Tuban – Mutasi besar-besaran yang dilakukan Polres Tuban tidak hanya menyentuh aspek administrasi organisasi. Sejumlah posisi yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan publik dan penegakan hukum justru menjadi titik fokus dalam perombakan kali ini.
Perubahan paling menonjol terlihat di jajaran Satreskrim dan Satlantas. Dua fungsi kepolisian tersebut selama ini menjadi garda terdepan dalam menangani perkara pidana, kecelakaan lalu lintas, hingga berbagai pengaduan masyarakat.
Reskrim dan Satlantas Jadi Fokus Penyegaran Organisasi
Di lingkungan Satreskrim, beberapa posisi strategis mengalami pergantian. Jabatan Kanit 4 Satreskrim yang sebelumnya diemban IPTU Muhammad Imam Wahyudi kini diserahkan kepada IPDA Febri Bachtiar Irawan. Sementara posisi Kaur Binopsnal Satreskrim juga mengalami pergantian personel.
Pergeseran serupa terjadi pada tingkat Polsek. Kanit Reskrim di Jenu, Jatirogo, Bancar, dan Rengel turut berganti pejabat. Langkah ini dinilai menjadi bagian dari penyegaran sekaligus upaya meningkatkan efektivitas penanganan kasus di tingkat wilayah.
Di tubuh Satlantas, rotasi juga menyasar posisi yang berkaitan langsung dengan pelayanan masyarakat. Jabatan Kanit Gakkum kini diemban IPDA Rizky Dwi Prasetyo, sementara posisi Kanit Turjagwali dipercayakan kepada IPDA Agus Eka Oktasaftian.
Selain itu, posisi Kanit Kamsel yang selama ini dijabat IPTU Imam Susilo juga mengalami pergantian seiring persiapan memasuki masa purnatugas.
Intelkam dan Binmas Ikut Direstrukturisasi
Tidak hanya fungsi penegakan hukum, sektor intelijen keamanan dan pembinaan masyarakat juga menjadi bagian dari restrukturisasi organisasi.
Sejumlah jabatan Kanit Intelkam di Polsek Parengan, Kerek dan Merakurak mengalami pergantian. Langkah tersebut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan organisasi serta penguatan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Tuban.
Pada Satbinmas, terjadi pertukaran posisi antara IPDA Ngaspan dan IPDA Dwi Sampurno yang sebelumnya menjabat Kanit Reskrim Polsek Rengel.
Tantangan Pasca Mutasi
Bagi masyarakat, mutasi bukan hanya persoalan pergantian nama pejabat. Publik akan menilai sejauh mana pejabat baru mampu memberikan pelayanan yang lebih cepat, responsif, dan profesional.
Harapan itu semakin besar mengingat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat Tuban masih membutuhkan perhatian serius, mulai dari penanganan kriminalitas, kecelakaan lalu lintas, keamanan lingkungan, hingga penguatan pelayanan kepolisian di tingkat Polsek.
Karena itu, efektivitas mutasi kali ini akan diuji melalui kinerja nyata para pejabat baru dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (Aj)