Tuban – Tiga ruang kelas di SD Negeri Bogorejo, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, dilaporkan ambruk pada Rabu (06/08/2025) sekitar pukul 13.00 WIB. Beruntung, tak ada korban jiwa yang dikarenakan siswa telah pulang saat kejadian berlangsung. Namun insiden ini menjadi alarm pentingnya keselamatan fisik serta kelayakan ruang belajar yang mestinya dijamin pemerintah.
Kapolsek Merakurak, AKP Hartono, mengatakan bangunan kelas yang ambruk merupakan ruang kelas 4, 5, dan 6. Terakhir kali direnovasi pada 2015 menggunakan atap baja ringan.
“Bangunan ini sudah cukup lama tidak mendapatkan perbaikan,” ujar Hartono kepada wartawan.
Akibat kejadian ini, kegiatan belajar terpaksa akan dialihkan ke ruang kelas lain yang masih layak. Sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap penyebab keruntuhan, yang diduga akibat usia bangunan tua dan minimnya perawatan.
Komitmen Pemerintah: Pendidikan Jadi Prioritas
Ironisnya, pemerintah daerah sebenarnya kerap menyatakan bahwa pendidikan menjadi prioritas. Dalam berbagai kesempatan, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky menegaskan pentingnya peningkatan akses dan kualitas pendidikan. Bahkan dalam proses efisiensi APBD sebesar Rp 50 miliar, Bupati menyebut sektor pendidikan sebagai salah satu yang tetap dipertahankan.
“Anggaran hasil efisiensi akan dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur pendidikan,” ujar Bupati, dikutip dari BlokTuban.
Pernyataan itu diperkuat oleh Kepala Dinas Pendidikan Tuban, Abdul Rakhmat, yang mengatakan bahwa pemerintah tengah gencar membenahi sarana dan prasarana pendidikan.
“Karena peningkatan sarpras ini menjadi penunjang proses pembelajaran,” ucap Rakhmat (2024), sebagaimana dilansir situs resmi Pemkab Tuban.
Data yang dirilis menyebutkan bahwa selama 2023–2024, ratusan ruang kelas telah dibangun dan direhabilitasi. Namun pertanyaan, apakah upaya itu cukup menjangkau sekolah-sekolah dengan kondisi paling rawan seperti SDN Bogorejo?
Selamat Hari Ini, Tapi Besok?
Fakta bahwa tidak ada korban dalam insiden ini seolah menjadi pelipur lara, tapi juga bisa saja membuat kita lengah. Masih banyak sekolah – sekolah seperti SDN Bogorejo, terutama di pelosok dan pinggiran kabupaten, yang mungkin berdiri di atas fondasi yang sudah tak layak atau bangunan yang sudah tua. Tapi karena tidak viral, mereka mungkin terlupakan. Seolah pemerintah hanya tergerak saat bangunan ambruk dan kamera wartawan hadir.
Pemkab Tuban memang menunjukkan kemauan politik untuk membenahi pendidikan. Tapi kasus SDN Bogorejo menunjukkan bahwa kesenjangan implementasi di lapangan masih terjadi antara dokumen rencana dan realitas ruang kelas yang nyaris runtuh.
Audit Menyeluruh, Bukan Retorika Saja
Insiden ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah, terutama Dinas Pendidikan. Jangan sampai kita terlena oleh statistik dan seremonial, sementara bangunan tempat anak-anak kita belajar justru perlahan rapuh dan terabaikan.
Hari ini mungkin kita beruntung tak ada korban. Tapi besok? Jangan tunggu nyawa melayang baru sadar bahwa kelas tak hanya tempat belajar tapi juga tempat perlindungan bagi masadepan bangsa yang wajib dijaga negara.(Az)
Editor : Kief












