Promo

BKPSDM Bungkam, Disparitas Perlakuan Kepegawaian Antara PNS, PPPK dan non-ASN Tuban Disorot

- Reporter

Kamis, 12 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Polemik perlakuan terhadap aparatur pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban kembali menjadi sorotan. Di satu sisi, terdapat pegawai berstatus pegawai negeri sipil (PNS) yang tetap mempertahankan kedudukannya meski tersangkut persoalan hukum maupun kedisiplinan. Di sisi lain, tenaga pendidik dan kesehatan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) justru harus kehilangan kepastian kerja setelah kontraknya tidak diperpanjang.
Fenomena kontras ini memunculkan pertanyaan publik mengenai konsistensi penegakan disiplin, keadilan kebijakan kepegawaian, serta transparansi pengelolaan sumber daya manusia di lingkup Pemkab Tuban.

PNS Bermasalah Tidak Serta-Merta Kehilangan Status

Sejumlah kasus yang mencuat di ruang publik menunjukkan adanya PNS yang tetap berstatus aktif meskipun menghadapi persoalan hukum maupun dugaan pelanggaran disiplin. Secara regulasi, kondisi tersebut memang dimungkinkan karena pemberhentian PNS umumnya menunggu putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap serta melalui mekanisme pemeriksaan disiplin sesuai peraturan perundang-undangan.
Namun demikian, dari perspektif tata kelola pemerintahan dan kepercayaan publik, situasi ini dinilai memerlukan penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan kesan ketidakadilan dibandingkan perlakuan terhadap ASN non-PNS.

PPPK dan Tenaga Non-ASN Kehilangan Kepastian

Berbanding terbalik, sebanyak 39 tenaga pengajar dan 2 tenaga kesehatan dilaporkan tidak lagi memperoleh perpanjangan kontrak PPPK. Padahal sebagian dari mereka telah mengabdi dalam jangka waktu panjang di sektor pelayanan publik.
Selain itu, pekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban yang berstatus alih daya mengaku menerima penghasilan di bawah standar kebutuhan hidup layak setelah terjadi pemotongan sekitar 27 persen dari gaji sebelumnya. Dalam klarifikasinya, Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, dan Persandian (DiskominfoSP) Tuban menyebut pemotongan tersebut berkaitan dengan kewajiban seperti iuran BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, pajak, serta biaya administrasi perusahaan penyedia jasa.
Meski demikian, beban penghasilan yang dinilai semakin menurun menimbulkan keresahan, terlebih bagi pekerja yang menggantungkan penghidupan sepenuhnya pada pendapatan tersebut.

Transparansi dan Keadilan Kebijakan Dipertanyakan

Perbedaan kondisi antara PNS, PPPK, dan tenaga non-ASN memunculkan diskursus lebih luas mengenai keadilan struktural dalam sistem kepegawaian daerah. Publik menilai pemerintah daerah perlu memastikan bahwa:
• penegakan disiplin ASN berjalan konsisten,
• kebijakan kontrak PPPK dilakukan transparan dan terukur,
• serta perlindungan kesejahteraan pekerja non-ASN tetap menjadi perhatian.
Tanpa penjelasan yang memadai, disparitas perlakuan berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap tata kelola birokrasi.

BKPSDM Belum Memberi Keterangan Resmi

Upaya konfirmasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tuban telah dilakukan, baik melalui komunikasi langsung maupun dengan mendatangi kantor instansi terkait. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat pernyataan resmi yang disampaikan kepada media.
Ketiadaan penjelasan dari lembaga yang memiliki kewenangan utama dalam pengelolaan kepegawaian daerah tersebut justru memperkuat kebutuhan akan transparansi kebijakan serta komunikasi publik yang lebih terbuka.

Momentum Evaluasi Tata Kelola Kepegawaian di Tuban

Situasi ini menjadi momentum pembenahan bagi Pemerintah Kabupaten Tuban untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan ASN, termasuk keseimbangan perlakuan antara PNS, PPPK, dan tenaga non-ASN.
Kejelasan regulasi, konsistensi penegakan disiplin, serta perlindungan kesejahteraan pegawai bukan hanya menyangkut urusan administratif, tetapi juga berkaitan langsung dengan kualitas pelayanan publik yang diterima masyarakat.
Selama jawaban resmi belum disampaikan, pertanyaan mengenai keadilan dan transparansi kebijakan kepegawaian di Tuban akan tetap menjadi perhatian publik. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee