Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Bukan Aphelion! Ini Alasan Suhu Dingin di Tuban

- Reporter

Kamis, 10 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar: (Ilustrasi/suhu dingin menyelimuti kota Tuban menjelang sore hari),(Liputansatu.id).

Gambar: (Ilustrasi/suhu dingin menyelimuti kota Tuban menjelang sore hari),(Liputansatu.id).

Tuban – Belakangan, masyarakat Kabupaten Tuban dibuat penasaran dengan suhu udara yang terasa lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga dini hari. Banyak yang mengaitkan fenomena ini dengan Aphelion, kondisi di mana bumi berada pada titik terjauh dari matahari dalam orbitnya. Namun, menurut BMKG Tuban, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat.

BMKG Tegaskan: Bukan Karena Aphelion

Kepala Stasiun BMKG Kelas III Tuban, Muchammad Nur, memberikan klarifikasi pada Kamis (10/07/2025). Ia menegaskan bahwa suhu dingin yang dirasakan warga akhir-akhir ini bukan disebabkan oleh fenomena Aphelion, melainkan merupakan bagian dari karakteristik alami musim kemarau.

“Fenomena Aphelion memang terjadi di bulan Juli, namun tidak berdampak langsung terhadap suhu udara di wilayah tertentu, termasuk Tuban,” ungkap Nur.

Ia menambahkan bahwa Aphelion adalah peristiwa astronomis berskala global yang tidak serta-merta memengaruhi cuaca lokal secara signifikan. Sebaliknya, pendinginan udara malam hari lebih banyak dipengaruhi oleh dinamika atmosfer selama musim kemarau.

Minim Awan, Malam Lebih Dingin

Menurut BMKG, suhu dingin ini terjadi karena minimnya tutupan awan pada musim kemarau. Saat siang hari, sinar matahari menyinari permukaan bumi tanpa halangan, menyebabkan suhu udara terasa panas. Namun ketika malam tiba, karena tidak adanya awan yang ‘menyelimuti’ bumi, panas tersebut langsung terlepas kembali ke atmosfer.

“Siang hari terasa panas karena radiasi matahari tidak terhalang awan, sementara malam hari terasa dingin karena bumi tidak menyimpan panas tersebut,” jelas Nur.

Dengan tidak adanya ‘selimut’ awan, suhu malam hari turun drastis dan menyebabkan udara menjadi lebih sejuk, bahkan terasa menusuk.

Puncak Kemarau Agustus, Masyarakat Diminta Waspada

BMKG memprediksi puncak musim kemarau di wilayah Kabupaten Tuban akan terjadi pada Agustus 2025. Dalam kondisi tersebut, suhu rendah pada malam hari akan terus terjadi, disertai dengan kelembapan udara yang juga relatif rendah.
Menyikapi hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan adaptasi terhadap suhu dingin, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

“Kami imbau masyarakat mengenakan pakaian hangat saat beraktivitas di luar rumah, terutama malam dan dini hari. Termasuk bagi yang rutin berolahraga atau bekerja malam,” kata Nur.

Untuk memantau perkembangan cuaca dan suhu harian, masyarakat diminta mengakses informasi melalui kanal resmi BMKG, seperti aplikasi InfoBMKG dan akun media sosial @infobmkg.
“Langkah ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi suhu ekstrem, kelembapan rendah, atau potensi cuaca lainnya,” pungkas Nur.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

SIG Tuban Perluas Jaringan Air Bersih di Tahulu, Layani 83 KK dan Dukung Program MBG
Kasus Makam Sunan Bonang Tuban Dibuka Lagi, PWI-LS Sebut Tak Pernah Ada Izin Pembongkaran Nisan
Aliansi Umat Desak Polisi Usut Dugaan Perusakan Makam Sunan Bonang Tuban, Ancam Aksi Lebih Besar
Puluhan Warga Tuban Antusias Ikuti Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”
Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Diproyeksikan Serap Hingga 68 Ribu Tenaga Kerja
Di Balik Kunjungan Presiden ke Tuban, Ada Lahan Hutan Diratakan dan Keluhan Pesanggem
Prabowo Puji Peran Polri dalam Ketahanan Pangan Saat Panen Raya Jagung di Tuban
1.500 Personel Gabungan Disiagakan Jelang Kedatangan Presiden di Panen Raya Jagung Tuban

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:10 WIB

SIG Tuban Perluas Jaringan Air Bersih di Tahulu, Layani 83 KK dan Dukung Program MBG

Senin, 18 Mei 2026 - 19:45 WIB

Aliansi Umat Desak Polisi Usut Dugaan Perusakan Makam Sunan Bonang Tuban, Ancam Aksi Lebih Besar

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:57 WIB

Puluhan Warga Tuban Antusias Ikuti Nobar Film Dokumenter “Pesta Babi”

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:54 WIB

Polri Bangun 1.376 SPPG MBG, Diproyeksikan Serap Hingga 68 Ribu Tenaga Kerja

Sabtu, 16 Mei 2026 - 20:32 WIB

Di Balik Kunjungan Presiden ke Tuban, Ada Lahan Hutan Diratakan dan Keluhan Pesanggem

Berita Terbaru

Ilustrasi seorang ASN berstatus terpidana kasus penipuan proyek pemerintah namun diduga masih aktif menerima gaji negara, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Sudah Jadi Terpidana, ASN Tuban Ini Diduga Masih Digaji Negara

Selasa, 19 Mei 2026 - 20:48 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id