, dan berbagai penyakit seperti demam berdarah, hepatitis, serta kanker.

Salah satu fokus utama Prof Brian adalah menciptakan kemandirian dalam teknologi biosensor. Melalui kerja sama dengan industri, alat diagnostik berbasis sensor mulai dikembangkan agar Indonesia tidak bergantung pada teknologi impor.

Baca juga: Profil Prof Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang Baru

“Indonesia memiliki potensi besar dalam riset dan inovasi, terutama di bidang biosensor. Harapannya, kita tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga produsen teknologi kesehatan,” ujar Prof Brian dalam sebuah wawancara.

Selain bekerja sama dengan industri dalam negeri, Prof Brian juga menjalin kolaborasi dengan peneliti internasional. Hingga saat ini, ia telah menerbitkan lebih dari 329 artikel ilmiah yang tercatat dalam indeks Scopus dan mendapatkan lebih dari 5.600 sitasi.

Dengan berbagai inovasi yang dikembangkannya, Prof Brian berharap teknologi biosensor dapat membantu meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia sekaligus memperkuat daya saing nasional di bidang teknologi medis.(My)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA
Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu
Himbauan Wakaf ASN Kemenag Tuban Tuai Polemik, Nominal Rp1 Juta Dinilai Memberatkan
Divonis 5 Bulan 20 Hari, Kasus Kakek Masir di Taman Nasional Baluran Resmi Berakhir
Pekerja Meninggal di Pelabuhan PT SIG Tuban, SOP K3 dan Pelaporan Disorot

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:23 WIB

Gembleng Fisik dan Mental Pemuda, SAKA Polsek Merakurak Gelar Longmarch JALABHASKARA

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:02 WIB

Alih Fungsi KUD Jadi Dapur MBG di Senori Disorot, Pemerintah Desa dan Forkopimcam Mengaku Tak Tahu

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee