Guru di Tuban Diduga Tetap Terima Gaji dan Tunjangan, Meski Mangkir Selama 3 Tahun

- Reporter

Sabtu, 10 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang Guru di Tuban diduga tidak pernah mengajar selama hampir 3 Tahun,(Ilustrasi/Ist).

Seorang Guru di Tuban diduga tidak pernah mengajar selama hampir 3 Tahun,(Ilustrasi/Ist).

Tuban – Seorang guru di SDN Parangbatu 1, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban, berinisial RH, diduga tidak pernah hadir mengajar selama hampir tiga tahun terakhir. Ironisnya, meski tidak menjalankan tugas sebagai pendidik, RH tetap menerima gaji dan tunjangan penuh setiap bulan.

Gaji Tetap Mengalir Meski Tak Pernah Mengajar

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, RH masih menerima gaji lebih dari Rp3 juta pada Mei 2025. Situasi ini menimbulkan tanda tanya besar terkait lemahnya pengawasan dan evaluasi di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban.

Diduga Bermula dari Konflik Internal

Seorang guru di sekolah yang sama, yang enggan disebutkan namanya, menyebut bahwa ketidakhadiran RH kemungkinan dipicu oleh konflik internal dengan kepala sekolah sebelumnya. Namun hingga kini, tak ada kejelasan atau penyelesaian dari permasalahan tersebut.

Tri Kuntari, kepala SDN Parangbatu 1 saat ini, menolak memberikan keterangan ketika dimintai tanggapan oleh awak media. Ia memilih meninggalkan lokasi tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Dinas Pendidikan Tuban: Kasus Sedang ditangani BKPSDM

Di sisi lain, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, membenarkan adanya laporan mengenai kasus RH. Ia menyebut bahwa masalah tersebut kini sedang ditangani oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban.

“Kalau alasannya kami belum tahu pasti karena masih dalam proses di BKPSDM. Nanti setelah hasilnya keluar, akan kami sampaikan,” ujar Rakhmat saat dihubungi, Jumat (09/05/25).

Desakan Evaluasi Menyeluruh

Kasus ini menuai sorotan publik dan menimbulkan desakan agar pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem absensi dan pengawasan tenaga pendidik. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang dan dana pendidikan digunakan secara bertanggung jawab.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee