Promo

Benarkah Asap Belerang Bisa Cegah PMK? Ini Penjelasan DKP2P Tuban

- Reporter

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan vaksinasi pada hewan ternak di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Petugas melakukan vaksinasi pada hewan ternak di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang berbagai daerah di Jawa Timur membuat para peternak khawatir. Sebagian dari mereka mencoba metode tradisional, seperti membakar belerang untuk mengasapi hewan ternak. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif?

Asap Belerang Metode Turun-temurun Atasi Wabah

Warsono, seorang peternak dari Kecamatan Kerek, mengaku menggunakan asap belerang sebagai upaya pencegahan terhadap PMK.

“Cara ini sudah turun-temurun dari orang tua. Biasanya kalau ada penyakit menyerang sapi, kami membakar belerang dan mencampurkannya dengan mimi (sejenis hewan laut, red.),” ujarnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ruminten, peternak dari Kecamatan Montong. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, ia juga menggunakan metode ini untuk mengantisipasi dan mengobati sapi yang terjangkit PMK.

Namun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban melalui bidang kesehatan hewan, Pipin Diyah Larasati, menyatakan bahwa penggunaan asap belerang kurang efektif dalam menangani PMK. Menurutnya, metode ini hanya berfungsi sebagai penghangat bagi hewan ternak, tetapi tidak mampu membunuh virus penyebab PMK.

“PMK disebabkan oleh virus, dan asap belerang tidak dapat membunuh virus tersebut,” jelas Pipin.

Ia menambahkan bahwa virus yang sudah masuk ke dalam tubuh hewan tidak bisa sepenuhnya dimatikan, hanya dapat dilemahkan. Jika daya tahan tubuh hewan menurun, virus bisa kembali aktif dan menyebabkan penyakit.

Baca juga: IB Dorong Populasi Sapi di Tuban di Tengah Wabah PMK

Vaksinasi Metode Efektif untuk Mencegah PMK

Pipin menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengendalikan penyebaran PMK adalah dengan vaksinasi. Selain itu, kebersihan kandang dan pakan ternak juga harus diperhatikan agar tetap steril.

“Kandang harus rutin dibersihkan dan didesinfeksi untuk mencegah penyebaran virus,” tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau peternak untuk membatasi pergerakan hewan ternak dengan tidak menjual atau membeli hewan dalam masa wabah. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus melalui hewan yang keluar atau masuk ke area peternakan.

“Dalam laporan triwulan IV tahun 2024, kasus PMK kembali meningkat. Hal ini diduga akibat cuaca ekstrem yang melemahkan daya tahan tubuh sapi, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi,” pungkasnya.

Meskipun asap belerang telah lama digunakan sebagai metode tradisional, efektivitasnya dalam menangani PMK masih diragukan. Vaksinasi dan kebersihan kandang tetap menjadi langkah terbaik dalam mencegah dan mengendalikan wabah ini.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Akses SPPG Tegalbang Disegel, Nama Sekretaris Kesbangpol Tuban Terseret Konflik Kerjasama
Potongan Gaji Hingga 27 Persen Hantui Pekerja Alih Daya Pemkab Tuban
Proyek Pelebaran Jalan Rengel Disorot: Minim Pengamanan dan Tanpa Koordinasi Lantas
Mayat Lansia Ditemukan Mengapung di Sungai Desa Jadi Tuban, Diduga Sempat Hilang Dua Hari
Kecelakaan Maut di Depan SMPN 6 Tuban, Pengendara Motor Tewas di Tempat
Direktur API Desak Polda Metro Jaya Segera Tetapkan Lee Kah Hin Tersangka
Seleksi dan Pengawasan Vendor SIG Jadi Sorotan Usai Gaji Pekerja Tak Dibayar
Dump Truk di Situbondo Alami Insiden, Bak Terangkat dan Tersangkut Kanopi Restoran

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:24 WIB

Akses SPPG Tegalbang Disegel, Nama Sekretaris Kesbangpol Tuban Terseret Konflik Kerjasama

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:06 WIB

Potongan Gaji Hingga 27 Persen Hantui Pekerja Alih Daya Pemkab Tuban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:06 WIB

Proyek Pelebaran Jalan Rengel Disorot: Minim Pengamanan dan Tanpa Koordinasi Lantas

Rabu, 11 Februari 2026 - 19:40 WIB

Mayat Lansia Ditemukan Mengapung di Sungai Desa Jadi Tuban, Diduga Sempat Hilang Dua Hari

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:24 WIB

Kecelakaan Maut di Depan SMPN 6 Tuban, Pengendara Motor Tewas di Tempat

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee