Bus Gratis “Si Mas Ganteng” Tuban Diprotes, Tukang Becak & Ojek Merasa Tersisih

- Reporter

Kamis, 8 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Armada Bus Gratis Simas Ganteng, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Armada Bus Gratis Simas Ganteng, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Layanan Bus Gratis Tuai Protes dari Pelaku Transportasi Konvensional

Tuban – Layanan transportasi gratis Bus Si Mas Ganteng dengan rute Tuban–Stasiun Bojonegoro dikeluhkan oleh sejumlah tukang becak dan ojek lokal. Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban pun merespons keluhan tersebut dengan mengalihkan titik pelayanan penumpang dari Stasiun Bojonegoro ke Terminal Rajekwesi.

Viral di Medsos: Tukang Ojek dan Becak Resah

Keluhan ini mencuat setelah beberapa video protes dari para tukang becak dan ojek tersebar luas di media sosial. Mereka merasa pendapatan mereka turun drastis sejak kehadiran bus milik Pemkab Tuban yang menawarkan layanan gratis itu beroperasi di kawasan kota Angling Dharma.

DLHP Tuban & Dishub Bojonegoro Lakukan Penyesuaian Rute

Menanggapi hal tersebut, Kepala DLHP Kabupaten Tuban, Bambang Irawan, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro. Hasilnya, disepakati bahwa bus berwarna kuning itu kini hanya menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Rajekwesi, bukan lagi di area sekitar stasiun kereta.

“Kita berupaya menjaga keharmonisan antar pelaku jasa angkutan. Karena memang transportasi konvensional sudah lebih dahulu hadir,” ujar Bambang saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis (8/5/2025).

Bus Masih Boleh Turunkan Penumpang di Stasiun

Meski lokasi penjemputan dipindahkan, Bambang menegaskan bahwa bus tersebut masih diperbolehkan menurunkan penumpang di sekitar Stasiun Bojonegoro sebagai bentuk toleransi pelayanan.

“Kami tetap terbuka terhadap evaluasi, demi menjaga kondusivitas semua pihak,” imbuhnya.

Dishub Bojonegoro Pantau Tarif Ojek dan Becak

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Muchamad Aan Syahbana, mengungkapkan bahwa pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap tarif angkutan ojek dan becak agar tetap sesuai ketentuan.

“Jika ada warga yang merasa dirugikan, kami siap menerima laporan. Ini bagian dari upaya menciptakan transportasi publik yang adil dan nyaman bagi semua,” pungkasnya.(Aj)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban
Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Jejak Kyai Raden Mas Su’ud dan Warisan Generasi Penerus
Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 14:45 WIB

Dugaan Mafia Pengadaan Sekam Padi Bayangi Program Energi Hijau SIG Tuban

Senin, 12 Januari 2026 - 13:02 WIB

Masjid Kayu 201 Tahun di Situbondo: Jejak Kyai Raden Mas Su’ud dan Warisan Generasi Penerus

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Berita Terbaru

Pembeli solar bersubsidi menggunakan drum 200 liter diduga tanpa surat rekom dan abaikan konsumen kendaraan pribadi, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Jan 2026 - 23:55 WIB

Advertisement
Promo Shopee