Melawi – Bupati Melawi, Dadi Sunarya Usfa Yursa, resmi melantik Sukamto sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Kabupaten Melawi dalam prosesi pelantikan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Jumat (19/06/2026).
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepemimpinan baru di lingkungan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Melawi. Mengemban amanah sebagai pejabat Eselon II, Sukamto menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola arsip daerah sekaligus meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui berbagai inovasi dan transformasi pelayanan.
“Pertama, puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Hari ini saya resmi mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Melawi. Jabatan Eselon II ini bukan soal pangkat atau golongan IV.D, tetapi tentang tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Arsip Jadi Memori dan Bukti Sejarah Daerah
Sukamto menilai arsip memiliki peran strategis dalam perjalanan pembangunan daerah. Menurutnya, arsip bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan memori kolektif dan bukti sejarah yang merekam perjalanan Kabupaten Melawi dari waktu ke waktu.
Ia menegaskan pentingnya pengelolaan arsip yang baik untuk menjaga jejak pembangunan, melindungi aset informasi daerah, dan mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
“Arsip adalah memori dan bukti sejarah Melawi. Melalui arsip yang tertata dengan baik, kita dapat menjaga jejak pembangunan, melindungi aset informasi daerah, dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” katanya.
Perpustakaan Harus Menjadi Ruang Belajar yang Hidup
Selain pengelolaan arsip, Sukamto juga menaruh perhatian besar terhadap pengembangan perpustakaan sebagai pusat pembelajaran masyarakat.
Menurutnya, perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup, terbuka, dan mampu menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga komunitas literasi.
“Perpustakaan adalah jendela ilmu bagi anak-cucu kita. Dua-duanya, baik arsip maupun perpustakaan, harus hidup. Jangan sampai arsip hanya menjadi tumpukan dokumen di gudang, dan perpustakaan hanya menjadi bangunan yang sepi pengunjung,” tegasnya.
Usung Visi ‘Arsip Tertata Rapi, Literasi Melawi Makin Pasti’
Dalam masa kepemimpinannya, Sukamto mengusung visi “Arsip Tertata Rapi, Literasi Melawi Makin Pasti.”
Visi tersebut menjadi landasan dalam memperkuat sistem kearsipan daerah sekaligus mendorong peningkatan budaya membaca di tengah masyarakat.
Ia mengajak seluruh jajaran Diskarpus Melawi, perangkat daerah, lembaga pendidikan, komunitas literasi, serta masyarakat untuk bersama-sama membangun sektor kearsipan dan perpustakaan yang lebih maju.
“Saya memohon bimbingan, kritik, saran, dan kerja sama dari semua pihak. Tanpa tim yang solid, saya bukan siapa-siapa. Keberhasilan sebuah organisasi tidak ditentukan oleh satu orang, tetapi oleh kerja sama dan komitmen seluruh elemen yang ada di dalamnya,” ujarnya.
Siapkan Transformasi Digital dan Pelayanan Modern
Sukamto menargetkan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Melawi dapat menjadi salah satu institusi rujukan dalam pengelolaan arsip dan pengembangan literasi di daerah.
Untuk mencapai target tersebut, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama yang akan terus dikembangkan guna meningkatkan efektivitas pelayanan kepada masyarakat.
“Mari kita buktikan bahwa Diskarpus Melawi bisa menjadi rujukan. Arsipnya digital, perpustakaannya ramai, dan pelayanannya ramah. Kita harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai pelayanan publik yang berkualitas,” katanya.
Ajak ASN, Pelajar dan Komunitas Literasi Bersinergi
Lebih lanjut, Sukamto menegaskan bahwa jabatan yang kini diembannya bukanlah puncak karier, melainkan titik awal untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi daerah.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengelola arsip, pustakawan, dunia pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Melawi.
“Arsip tanpa pustakawan hanya akan menjadi gudang. Perpustakaan tanpa pembaca akan menjadi gedung kosong. Karena itu, mari kita hidupkan bersama. Pintu Diskarpus selalu terbuka bagi ASN, pelajar, mahasiswa, guru, pegiat literasi, dan seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi membangun budaya baca di Melawi,” tuturnya.
Pelantikan Sukamto sebagai Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Melawi diharapkan membawa semangat baru dalam penguatan tata kelola arsip daerah, pelestarian sejarah, serta peningkatan budaya literasi masyarakat.
“Amanah baru ini adalah kepercayaan yang harus dijaga. Tugas baru saya adalah menjaga arsip dan menghidupkan literasi. Target kita bersama adalah mewujudkan Melawi yang cerdas dan Melawi yang berbudaya,” pungkasnya. (Nh/)