Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Wisata Kambang Putih Tuban Park, Ikon yang Terlupa di Tengah Gencarnya Pembangunan

- Reporter

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Wana Wisata Kambang Putih di Kabupaten Tuban tampak terbengkalai. Kolam renang dan wahana permainan yang dulu menjadi daya tarik wisata keluarga kini tidak lagi berfungsi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kondisi Wana Wisata Kambang Putih di Kabupaten Tuban tampak terbengkalai. Kolam renang dan wahana permainan yang dulu menjadi daya tarik wisata keluarga kini tidak lagi berfungsi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Bagi warga Tuban, Wana Wisata Kambang Putih atau Tuban Park bukan sekadar tempat rekreasi. Kawasan wisata keluarga yang berada tepat di sisi Terminal Kambang Putih itu pernah menjadi salah satu ikon kebanggaan daerah, terutama pada masa awal dibuka.
Menghadap langsung ke pesisir pantai, Wana Wisata Kambang Putih sempat menawarkan daya tarik berupa pemandangan laut, wahana bermain anak, hingga ruang terbuka untuk keluarga. Keberadaannya kala itu menjadi alternatif wisata murah dan mudah dijangkau bagi masyarakat.

Pernah Menjadi Primadona Wisata Keluarga

Pada masa jayanya, Wana Wisata Kambang Putih dikenal sebagai salah satu destinasi favorit warga lokal. Lokasinya yang strategis, bersebelahan dengan terminal dan menghadap langsung ke pantai, menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki tempat wisata lain di Tuban.
Fasilitas permainan anak serta ruang bersantai membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan musim liburan.

Paradoks Pembangunan di Kota Tuak

Namun kondisi tersebut kini tinggal cerita. Di tengah gencarnya pembangunan taman kota dan ruang publik baru yang digadang-gadang sebagai wajah pembangunan Tuban, Wana Wisata Kambang Putih justru tampak terbengkalai.
Kondisi ini memunculkan paradoks pembangunan daerah: ketika ruang publik baru terus bermunculan, ikon wisata lama justru luput dari perhatian dan pengelolaan.

Pergantian Pengelola dan Mulai Ditinggalkan Pengunjung

Wana Wisata Kambang Putih pertama kali dibuka pada 2016 dan sempat dikelola oleh beberapa pihak. Awalnya, pengelolaan dipegang oleh CV Cahaya Ananta asal Pati sebagai pemenang lelang. Pada 2017, pengelolaan kemudian beralih ke PT Surya Teknik.
Namun, pergantian pengelola tersebut tidak mampu mengangkat kembali daya tarik kawasan wisata. Seiring waktu, jumlah pengunjung terus menurun hingga akhirnya wisata ini berhenti beroperasi sejak Oktober 2022 karena sepinya peminat.

Pemerintah Akui Masih Terkendala Administrasi

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban, Mohammad Emawan Putra, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak melupakan keberadaan Wana Wisata Kambang Putih.
Saat ini, kata dia, pemerintah masih menunggu proses serah terima dari pihak rekanan pengelola sebelumnya. Proses tersebut belum bisa dilakukan lantaran terdapat sejumlah administrasi yang belum diselesaikan.
“Kami masih menunggu, ada beberapa hal yang belum dibereskan oleh pengelola sebelumnya,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Wacana Revitalisasi dan Kolaborasi Swasta

Emawan menambahkan, apabila proses serah terima telah rampung, pemerintah daerah berencana menghidupkan kembali Wana Wisata Kambang Putih. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah kembali menggandeng pihak swasta untuk berkolaborasi dalam pengelolaan.
Ke depan, publik menanti langkah konkret pemerintah daerah. Sebab, sebagai aset daerah yang berada di jalur strategis kota, Wana Wisata Kambang Putih menyimpan potensi besar jika dikelola secara serius dan berkelanjutan—agar tidak sekadar menjadi catatan sejarah dari geliat pembangunan yang timpang. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

PTSL di Desa Sotang Tuban Dipersoalkan Warga, Ada Pungutan Rp450 Ribu per Bidang
Dijuluki Wisata “Jeglongan Sewu”, Ring Road Tuban Jadi Jalur Ujian Nyali Jelang Mudik Lebaran
Kasus Dugaan Penggelapan Lahan Kades Tingkis, Hakim Curiga Perangkat Desa Ikut Terlibat dalam
“Siber Situbondo Benderang”: Lampu Motor Mati? Satlantas Siap Ganti Gratis
BARON Grup Ekspansi Pasar Rokok Asia–Australia,Gus Lilur: Saatnya Petani Tembakau Indonesia Kaya
Warga Mondokan Keluhkan Rumah Retak Akibat Proyek Sekolah Rakyat, Waskita Karya Janji Perbaikan
Proyek Jalan Rp600 Juta di Tuban Rusak, Aspal Mengelupas Masuk Areal Persawahan
Warga Tolak Damai, Kades Tingkis Akui Dakwaan: Sidang Dugaan Penggelapan Lahan PT SBI Tuban Makin Memanas

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 22:53 WIB

PTSL di Desa Sotang Tuban Dipersoalkan Warga, Ada Pungutan Rp450 Ribu per Bidang

Rabu, 11 Maret 2026 - 21:48 WIB

Dijuluki Wisata “Jeglongan Sewu”, Ring Road Tuban Jadi Jalur Ujian Nyali Jelang Mudik Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 - 19:10 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Lahan Kades Tingkis, Hakim Curiga Perangkat Desa Ikut Terlibat dalam

Rabu, 11 Maret 2026 - 17:48 WIB

“Siber Situbondo Benderang”: Lampu Motor Mati? Satlantas Siap Ganti Gratis

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:19 WIB

BARON Grup Ekspansi Pasar Rokok Asia–Australia,Gus Lilur: Saatnya Petani Tembakau Indonesia Kaya

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Ilustrasi LiputanSatu