Data Kemiskinan Tuban Versi Pemkab vs BPS, Mana yang Benar?

- Reporter

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, saat memberikan keterangan terkait hasil verifikasi dan validasi (verval) data ekonomi masyarakat yang hingga kini masih dalam tahap pengolahan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Kepala Diskominfo SP Tuban, Arif Handoyo, saat memberikan keterangan terkait hasil verifikasi dan validasi (verval) data ekonomi masyarakat yang hingga kini masih dalam tahap pengolahan, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban bulan lalu menggerakkan seluruh aparatur untuk melakukan verifikasi dan validasi (verval) data ekonomi masyarakat secara door to door. Namun hingga kini, hasil pendataan tersebut belum juga dipublikasikan ke publik.

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban Nomor 10 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pendataan Kependudukan Kabupaten Tuban Tahun 2026.
Pendataan berlangsung mulai 26 Maret hingga 20 April 2026. Setelah itu, dilakukan pengolahan dan analisis data, serta diberikan waktu perbaikan hingga 23 April 2026 guna mengantisipasi kesalahan input.

Data Masih Diolah, Belum Dipublikasikan

Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) Tuban, Arif Handoyo, menyampaikan bahwa data hasil verval saat ini masih dalam tahap pengolahan oleh tim statistik.
“Ini kami masih berproses sehingga belum bisa kami tampilkan,” ujarnya saat ditemui LiputanSatu.id, Selasa (06/05/2026).
Dalam proses tersebut, terdapat 39 variabel yang digunakan untuk memotret kondisi ekonomi masyarakat secara lebih rinci.

Meski belum dipublikasikan, Pemkab Tuban disebut sudah mulai menggunakan data tersebut sebagai dasar intervensi kebijakan, termasuk dalam program bantuan sosial.
Namun, terkait transparansi hasil kepada publik, belum ada kepastian kapan data tersebut akan dibuka secara resmi.

Potensi Dua Versi Data Kemiskinan

Situasi ini memunculkan potensi adanya dua versi data kemiskinan di Tuban, yakni hasil verval Pemkab dan data resmi dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Selama ini, data BPS digunakan sebagai acuan nasional karena memiliki metodologi yang baku dan terstandar. Sementara itu, verval Pemkab bersifat lebih mikro karena dilakukan langsung dari rumah ke rumah.
Perbedaan metode, indikator, hingga waktu pendataan berpotensi menghasilkan angka yang berbeda.

Risiko Tumpang Tindih dan Salah Sasaran

Jika tidak dilakukan sinkronisasi, dua data ini berpotensi menimbulkan tumpang tindih dalam kebijakan, khususnya dalam penyaluran bantuan sosial.
Warga yang menurut data BPS tergolong miskin bisa saja tidak masuk dalam data verval, atau sebaliknya. Kondisi ini berisiko memicu kecemburuan sosial dan ketidaktepatan sasaran bantuan.

Di sisi lain, Arif menyebut pelaksanaan verval berjalan relatif lancar tanpa kendala berarti. Bahkan, masyarakat dinilai antusias mengikuti proses pendataan.
“Masyarakat kemarin antusias, bahkan terjalin kedekatan dari kami dengan masyarakat setelah kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Ke depan, petugas yang melakukan pendataan juga akan dilibatkan dalam penyaluran bantuan sosial agar lebih tepat sasaran.

Publik Menunggu Transparansi

Hingga kini, publik masih menunggu kejelasan hasil verval tersebut. Pertanyaan mendasar pun muncul: apakah angka kemiskinan di Tuban hasil verval sama dengan data BPS, atau justru berbeda?
Tanpa keterbukaan data, penggunaan hasil verval sebagai dasar kebijakan berpotensi menimbulkan spekulasi dan ketidakpercayaan di tengah masyarakat. (Az)

Berita Terkait

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional
KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang
Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda
37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi
Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab
Acara Sound Horeg di Tuban Digelar Tanpa Izin, Polisi Pilih Fokus Amankan Massa
Patok Batas Hilang, Kasus Penyerobotan Lahan di Tuban Kian Rumit
Batu Bara Tuban Jadi Sorotan, Bupati Bilang Masih Muda, Aktivitas Tambang Justru Sudah Terlihat

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:15 WIB

Resmi Jadi Polresta, Bupati Tuban Harap Pelayanan Kepolisian Makin Profesional

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:58 WIB

KPU Situbondo Perbarui Data Pemilih, Kini Capai 538.057 Orang

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:31 WIB

Bantah Ada Penggeledahan, Polemik Dugaan Uang Pelicin di Kejari Tuban Belum Reda

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:13 WIB

37 Tahun Terbengkalai, Pasar Terbesar di Situbondo Akhirnya Direvitalisasi

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:11 WIB

Dua Sekolah Roboh Beruntun, Bupati Tuban Sebut Kondisi Alam Jadi Penyebab

Berita Terbaru