Domino! Cara Unik Satpolairud Situbondo Satukan Nelayan yang Berseteru

- Reporter

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana lomba domino antar nelayan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, yang digagas Satpolairud Polres Situbondo sebagai upaya mempererat kerukunan dan meredam konflik perebutan wilayah tangkap, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Suasana lomba domino antar nelayan di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Situbondo, yang digagas Satpolairud Polres Situbondo sebagai upaya mempererat kerukunan dan meredam konflik perebutan wilayah tangkap, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Malam di pesisir Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, tampak berbeda dari biasanya. Bukan suara ombak atau deru kapal yang mendominasi, melainkan dentingan kartu domino yang beradu di atas meja kayu sederhana. Gelak tawa para nelayan yang dulunya kerap bersitegang, kini pecah dalam sebuah lomba rakyat yang penuh kehangatan.
Lomba unik ini digagas oleh Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Situbondo sebagai upaya mencairkan kembali hubungan sosial antar nelayan. Selama ini, garis pantai Situbondo yang membentang sejauh 150 kilometer memang menjadi sumber kehidupan ribuan nelayan, namun juga kerap memunculkan konflik.

Konflik Lama Antar Nelayan

Persaingan memperebutkan area tangkap laut kerap menimbulkan ketegangan, terutama karena perbedaan alat tangkap yang digunakan. Nelayan slerek, gardan, hingga pancing cumi seringkali bersitegang di tengah laut karena merasa wilayah tangkapnya diganggu pihak lain. Tak jarang, konflik kecil berlanjut menjadi perpecahan yang memicu ketidaknyamanan di kalangan warga pesisir.
“Nelayan di sini sama-sama menggantungkan hidup pada laut, tapi perbedaan cara menangkap ikan kadang menimbulkan gesekan,” jelas salah seorang warga.

Domino Jadi Perekat Sosial

Kasatpolairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, menegaskan bahwa lomba domino ini lebih dari sekadar hiburan rakyat. Menurutnya, permainan sederhana itu bisa menjadi medium yang efektif untuk mempererat kembali hubungan antar nelayan yang sempat renggang.
“Domino membuat mereka yang dulu bersitegang kini bisa duduk berhadapan, saling bercanda, dan tertawa bersama. Dari situ tumbuh lagi rasa saling menghormati dan menjaga kerukunan,” ungkapnya, Minggu (05/10/2025).

Edukasi Ramah Lingkungan

Selain menghibur, ajang ini juga dimanfaatkan sebagai ruang edukasi. Dalam sela-sela perlombaan, Satpolairud memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kelestarian laut. Nelayan diberi pemahaman tentang bahaya destructive fishing yang bisa merusak ekosistem, serta diajak untuk lebih memilih alat tangkap ramah lingkungan agar hasil laut tetap berkelanjutan.
“Kalau laut rusak, bukan hanya ikan yang hilang, tapi juga masa depan anak cucu kita,” kata AKP Gede menekankan.

Dukungan Warga dan Pemerintah Desa
Kepala Desa Kilensari, Sugiyono, menilai kegiatan ini sebagai langkah jitu meredakan konflik yang sudah lama membayangi warganya. Menurutnya, lomba sederhana ini justru menghadirkan dampak sosial yang sangat besar.
“Kami melihat langsung bagaimana hubungan antar nelayan kembali cair. Mereka yang dulu enggan bicara kini bisa tertawa bersama. Domino ini seperti obat mujarab yang menyatukan mereka,” ujar Sugiyono.
Ia berharap kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan, bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai wadah memperkuat persaudaraan dan meningkatkan kesadaran menjaga laut.

Pesan Damai dari Pesisir

Malam itu di Kilensari, permainan domino sederhana berhasil menghadirkan pesan: bahwa kerukunan jauh lebih penting daripada sekadar memperebutkan hasil laut. Dari sebuah meja kayu, nelayan yang dulu berseteru kini bisa berbagi senyum dan tawa.
“Ini ide luar biasa. Ternyata, hal sederhana bisa membawa dampak besar bagi perdamaian,” tutup Sugiyono. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki
Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel
Bukan Kalpataru, Ini Harta Karun Tertua di Tuban yang Sudah Ada Sejak 500 SM
Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban
Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas
Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi
Kronologi Kebakaran Pasar Tuban hingga Munculnya Selebaran Misterius
Cegah Konvoi Saat Pengesahan PSHT, Polres Tuban Amankan 33 Orang dan 37 Kendaraan

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:25 WIB

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:39 WIB

Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:06 WIB

Bukan Kalpataru, Ini Harta Karun Tertua di Tuban yang Sudah Ada Sejak 500 SM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:30 WIB

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:44 WIB

Dilantik Jadi Kepala Diskarpus Melawi, Sukamto Siap Tata Arsip dan Hidupkan Literasi

Berita Terbaru

Razia miras di Tuban kembali diwarnai fenomena warung yang tutup sebelum petugas datang. Satpol PP menemukan puluhan botol arak dan minuman oplosan yang diduga siap edar, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Pemerintah

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Minggu, 21 Jun 2026 - 06:47 WIB

Polres Tuban melakukan mutasi besar-besaran terhadap puluhan perwira dan bintara. Sejumlah jabatan strategis di Satreskrim, Satlantas hingga Intelkam berganti, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Sabtu, 20 Jun 2026 - 01:30 WIB