Banjir Rob Terjang Pesisir Situbondo, Warga Terpaksa Mengungsi, Satpolairud Bergerak Salurkan Bantuan

- Reporter

Selasa, 17 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Satpolairud Polres Situbondo salurkan bantuan warga terdampak banjir rob,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Satpolairud Polres Situbondo salurkan bantuan warga terdampak banjir rob,(Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Hantaman gelombang tinggi kembali menimbulkan bencana di wilayah pesisir utara Kabupaten Situbondo. Kali ini, Dusun Laok Bindung, Desa Landangan, Kecamatan Kapongan, menjadi titik terdampak paling parah akibat banjir rob yang terjadi pada Selasa (17/06/2025).
Air laut yang meluap menembus pemukiman warga, menghantam bangunan-bangunan di tepi pantai, dan menyebabkan kerusakan di beberapa rumah, terutama di bagian belakang yang langsung menghadap laut. Tidak sedikit warga yang harus mengungsi sementara ke rumah sanak saudara karena kondisi rumah yang tak lagi layak huni.

Satpolairud Turun Tangan Bantu Warga Terdampak Banjir Rob

Menanggapi kejadian ini, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo langsung mengirimkan personel ke lokasi terdampak. Selain memantau dan memastikan kondisi warga, mereka juga menyalurkan bantuan berupa paket sembako.
Kepala Satpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan bahwa pihaknya merasa terpanggil untuk hadir langsung dan membantu warga yang sebagian besar merupakan nelayan dan mitra Satpolairud.

“Beberapa rumah korban yang rusak ini adalah milik masyarakat pesisir yang setiap harinya menggantungkan hidup dari laut. Kami prihatin atas musibah ini. Bantuan sembako kami salurkan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas,” ujar AKP Gede.

Selain bentuk kepedulian, kegiatan ini juga merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-79. Menurut AKP Gede, pemberian sembako walau nilainya tidak besar, diharapkan dapat sedikit meringankan beban masyarakat yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Nilai bantuan memang tidak seberapa, tapi kami ingin menunjukkan bahwa kami hadir dan peduli. Ini juga sebagai bagian dari sinergi antara Polri dengan masyarakat pesisir yang selama ini telah menjadi mitra kerja dalam menjaga keamanan laut,” lanjutnya.

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, mie instan, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.

Warga Kesulitan Melaut, Rumah Ruasak Dihantam Gelombang

Misroto (54), salah satu warga yang terdampak, mengungkapkan bahwa sudah lebih dari sepekan ia tidak bisa melaut karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Kondisi ini membuat penghasilannya menurun drastis. Ditambah lagi, dapur rumahnya rusak berat setelah diterjang air laut pada malam hari.

“Terima kasih kepada Satpolairud yang sudah datang dan memberikan bantuan sembako, ini sangat membantu,” tuturnya dengan nada lirih.

Menurut pantauan di lapangan, banjir rob tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memicu kerusakan ringan pada fasilitas jalan akses menuju pesisir. Beberapa batu penahan ombak dan talud tampak terkikis dan berpotensi runtuh jika gelombang tinggi kembali datang.
Pemerintah desa setempat saat ini tengah berkoordinasi dengan BPBD Situbondo untuk melakukan pendataan kerusakan serta mencari solusi jangka panjang guna melindungi kawasan pesisir dari ancaman rob yang terus berulang tiap musim angin timur.

Waspada Cuaca Ekstrem

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi gelombang tinggi di wilayah perairan utara Jawa Timur. Warga, khususnya nelayan, diminta waspada dan menunda aktivitas melaut bila kondisi cuaca tidak mendukung.
Sementara itu, Satpolairud juga mengimbau warga untuk segera melaporkan bila ada kerusakan parah atau kondisi darurat di wilayah pesisir agar bantuan bisa segera diberikan.

Kepedulian terhadap nasib masyarakat pesisir yang kerap terdampak bencana alam menjadi langkah nyata membangun rasa aman dan solidaritas.
Harapannya, dengan perhatian yang diberikan serta peringatan dini yang terus disebarluaskan, masyarakat pesisir lebih siap menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.(Fia)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee