Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Benarkah Asap Belerang Bisa Cegah PMK? Ini Penjelasan DKP2P Tuban

- Reporter

Sabtu, 15 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas melakukan vaksinasi pada hewan ternak di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Petugas melakukan vaksinasi pada hewan ternak di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang berbagai daerah di Jawa Timur membuat para peternak khawatir. Sebagian dari mereka mencoba metode tradisional, seperti membakar belerang untuk mengasapi hewan ternak. Namun, apakah cara ini benar-benar efektif?

Asap Belerang Metode Turun-temurun Atasi Wabah

Warsono, seorang peternak dari Kecamatan Kerek, mengaku menggunakan asap belerang sebagai upaya pencegahan terhadap PMK.

“Cara ini sudah turun-temurun dari orang tua. Biasanya kalau ada penyakit menyerang sapi, kami membakar belerang dan mencampurkannya dengan mimi (sejenis hewan laut, red.),” ujarnya.

Hal serupa juga dilakukan oleh Ruminten, peternak dari Kecamatan Montong. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2022, ia juga menggunakan metode ini untuk mengantisipasi dan mengobati sapi yang terjangkit PMK.

Namun, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP2P) Tuban melalui bidang kesehatan hewan, Pipin Diyah Larasati, menyatakan bahwa penggunaan asap belerang kurang efektif dalam menangani PMK. Menurutnya, metode ini hanya berfungsi sebagai penghangat bagi hewan ternak, tetapi tidak mampu membunuh virus penyebab PMK.

“PMK disebabkan oleh virus, dan asap belerang tidak dapat membunuh virus tersebut,” jelas Pipin.

Ia menambahkan bahwa virus yang sudah masuk ke dalam tubuh hewan tidak bisa sepenuhnya dimatikan, hanya dapat dilemahkan. Jika daya tahan tubuh hewan menurun, virus bisa kembali aktif dan menyebabkan penyakit.

Baca juga: IB Dorong Populasi Sapi di Tuban di Tengah Wabah PMK

Vaksinasi Metode Efektif untuk Mencegah PMK

Pipin menegaskan bahwa cara paling efektif untuk mengendalikan penyebaran PMK adalah dengan vaksinasi. Selain itu, kebersihan kandang dan pakan ternak juga harus diperhatikan agar tetap steril.

“Kandang harus rutin dibersihkan dan didesinfeksi untuk mencegah penyebaran virus,” tambahnya.

Selain itu, ia mengimbau peternak untuk membatasi pergerakan hewan ternak dengan tidak menjual atau membeli hewan dalam masa wabah. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus melalui hewan yang keluar atau masuk ke area peternakan.

“Dalam laporan triwulan IV tahun 2024, kasus PMK kembali meningkat. Hal ini diduga akibat cuaca ekstrem yang melemahkan daya tahan tubuh sapi, sehingga mereka lebih rentan terhadap infeksi,” pungkasnya.

Meskipun asap belerang telah lama digunakan sebagai metode tradisional, efektivitasnya dalam menangani PMK masih diragukan. Vaksinasi dan kebersihan kandang tetap menjadi langkah terbaik dalam mencegah dan mengendalikan wabah ini.(Az)

Editor : Mukhyidin khifdhi

Berita Terkait

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian
Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma
Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru
Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara
135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya
Bocah 5 Tahun di Panarukan Situbondo Hilang Saat Main di Halaman Rumah
Kasus 840 Tabung Masih Misterius, LPG Ilegal Kembali Muncul di Tuban
Tekanan Menguat! Warga, Akademisi, hingga DPRD Kompak Soroti Prioritas Pembangunan Tuban

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:57 WIB

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 April 2026 - 14:45 WIB

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 April 2026 - 14:33 WIB

Tragis! Bocah 5 Tahun di Situbondo Ditemukan Meninggal di Sungai Sampean Baru

Jumat, 17 April 2026 - 14:22 WIB

Jalan Merakurak–Jenu Tuban Rusak Parah, Aktivitas Industri Disorot, PT SAG Angkat Bicara

Jumat, 17 April 2026 - 10:39 WIB

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Berita Terbaru

Pengelola Klenteng Kwan Sing Bio, Tio Eng Bo saat menunjukan lokasi Kimsin Dewa Kwan Kong kepada awak media, (Foto: Assa/Liputansatu.id).

Sosial Budaya

Dituding Curi Patung Dewa, Go Tjong Ping: Itu Ritual, Bukan Pencurian

Jumat, 17 Apr 2026 - 15:57 WIB

Truk KDKMP ringsek di bagian depan usai menabrak pohon di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo Tuban dini hari,  (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pemerintah

Truk KDMP Kecelakaan di Tuban, Sopir Dilarikan ke RSUD dr Koesma

Jumat, 17 Apr 2026 - 14:45 WIB

Seleksi Paskibraka Tuban 2026 di GOR Rangga Jaya Anoraga diikuti 135 siswa hasil penyaringan dari 390 pendaftar, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

135 Siswa Berebut 78 Kursi Paskibraka Tuban 2026, Ini Tahapannya

Jumat, 17 Apr 2026 - 10:39 WIB

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id