Tuban – SN (22) warga Dusun Kajoran Desa Margorejo Kecamatan Kerek mengalami kejadian nahas saat sepeda motornya dirampas oleh pelaku begal di kawasan Pabrik SIG sore kemarin (23/02/25). Kejadian ini menambah daftar panjang aksi kejahatan di daerah tersebut, yang belakangan ini semakin meresahkan masyarakat.
Kronologi Kejadian
Kapolsek Kerek IPTU Kastur ketika dikonfirmasi oleh Liputansatu.id (24/02/25) membenarkan kejadian tersebut. Dia menjelaskan bahwa awalnya SN hendak berangkat bekerja sekitar pukul 18.30 dengan mengendarai sepeda motor merk Honda Genio warna hitam. Dalam perjalanan menuju Merakurak, korban melintasi area selatan Pabrik Semen Indonesia yang memang dikenal cukup sepi pada sore hingga malam hari.
Saat melintas di dekat jembatan, korban tiba-tiba didekati oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya dari arah kanan. Pelaku langsung menendang korban, sehingga SN kehilangan keseimbangan dan jatuh ke aspal. Tidak lama kemudian, dua orang pengendara yang berboncengan datang dari belakang. Semula korban mengira mereka berniat menolong, tetapi ternyata salah satu dari mereka justru mengambil motornya dan langsung melarikan diri ke arah Merakurak.
Upaya Pengejaran dan Laporan ke Polisi
Menurut IPTU Kastur, setelah peristiwa itu, seorang saksi berinisial J yang kebetulan melintas di lokasi mencoba membantu SN dan berusaha mengejar pelaku ke arah utara. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil, pelaku berhasil kabur dengan membawa motor korban.
Setelah kejadian, SN segera melapor ke Mapolsek Kerek untuk meminta bantuan kepolisian. Dalam laporan yang dibuat, korban menyebutkan bahwa selain sepeda motor, tas miliknya yang berwarna merah maroon juga turut dibawa kabur. Tas tersebut berisi berbagai barang pribadi, termasuk kartu identitas, uang tunai, dan kartu ATM. Saat ini, kasus ini telah dilimpahkan ke Polres Tuban untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kondisi Kawasan dan Respons Masyarakat
Aksi pembegalan ini bukanlah kejadian pertama di kawasan sekitar Pabrik SIG. Beberapa warga mengaku bahwa daerah tersebut memang rawan tindak kejahatan, terutama pada malam hari ketika kondisi jalan sepi dan minim penerangan. Hal ini membuat pelaku kejahatan lebih leluasa untuk melancarkan aksinya tanpa khawatir tertangkap.
Masyarakat setempat berharap pihak kepolisian dapat meningkatkan patroli di sekitar kawasan industri tersebut untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali. “Kami sangat berharap ada tindakan konkret dari aparat keamanan. Setidaknya ada patroli rutin, terutama di jam-jam rawan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, beberapa warga juga menyarankan pemasangan CCTV di titik-titik strategis sebagai langkah preventif dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku kejahatan.
Imbauan dari Kepolisian
Menanggapi insiden ini, IPTU Kastur mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat melintas di kawasan sepi, terutama pada sore dan malam hari. “Kami menyarankan agar masyarakat tidak bepergian sendirian di waktu-waktu rawan dan selalu mencari rute alternatif yang lebih aman,” tegasnya.
Pihak kepolisian juga mengajak masyarakat untuk segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar agar bisa segera ditindaklanjuti. Saat ini, tim dari Polres Tuban tengah melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap identitas dan keberadaan para pelaku.(Az)
Editor : Mukhyidin khifdhi












