Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Partisipasi Angkatan Kerja di Kabupaten Tuban Terus Menurun, BPS Beri Peringatan

- Reporter

Rabu, 26 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS, Andhie Surya Mustari menjelaskan perihal merosotnya jumlah partisipasi angkatan kerja di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala BPS, Andhie Surya Mustari menjelaskan perihal merosotnya jumlah partisipasi angkatan kerja di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Dalam rilis terbaru, angka tingkat pengangguran di Kabupaten Tuban menunjukkan penurunan. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban justru memberikan peringatan atas kondisi tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kepala BPS Tuban, Andhie Surya Mustari, saat dikonfirmasi Liputansatu.id menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian suatu daerah, selain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Produk Domestik Bruto (PDB), dan pertumbuhan ekonomi.

Metode Survei dan Data Pengangguran

Andhie menjelaskan, survei ketenagakerjaan nasional dilakukan pada bulan Agustus dan melibatkan warga berusia di atas 15 tahun, yang masuk dalam kategori usia kerja. Warga yang bekerja selama satu minggu terakhir dihitung sebagai pekerja. Jika tidak bekerja, mereka ditanya apakah sedang mencari pekerjaan atau tidak.
Dalam rilis tersebut, angka pengangguran di Kabupaten Tuban pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 31.425 orang. Sementara pada Agustus 2025, angka pengangguran berkurang menjadi 24.854 orang dari total usia siap kerja.
“Terjadi penurunan sebanyak 6.571 orang pengangguran dibanding tahun sebelumnya,” ujar Andhie.

Penurunan Jumlah Pekerja dan Kenaikan Bukan Angkatan Kerja

Data BPS juga menunjukkan bahwa jumlah pekerja pada tahun 2024 mencapai 702.498 orang, namun mengalami penurunan sebesar 0,64% menjadi 698.005 orang pada tahun 2025.
Di sisi lain, kelompok bukan angkatan kerja (warga usia produktif yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan) justru meningkat dari 250.576 orang pada 2024 menjadi 269.213 orang pada tahun ini.
“Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak warga Tuban di usia produktif yang memilih tidak mencari pekerjaan. Namun, survei kami belum meneliti secara mendalam penyebab fenomena tersebut,” jelas Kepala BPS Tuban.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Implikasinya

Jumlah pekerja dan pengangguran (yang sedang mencari kerja) jika dijumlahkan disebut sebagai angkatan kerja. Jika angkatan kerja dibandingkan dengan total usia kerja, maka akan menghasilkan tingkat partisipasi angkatan kerja.
“Selama tingkat partisipasi masih di atas 70 persen, kondisi perekonomian di suatu daerah masih tergolong aman,” jelas Andhie.
Namun data BPS menunjukkan tren penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja di Tuban, yakni dari 74,73% di tahun 2023, turun menjadi 74,55% di tahun 2024, dan kini menurun lagi menjadi 72,86% pada tahun 2025.
“Ini menjadi peringatan meskipun masih di atas 70 persen, karena partisipasi warga usia kerja terus menurun. Penurunan ini bisa berdampak negatif pada perekonomian daerah,” tambahnya.

Tanggapan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tuban

Ketika ditemui Liputansatu.id untuk menanggapi data tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyatakan bahwa memahami data BPS membutuhkan analisis yang mendalam agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.
“Kalau tidak jelas, saya berkomentar malah salah nanti,” ujarnya singkat.

Penurunan angka pengangguran di Kabupaten Tuban memang membawa kabar baik. Namun, menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan. Fenomena warga usia produktif yang memilih tidak bekerja maupun tidak mencari pekerjaan perlu menjadi perhatian bersama agar dampak negatif terhadap perekonomian daerah dapat diminimalkan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Tiga Raperda Desa Tuban Masuk Propemperda 2026, Masa Jabatan Kades 8 Tahun Jadi Sorotan
Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi
Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan
Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan
Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar
Dinamika Politik Kian Sentral, Ketum SMSI Firdaus Minta Media Siber Daerah Jaga Independensi
Dirjen Bea Cukai Disorot di Sidang KPK, Gus Lilur Desak Prabowo Copot Djaka Budhi Utama
Bukan Hanya APBD Rp8,1 Miliar, Bisakah Industri Dilibatkan Menguatkan Jalan Jenu–Merakurak?

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:11 WIB

Tiga Raperda Desa Tuban Masuk Propemperda 2026, Masa Jabatan Kades 8 Tahun Jadi Sorotan

Senin, 15 Juni 2026 - 19:31 WIB

Pria di Tuban Dianiaya Brutal hingga Kritis, Pelaku Kabur dan Diburu Polisi

Senin, 15 Juni 2026 - 19:00 WIB

Ditarget Rampung 20 Juni 2026, Progres Fisik Sekolah Rakyat Tuban Jadi Sorotan

Senin, 15 Juni 2026 - 18:48 WIB

Hari Kelima Pencarian, Nelayan Tuban yang Hilang Belum Ditemukan

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:52 WIB

Pasar Sukabangun Ketapang Jadi Andalan Warga Penuhi Kebutuhan Pokok dan Hasil Laut Segar

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id