Tuban – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meresmikan fasilitas Mini Liquefied Natural Gas (LNG) Plant milik PT Sumber Aneka Gas (SAG) di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026). Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mengungkapkan bahwa pengembangan pengganti LPG 3 kilogram saat ini masih dalam tahap pengujian dan ditargetkan rampung pada Juli hingga Agustus 2026.
Fasilitas strategis yang dibangun dengan nilai investasi mencapai Rp1,1 triliun itu diresmikan bersama Kepala SKK Migas, jajaran pemerintah daerah, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor energi.
Mini LNG Plant SAG memiliki kapasitas pengolahan gas bumi sebesar 15 MMSCFD yang berasal dari Lapangan Sumber 1-A dan dikelola oleh PT Pertamina Hulu Energi Tuban East Java. Pasokan gas dari lapangan tersebut direncanakan berlangsung hingga tahun 2036.
Mini LNG Plant Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dalam sambutannya, Bahlil menyampaikan optimisme bahwa beroperasinya Mini LNG Plant di Tuban akan memberikan kontribusi besar terhadap penguatan ketahanan energi nasional sekaligus mendukung program transisi energi yang tengah dijalankan pemerintah.
Menurutnya, fasilitas tersebut tidak hanya memproduksi LNG, tetapi juga mendukung penyediaan Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) untuk berbagai kebutuhan masyarakat dan industri.
“Ada LNG, ada CNG-nya untuk industri dan ada juga LPG. Khusus CNG yang di atas 12 kilogram sudah tidak ada isu karena sudah dipakai di hotel, restoran dan kafe,” ujar Bahlil.
Keberadaan fasilitas ini dinilai menjadi langkah penting dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi impor.
Pengganti LPG 3 Kg Masih Tahap Pengujian
Selain meresmikan fasilitas energi tersebut, Bahlil juga membeberkan perkembangan program pengganti LPG 3 kilogram yang saat ini masih dalam tahap uji coba.
Ia menjelaskan, pemerintah sedang melakukan pengujian terhadap tabung yang akan digunakan karena memiliki tekanan cukup tinggi, yakni mencapai 200 hingga 250 bar. Oleh karena itu, aspek keselamatan menjadi prioritas utama sebelum program tersebut diterapkan secara luas.
“Untuk konsumsi pengganti LPG 3 kilogram saat ini pemerintah masih tes tabungnya. Karena tekanan tabung 200-250 bar dan mohon doanya Juli atau Agustus bisa tuntas,” katanya.
Menurut Bahlil, pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menerapkan program tersebut tanpa memastikan keamanan bagi masyarakat.
Siap Didorong Secara Massal Jika Dinyatakan Aman
Bahlil menegaskan bahwa setelah seluruh tahapan pengujian selesai dan dinyatakan aman, Kementerian ESDM akan mendorong implementasi penggunaan pengganti LPG 3 kilogram secara lebih luas.
“Kalau itu selesai Kementerian ESDM baru bisa dorong secara massal,” tegasnya.
Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pemenuhan kebutuhan energi rumah tangga sekaligus mendukung efisiensi pemanfaatan gas bumi nasional.
Investasi Rp1,1 Triliun Diharapkan Tingkatkan Nilai Tambah Gas Bumi
Peresmian Mini LNG Plant SAG di Tuban menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri gas bumi nasional. Selain memperluas akses energi yang lebih bersih bagi sektor industri, keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya gas bumi dalam negeri.
Pemerintah bersama SKK Migas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Tuban, kreditur, kontraktor, dan seluruh mitra usaha yang terlibat berharap fasilitas ini dapat beroperasi secara optimal dan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional di masa mendatang. (Az)