Situbondo – Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, menunjukkan kepeduliannya terhadap korban kekerasan pada anak dengan menjenguk AQ (10), seorang anak laki-laki yang mengalami luka bakar serius. AQ saat ini tengah menjalani perawatan intensif usai operasi di RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo, Jumat (16/05/2025).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang akrab disapa Mas Rio tampak prihatin melihat kondisi korban yang masih dalam keadaan lemah. Ia menyampaikan bahwa kondisi AQ masih jauh dari pulih, dengan luka bakar yang belum mengering dan penglihatan yang belum kembali normal.
“Saya sangat prihatin. Saya tadi dapat informasi bahwa AQ sudah keluar dari ruang operasi. Tapi kondisinya masih belum bisa melihat, dan luka bakarnya, terutama yang di bagian kepala dan wajah, masih belum kering, masih basah. Jadi memang masih sangat memprihatinkan,” ungkap Mas Rio.
Kronologi: Diduga Terjadi karena Interaksi Tak Sehat antar Anak
Insiden yang menyebabkan AQ mengalami luka bakar tersebut terjadi pada Senin (12/5) di salah satu wilayah di Kecamatan Situbondo. Berdasarkan informasi awal, luka bakar yang diderita AQ diduga akibat tindakan yang melibatkan anak-anak seusianya. Namun, penyebab pasti masih dalam proses pendalaman oleh pihak terkait.
AQ mengalami luka bakar cukup luas di bagian kepala, wajah, dan perut. Akibat luka tersebut, ia harus menjalani perawatan intensif serta prosedur operasi. Saat ini, ia masih belum dapat melihat dengan normal akibat luka di area wajah.
Pemkab Situbondo Tanggung Seluruh Biaya Pengobatan Korban
Sebagai bentuk tanggung jawab dan perhatian terhadap warganya, Mas Rio memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan AQ sepenuhnya ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Situbondo.
“Saya telah menyampaikan kepada pihak keluarga bahwa semua biaya pengobatan akan dicover oleh Pemkab. Tidak perlu khawatir soal pembiayaan, yang penting sekarang fokus dulu pada kesembuhan AQ,” tegasnya.
Bupati Soroti Perubahan Pola Interaksi Sosial Anak di Era Digital
Lebih dari sekadar penanganan medis, Mas Rio menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap pola interaksi sosial anak-anak masa kini yang dianggap sudah banyak berubah. Ia menilai, penggunaan gadget yang berlebihan dapat mengurangi kepekaan sosial dan empati anak terhadap lingkungannya.
“Saya ingin mencari tahu akar persoalannya. Apakah ini ada hubungannya dengan pola bermain anak yang sudah tidak seperti dulu? Apakah karena anak-anak sekarang terlalu banyak main handphone, jadi jarak sosial mereka makin renggang, dan interaksinya berubah jadi kurang sehat?” ujar Mas Rio.
Menurutnya, kasus ini bisa menjadi cermin sosial yang penting untuk mengevaluasi kembali pendekatan pengasuhan anak di masa kini. Ia menekankan pentingnya membangun kembali ikatan sosial dan nilai-nilai kebersamaan di kalangan anak-anak.
Peristiwa Ini Jadi Bahan Evaluasi Perlindungan Anak di Situbondo
Mas Rio menyampaikan bahwa kejadian ini tidak hanya ditangani dari sisi medis dan hukum, tetapi juga akan dijadikan pijakan dalam merumuskan kebijakan perlindungan anak ke depan.
“Ini bisa menjadi pelajaran besar bagi kita semua, termasuk pemerintah daerah, untuk menyusun kebijakan yang lebih tepat dalam melindungi anak-anak. Kita akan jadikan ini sebagai bahan evaluasi agar kasus serupa tidak terulang,” tandasnya.
Kondisi Korban Masih Belum Stabil, Pemkab Pantau Perkembangan
Hingga saat ini, AQ masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kondisi luka bakar yang belum mengering dan penglihatan yang terganggu menjadi fokus pemulihan jangka panjang. Pemerintah daerah memastikan bahwa kondisi korban akan terus dipantau secara berkala dan kebutuhan medis akan sepenuhnya ditangani oleh pihak rumah sakit.
Momentum untuk Perbaikan Sistemik
Kasus AQ menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Situbondo untuk mengkaji kembali sistem perlindungan anak serta pengaruh lingkungan digital terhadap tumbuh kembang anak. Bupati Mas Rio menunjukkan komitmennya tidak hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai pemimpin yang hadir langsung saat warganya mengalami musibah.(Fia)
Editor : Mukhyidin Khifdhi












