Transformasi Industri Dolomit: Bandora Grup Hadirkan SATARA untuk Pasar Nasional

- Reporter

Jumat, 24 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandar Dolomit Nusantara Grup (Bandora Grup), (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Bandar Dolomit Nusantara Grup (Bandora Grup), (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Komitmen Bandora Grup dalam memperkuat sektor pertambangan nasional sekaligus mendukung ketahanan pangan Indonesia kini memasuki babak baru. Melalui sinergi strategis dengan Bandar Indonesia Grup (BIG) dan SANTRI Grup, Bandora Grup resmi memulai kegiatan penambangan dolomit secara serentak di tiga kabupaten — Gresik, Lamongan, dan Tuban — pada minggu keempat Oktober 2025.
Hasil tambang dari ketiga wilayah tersebut akan dikelola dan dipasarkan melalui produk unggulan “Sahabat Tanah Nusantara” (SATARA), merek dolomit yang dihadirkan sebagai solusi nyata bagi perbaikan kualitas tanah pertanian di Indonesia.
Peluncuran resmi SATARA dijadwalkan pada 10 November 2025, bertepatan dengan Hari Pahlawan Nasional — momentum simbolik yang mencerminkan semangat perjuangan bagi tanah dan rakyat Nusantara.
“Kami ingin menjadikan SATARA bukan sekadar komoditas tambang, melainkan simbol perjuangan bagi kesejahteraan dan keadilan sosial. Dolomit ini adalah bentuk kontribusi kami untuk Indonesia yang lebih subur dan berdaulat,”
ungkap HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawy, Founder sekaligus Owner BIG, SANTRI Grup, dan Bandora Grup.

Sistem Maklon Upah Giling: Inovasi Kolaboratif di Tahap Awal

Pada fase awal produksi, Bandora Grup akan menerapkan sistem Maklon Upah Giling — model kerja sama inovatif dengan pihak ketiga yang memiliki fasilitas penggilingan dan pengemasan dolomit modern.
Bahan baku dolomit akan diperoleh dari tambang milik BIG dan SANTRI Grup, kemudian diproses hingga ukuran mess 100 di pabrik mitra. Proses pengemasan juga dilakukan di fasilitas yang sama untuk menjamin kualitas dan efisiensi distribusi ke pasar nasional.
Langkah ini merupakan strategi transisi menuju operasional penuh pabrik dolomit milik Bandora Grup yang kini sedang dalam tahap pembangunan. Setelah pabrik tersebut beroperasi, seluruh proses produksi akan dilakukan secara mandiri dengan standar industri terbaik.

SATARA: Pahlawan bagi Tanah Nusantara

Peluncuran produk SATARA semula direncanakan pada 9 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Antikorupsi Sedunia. Namun, keputusan untuk memajukan ke 10 November 2025 dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan Hari Pahlawan, yang sejalan dengan filosofi SATARA — “Pahlawan bagi Tanah Nusantara.”
“SATARA kami hadirkan sebagai wujud cinta kami pada bumi Indonesia. Dengan produk ini, kami ingin berkontribusi pada pertanian berkelanjutan dan memperkuat ketahanan pangan nasional,”
tambah Khalilur.

Dukung Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan

Dengan slogan “Sahabat Tanah Nusantara”, SATARA diharapkan menjadi solusi terdepan dalam meningkatkan produktivitas lahan pertanian melalui perbaikan pH tanah dan peningkatan unsur hara alami.
Bandora Grup meyakini, dolomit bukan hanya mineral, tetapi juga kunci keseimbangan ekosistem pertanian yang berperan penting dalam menjaga kesuburan dan keberlanjutan hasil pangan nasional.
Peluncuran SATARA menjadi tonggak baru bagi industri pertambangan dolomit nasional, sekaligus penegasan komitmen Bandora Grup untuk membangun ekonomi hijau, mandiri, dan berkeadilan sosial.

Bandora Grup

Bandar Dolomit Nusantara Grup (Bandora Grup) adalah perusahaan yang berfokus pada eksplorasi, pengolahan, dan distribusi dolomit berkualitas tinggi untuk mendukung sektor pertanian, industri, dan lingkungan. Bersama BIG (Bandar Indonesia Grup) dan SANTRI Grup, Bandora Grup menghadirkan solusi terintegrasi dari hulu ke hilir — dari tambang hingga produk siap pakai — dengan semangat “Dari Tanah Nusantara untuk Kesejahteraan Rakyat Indonesia.” (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Rekan dan keluarga nelayan Tuban yang berhasil diselamatkan setelah dilaporkan hilang, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Promo Shopee